Connect with us

UTAMA

Ade Manafe: Camat-Lurah jangan Tidur Saat Bencana!

Published

on

Ade Manafe

Kupang, penatimor.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang meminta peran aktif dari para camat dan lurah dalam menangani masalah bencana yang terjadi di Kota Kupang.

Hal ini diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Kupang Ade Manafe saat rapat kenaikan status tanggap darurat bencana di ruang rapat Garuda, Balai Kota, belum lama ini.

Ade mengaku, staf PTT dan ASN yang ada di BPBD hanya berjumlah 42 orang, dan bencana angin kencang disertai hujan yang menghantam Kota Kupang pada Minggu (10/3) lalu sangat besar.

Sementara tenaga di BPBD sangat terbatas, namun dari semua kelurahan melaporkan bencana dan meminta BPBD turun untuk membantu memotong pohon dan mengevakuasi rumah yang rusak.

“Tentunya ini tidak bisa dikerjakan dalam waktu yang bersamaan, karena tenaga kami terbatas, sebagian turun di lokasi bencana, sebagian menjaga posko pengaduan dan sebagian mendata. Tentunya kami tidak bisa bergerak cepat,” katanya.

Karena itu kata Ade Manafe, samgat dibutuhkan bantuan para lurah dan camat sampai ke tingkat RT dan RW, agar bisa turun di lokasi bencana untuk mengerahkan warga agar dapat mambantu menanggulangi bencana, seperti memotong pohon yang tumbang dan menghalangi akses jalan, membantu mengevakuasi rumah korban bencana dan bantuan lainnya.

Rapat ini dipimpin oleh Penjabat Sekda Kota Kupang Yos Rera Beka didampingi Asisten II Elly Wairata, Kepala Badan Keuangan Jeffry Pelt, Kepala Dinas Sosial drg. Retnowati, Kepala Dinas Kebersihan Yeri Padji Kana, Camat Oebobo Bernadinus Mere, Camat Maulafa Lodowyk Djungulape, Camat Kota Raja Muhammad Chairil dan jajaran lainnya.

Ade Manafe mengatakan dengan tegas agar lurah dan camat jangan tidur saat bencana terjadi, tetapi harus berada di tengah masyarakat untuk memberikan bantuan pertama yaitu membersihkan kerusakan yang terjadi.

“Lurah dan camat jangan tidur saat bencana. Saat bencana terjadi, seolah semua tamggung jawab ada di BPBD. Semua pihak dan masyarakat melaporkan ke BPBD dan meminta untuk membantu mengevakuasi, sementara perangkat lainnya hanya diam dan menonton,” katanya.

Karena itu menurut Ade, sangat dibutuhkan kerja sama semua pihak, pihal camat, lurah sampai di tingkat RT-RW dan masyarakat. Selain itu, Dinas Kebersihan juga harus berperan agar jangan membiarkan sampah terus ada di TPS.

“Sampai sekarang kita masih melihat pemandangan sampah sisa tebang pohon dan daun-daun ranting, karena itu kami mengharapkan kerja sama semua pihak,” ungkapnya.

Terpisah, Camat Kota Raja Muhammad Chairil mengatakan, saat bencana angin kencang disertai hujan yang terjadi Minggu (10’3), semua pihak kecamatan dan kelurahan, LPM dan masyarakat semua berada di lokasi-lokasi bencana dan membantu membersihkan pohon-pohon tumbang yang menghalangi akses jalan.

“Kami semua turun untuk memberikan bantuan dan membersihkan pohon yang menghalangi akses jalan, juga membantu pendataan. Khusus di Kecamatan Kora Raja ada 116 rumah rusak. Kami juga berharap agar data yang sudah kami berikan ke BPBD dikembalikan ke kelurahan, agar ketika bantuan itu ada, kami dapat mendistribusikan sesuai dengan nama korban bencana,” katanya.

Menurutnya, selama ini semua perangkat kecamatan sampai kelurahan masyarakat sudah berperan terutama dalam penanganan bencana, juga koordinasi selalu berjalan baik dengan BPBD, terutama dalam pendataan korban bencana. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Tim Penyidik Kejati NTT Geledah Kantor BPN Provinsi NTT

Published

on

Tim penyidik Kejati NTT saat menggeledah Kanwil BPN Provinsi NTT, Senin (19/10/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Diduga Aniaya Suami, IRT di Kupang Resmi Tersangka

Published

on

Kasat Reskrim Iptu Hasri Manasye Jaha, SH.
Continue Reading

UTAMA

Seorang Nelayan di Kupang Tewas Tenggelam

Published

on

Penemuan mayat nelayan di Pantai Kelapa Lima, Kota Kupang.
Continue Reading
loading...