Connect with us

HUKRIM

Buron Satu Tahun, Polisi Bekuk Ricky Ndaumanu

Published

on

Ricky Indra Pance Ndaumanu saat ditangkap Tim Buru Sergap Satreskrim Polres Kupang Kota.

Kupang, penatimor.com – Aparat Sat Reskrim Polres Kupang menangkap dan mengamankan Ricky Indra Pance Ndaumanu (22), Kamis (14/2) siang.

Warga RT 29/RW 07, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo ini sudah setahun lebih menjadi buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pihak kepolisian terkait kasus penganiayaan berat.

Ricky merupakan tersangka kasus penganiayaan berat yang dilakukan sejak 27Januari 2018 lalu sekitar pukul 23.30 di Terminal Oebufu, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo.

Penangkapan Ricky dilakukan polisi di Jalan Banteng Kelurahan Nunleu Kecamatan Kota Raja saat polisi hendak melakukan penangkapan pelaku kasus pencurian ayam.

Ricky berhasil diamankan polisi, sementara rekannya yang ikut mencuri ayam berhasil lolos.

Dari hasil interogasi polisi, Ricky diketahui merupakan DPO yang terlibat kasus penganiayaan berat dengan kekerasan.

Ricky Indra Pance Ndaumanu diperiksa penyidik Subnit IV Unit Pidum Satreskrim Polres Kupang Kota, Kamis (14/3).

Saat itu Ricky menganiaya dan menebas dua kakak beradik yang juga tetangganya dengan parang panjang.

Dua korban aksi penganiayaan Ricky masing-masing Dupsen Sanu (37) dan Richard Sanu (25), warga Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo.

Kasus itu terjadi pada tanggal 27 Januari 2018 lalu, saat Ricky baru kembali menghadiri pesta ulang tahun kerabatnya sekitar pukul 23.30.

Di tempat pesta, Ricky sempat menengak minuman keras beberapa botol hingga mabuk parah.

Begitu pulang ke rumah, Ricky mengambil parang yang sehari-hari dipakai untuk memotong daging. Kebetulan ayah satu orang anak ini berprofesi sebagai pemotong dan penjual daging babi.

Saat hendak keluar dari rumah, Ricky bertemu adik korban, Lucky dan sempat memukul Lucky.

Lucky pulang ke rumah mengadukan aksi kekerasan yang dialaminya. Orang tua Lucky dan dua korban yang juga kakak Lucky datang ke rumah pelaku Ricky untuk mengklarifikasi alasan Ricky memukul Lucky Sanu.

Baca Juga :   Jaksa P-19 Berkas Mantan Bendahara Biro Tatapem

Ricky menduga kalau korban dan keluarganya hendak menyerangnya. Ia pun bertindak kasar dengan parang ditangannya.

Secara membabi buta Ricky menebas Duspen dan Richard hingga mengakibatkan luka parah.

Duspen mengalami luka parah di kaki dan tangan. Sementara Richard mengalami luka di tangan. Duspen pun harus mengalami cacat tetap di kaki karena penganiayaan dengan kekerasan ini.

Pasca menganiaya dua korban yang juga tetangganya, Ricky kabur dari rumah. Sejak peristiwa ini, Ricky hidup berpindah-pindah.

Ricky ke Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang, kemudian pindah ke Kabupaten Malaka dan ke Kabupaten Rote Ndao serta selanjutnya kembali ke Kabupaten Malaka.

Ricky tinggal di Kota Kupang hingga ditangkap aparat kepolisian.

“Penangkapan ini bermula saat polisi hendak menangkap pelaku pencuri ayam di Jalan Banteng. Ricky ikut tertangkap, sementara rekannya kabur. Kami pun mengamankan Ricky dan ternyata Ricky merupakan buronan yang terlibat kasus penganiayaan berat dengan kekerasan menggunakan parang hingga korban yang juga tetangganya cacat tetap,” ujar Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH MH saat dikonfirmasi di Mapolres Kupang Kota kemarin petang.

Pasca kejadian tersebut, Ricky sudah membuang barang bukti parang yang dipakai menganiaya para korban.

Atas perbuatannya, Ricky dijerat dengan pasal 351 ayat (2) dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Penyidik Subnit IV Tindak Pidana Umum Sat Reskrim Polres Kupang Kota sudah memeriksa Ricky sebagai tersangka kasus ini.

