Connect with us

HUKRIM

Kasus Curas, Dukun di Kupang Didor Polisi, Satu Pelaku Punya 2 Mobil

Published

on

Terduga pelaku Marsel Baimetan saat diperiksa penyidik Unit Pidum Satreskrim Polres Kupang Kota, Minggu (17/3).

Kupang, penatimor.com – Kasus jambret di Kota Kupang kembali marak terjadi.

Para pelaku tidak hanya dari kalangan remaja, namun juga para orang tua.

Pelaku bahkan nekat melancarkan aksi pencurian dengan kekerasan pada siang hari.

Seperti yang terjadi di Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang yang melibatkan dua pelaku jambret yakni Marsel Baimetan (42) warga Lelogama, Kabupaten Kupang dan Nikolas Poyk (40) warga Takari, Kabupaten Kupang.

Keduanya melancarkan aksi nekat tersebut pada Sabtu (16/3) sekitar pukul 15.30.

Korbannya merupakan seorang mahasiswi dari salah satu universitas di Kota Kupang yang diketahui atas nama Fransiska Febrianti Wawa.

Usai menjambret, nasib sial pun dialami pelaku karena massa yang sempat melihat aksi tersebut lalu mengejar keduanya yang saat itu mengendarai sebuah mitor Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi DH 4837 KF, mengalami kecelakaan dan sempat diamuk massa.

Satu di antara pelaku berusaha melarikan diri dengan melawan petugas, hingga akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas di betis kanannya.

“Mereka sempat bawa kabur tas berisi uang milik korban. Satunya langsung diamankan massa dan satunya diamankan Tim Buser. Karena sempat melawan maka dilumpuhkan,” ujar Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Mooynafi saat menggelar konferensi pers di Mapolresta, Minggu (17/3).

Bobby menuturkan, kejadian itu berawal dari korban melintas dari Jalan Amabi menuju Jalan Souverdi. Setiba di rumah makan dekat Hotel Petra, korban dipepet para pelaku dan langsung merampas tas milik korban.

“Korbannya sempat terjatuh dan dibantu salah satu saksi bernama Agustinus Ananias. Saksi kemudian berusaha mengejar pelaku. Nahas bagi pelaku, sepeda motor yang ditumpangi terjatuh,” ungkap Kasat.

Keduanya sempat dibantu warga, tetapi di saat bersamaan datanglah saksi yang memberitahu kalau mereka pelaku jambret. Sehingga pelaku Nikolaus langsung kabur sementara Marsel langsung diamankan warga.

Polisi kemudian melakukan pengejaran dan sekitar pukul 20.00, berhasil meringkus Nikolaus.

“Sempat kabur sehingga pelaku ditembak di bagian kaki. Saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang,” katanya.

Sementara istri pelaku Marsel, Maria Ema (35) yang ditemui wartawan, mengaku dirinya juga mengetahui dari pihak kepolisian bahwa suaminya sementara diamankan di Polres Kupang Kota.

Maria menuturkan suaminya pamit dari rumah dengan tujuan hendak ke Jalur 40 untuk mengumpulkan massa, karena salah satu caleg DPR RI jagoannya ingin berkampanye.

Sejak suaminya pamit dari rumah sampai dengan malam tidak ada kabar dan dirinya sempat menelpon ke nomor telepon milik suaminya beberapa kali namun tidak terjawab.

“Tadi pagi saya dihubungi lalu diberitahukan bahwa dia (Marsel) sementara ditahan. Saya sempat tidak percaya suami saya terlibat pencurian karena kami ini memiliki dua mobil, artinya kebutuhan kami tercukupi dan selama ini suami saya bergaul dengan orang besar semua jadi tidak mungkin dia melakukan hal itu,” ungkapnya.

Setelah mendapat informasi, Maria yang juga warga Jalan Bajawa mendatangi Polres untuk mengecek informasi tersebut.

“Saya datang, saat melihat wajah yang sudah babak belur saya kaget,” katanya.

Informasi pelaku memiliki dua unit mobil jenis drum truk dan pick up tersebut juga dibenarkan oleh para keluarga yang sempat hadir saat itu.

Mereka mengaku mobil drum truknya sementara beroperasi di Lelogama, sedangkan mobil pick up pelaku sendiri yang membawanya di Kupang.

Pelaku Marsel Baimetan saat menjelaskan kepada istrinya dan keluarga yang menemuinya itu, mengatakan, pelaku Nikolas biasa mengobati orang sakit sehingga keduanya hendak mendatangi rumah salah satu keluarganya yang sakit untuk diobati.

Namun sesampainya di TKP, pelaku Nikolas menyuruh dia untuk memepeti korban dan langsung menarik tas korban.

“Saya tidak ada niat sama sekali, namun karena Nikolas sudah tarik tas korban dan ada yang kejar sehingga kami lari terus lalu kami terjatuh,” ungkap ayah tiga orang anak itu.

Barang bukti yang berhasil diamankan, masing-masing 1 tas samping warna abu-abu, 1 buah handpone Oppo warna merah, 1 buah dompet warna merah muda yang isinya uang tunai sejumlah Rp 370.000, KTP korban, SIM C, STNK, dan jaket warna merah milik tersangka Nikolas Poyk.

Pelaku dijerat Pasal 365 Ayat 2 ke (2) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan diancam hukuman 12 tahun penjara.

Terhadap aksi jambret yang terjadi, Kasat Reskrim mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak merasa takut namun lebih berhati-hati.

“Saya imbau agar warga selalu waspada. Kami akan tindak tegas terhadap setiap aksi kejahatan yang mengganggu kenyamanan warga Kota Kupang,” pungkas Bobby. (R3)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Seorang Karyawati SPBU di Kupang Ditemukan Tak Bernyawa, Diduga Dibunuh

Published

on

Berdy Susanti Gabriel (30), karyawati salah satu SPBU di Kota Kupang ditemukan tidak bernyawa di pinggir jalan, Senin (26/10).
Continue Reading

HUKRIM

Jonas Salean ‘Bebas’

Published

on

Jonas Salean saat meninggalkan kantor Kejati NTT, Selasa (27/10/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Kajati NTT jangan Campuradukkan Wewenang Administrasi Negara dan Wewenang Penuntutan Jaksa

Published

on

Petrus Salestinus (NET)
Continue Reading
loading...