Ricky pun ditahan dalam sel Polres Kupang Kota hingga 20 hari kedepan sambil menunggu proses hukum lebih lanjut. (R3)

Advertisement
Loading...
Loading...

HUKRIM

Jery Awu Tega Aniaya Pacar Pakai Ikat Pinggang dan Kabel Listrik

Published

on

Tersangka Yermias Ricky Awu alias Jery.

Denpasar, penatimor.com – Yermias Ricky Awu alias Jery, 33, tega menganiaya pacarnya bernama Meriana Ringu alias Meri, 22, hingga babak belur dan tak sadarkan diri di mes milik Made di Banjar Untal-Untal, Dalung, pada Selasa (13/8) pukul 18.30.

Pelaku yang merupakan asal Sumba, kini ditahan di Mapolsek Kuta Utara, Bali, dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Penganiayaan berawal dari pelaku yang baru datang dari suatu tempat terlibat adu mulut dengan korban. Tak bisa kendalikan emosi, pelaku mengambil ikat pinggangnya.

Dengan ikat pinggang warna cokelat tersebut, pelaku memukul kaki, bokong dan punggung kekasihnya hingga korban tidak berdaya. Usai melakukan penganiayaan, pelaku dengan santai pergi ke warung dekat TKP. Keduanya diketahui tinggal bersama di TKP.

Keesokan harinya sekitar pukul 23.00, keduanya kembali adu mulut. Kali ini pelaku mengambil kabel listrik dan memukul tubuh korban.

“Sempat jeda sebentar, pelaku kembali memukul korban dengan ikat pinggang. Setelah itu pelaku mengambil selang air dan memukul korban hingga menjelang pagi,” kata salah satu sumber, Minggu (18/8).

Tak tahan dengan sakit yang dialami, korban pun lemas. Sedangkan pelaku memanggil tetangganya bernama Pino, menyuruh memanggil pamannya yang bernama Yustius Bunmo alias Yus. Oleh Yus pertengkaran keduanya sempat dilerai.

“Pelaku dan korban pun keluar dari kamar usai dilerai Yus. Sesampainya di teras, pelaku kembali menampar korban sebanyak dua kali hingga korban pingsan. Korban baru sadar saat tiba di RS Trijata Polda Bali,” bebernya.

“Penyidik masih mendalami motif lainnya. Untuk sementara, motifnya diduga pelaku ini cemburu. Korban mengalami luka bekas pukulan dan cambukan di sekujur tubuhnya,” terangnya.

Kasubag Humas Polres Badung Iptu Ketut Oka Bawa yang dikonfirmasi mengatakan, peristiwa tersebut telah ditangani Polsek Kuta Utara dan Unit PPA Polres Badung.

Baca Juga :   Mayat Bayi Ditemukan Membusuk di Jalur 40

“Selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa kabel dan sabuk yang dipakai tersangka menganiaya korban,” ucap Oka. (jim)

Continue Reading

HUKRIM

Hakim Tolak Praperadilan Tersangka Pencabulan Anak di Kupang

Published

on

Tersangka Mozes Usfinit

Kupang, penatimor.com – Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Kupang menolak gugatan pra peradilan yang diajukan Mozes Usfinit (34), motivator dan pelaku bisnis Multi Lever Marketing (MLM) yang juga tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur.

Sidang putusan pra peradilan kasus ini berlangsung pada Selasa (20/8) di ruang sidang pengayoman PN Kupang.

Sidang dipimpin hakim tunggal Fransiskus Mamo, SH., MH., dan dihadiri Rudolfua Talan, SH., selaku penasehat hukum tersangka Mozes Usfinit.

Dari pihak kepolisian dihadiri perwira dan anggota Bid Hukum Polda NTT, Kompol Yan Ratu, SH., didampingi Aiptu Imanuel Adu, SH.,MH., Ipda Julius Rihi, SH., dan Bripka Johanis Lobo, SH.

Dalam sidang selama satu jam dengan agenda pembacaan putusan sidang, hakim menyatakan menolak seluruh gugatan praperadilan dari tersangka.

Penasehat hukum tersangka sendiri menerima putusan pra peradilan tersebut dan berjanji akan mengikuti proses hukum lebih lanjut.

Terpisah Kapolsek Oebobo Kompol Ketut Saba, SH., mengaku kalau proses hukum kasus ini terus dilakukan.

“Kita sudah lengkapi petunjuk jaksa dan segera kota limpahkan lagi berkas kasus ini ke pihak kejaksaan,” ujar mantan Kapolsek Katikutana Polres sumba Barat Polda NTT ini.

Tersangka Mozes sendiri gagal mendapatkan penangguhan penahanan setelah permohonannya ditolak Kapolres Kupang AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti, SIK

Melalui kuasa hukumnya, Rudolfus Tallan, SH, tersangka Mozes mengajukan pra peradilan.

Sidang perdana pra peradilan ini digelar Selasa (13/8) lalu di Pengadilan Negeri Klas 1A Kupang. Sementara pada Rabu (14/8)

Diagendakan jawaban dari tersangka Mozes serta Kamis (15/8) pembuktian dari tergugat Polsek Oebobo Polres Kupang Kota.

Selasa (20/8) dilakukan sidang putusan pra peradilan kasus ini.

Tersangka Mozes melalui penasehat hukumnya mengajukan pra peradilan terkait penetapan tersangka Mozes yang begitu cepat dan juga keberatan pada penahanan tersangka serta proses penyidikan kasus ini.

Baca Juga :   Remaja Tewas Tenggelam di Kali Noelmina

Penyidik kepolisian memiliki pertimbangan tersendiri sehingga tetap menahan tersangka Mozes. Saat ini penyidik sedang merampungkan berkas pemeriksaan untuk diserahkan ke kejaksaan

Tersangka Mozes saat diperiksa masih berbelit-belit ketika memberikan keterangan.

“Tersangka Mozes mengakui mencabuli korban dengan memeluk, mencium dan meremas-remas tubuh korban namun membantah memperkosa korban. Padahal kita sudah kantongi hasil visum yang menyatakan korban diperkosa,” ujar Kapolsek Oebobo.

Atas perbuatannya, Mozes dijerat dengan pasal 81 ayat (2) dan pasal 82 ayat (1) UU nomor 17 tahun 2016 jo UU Nomor 35 tahun 2017 yang mengatur tentang persetubuhan anak di bawah umur dengan ancaman 12 tahun. (wil)

Continue Reading

HUKRIM

Polisi Bekuk Pelaku Jambret di Kupang

Published

on

Micael Bentofina

Kupang, penatimor.com – Tim Buru Sergap (Buser) Polsek Kelapa Lima, Polres Kupang Kota, berhasil membekuk pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan alias jambret.

Diketahui pelaku bernama Micael Bentofina (21), warga Oenbala, Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Korban nya adalah Dwi Sari Angreani (29), warga RT 03/RW 02, Kelurahan Bonipoi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.

Kasus ini terjadi di wilayah Kelurahan Tode Kiser pada Senin (19/8).

Pelaku berhasil ditangkap oleh Tim Buser Polsek Kelapa Lima yang dipimpin Kanit Buser Bripka Pius Riwu.

Kapolsek Kelapa Lima AKP Didik Kurnianto, SH., yang dikonfirmasi wartawan di ruang kerja nya siang tadi (20/8), membenarkan.

Dijelaskan, kasus ini berawal saat korban menaruh sebuah handpone merk Vivo Y91 di depan sepeda motor.

Waktu korban keluar dari rumahnya dan sesampai di tempat kejadian perkara (TKP), pelaku yang menggunakan sepeda motor dengan nomor polisi DH 4323 KL langsung mengambil handphone milik korban dan melarikan diri.

Korban pun berusaha mengejar pelaku, tapi pelaku berhasil melarikan diri, sehingga korban datang melaporkan ke Polsek Kelapa Lima.

Laporan korban tertuang dalam laporan polisi Nomor: LP/B/290/VIII/2019/Sektor Kelapa Lima.

Pelaku berhasil ditangkap di rumahnya, beserta barang bukti.

Saat ini pelaku sudah diamankan di tahanan Mapolsek Kelapa Lima untuk menjalani proses hukum selanjutnya. (wil)

Continue Reading

Loading…




error: Content is protected !!