Connect with us

HUKRIM

Perkosa Putri Kandung, Pria di Kupang Ini Segera Diadili

Published

on

Ilustrasi (NET)

Kupang, penatimor.com – Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Kupang Kota telah merampungkan penyidikan perkara dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooynafi yang dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, belum lama ini, mengatakan, berkas perkara tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang.

Dan setelah berkas perkara itu diteliti, oleh jaksa peneliti ditetapkan telah lengkap (P-21) dan layak untuk ditingkatkan ke tahap penuntutan atau persidangan di Pengadilan.

“Jadi berkas perkara tersebut oleh jaksa telah ditetapkan P-21, dan secepatnya kami lakukan pelimpahan tersangka dan barang bukti,” kata Bobby.

Dia menjelaskan, kasus kekerasan seksual ini dialami gadis cilik berusia 12 tahun yang juga siswi salah satu SMP di Kota Kupang.

Korban berinisial I tersebut dicabuli oleh ayah kandungnya sendiri.

Ayah korban berinisial YM nekat menggauli darah dagingnya sendiri. Perbuatan bejat ini dilakukan di kamar kos mereka. Pria berusia 43 tahun itu berulang kali meniduri putrinya.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke polisi di Polres Kupang Kota dan sedang diproses hukum.

Menurut Kasat, korban dalam keterangannya mengaku tidak sanggup menolak permintaan ayahnya, karena selalu diancam.

Setiap kali beraksi, pelaku mengancam korban untuk tidak memberitahukan perbuatannya tersebut ke orang lain.

Korban juga mengaku dipaksa berhubungan badan setiap kali ayahnya pulang dalam keadaan mabuk minuman keras.

“Korban mengaku sudah dicabuli berkali-kali oleh ayahnya ketika dalam kondisi mabuk minuman keras,” kata Kasat.

Ditambahkan, korban juga tak sanggup menolak paksaan ayahnya, karena mereka hanya tinggal berdua di kos tersebut.
Kasus tersebut terungkap setelah korban bercerita kepada ibunya. Ibu korban berinisial RP telah lama pergi merantau sebagai TKW di Malaysia.

Baca Juga :   Polisi Ungkap Sindikat Pencuri Perhiasan Emas di Kupang, Tiga Pelaku Berstatus Pelajar

“Kasus ini terkuak ketika korban menceritakan apa yang dialami kepada ibunya melalui telepon,” ungkap Kasat.

Ibu korban kemudian menghubungi saudaranya untuk melihat kondisi anaknya.

Kepada pamannya, korban kemudian menceritakan apa yang telah diperbuat pelaku.

Korban kemudian dibawa untuk melaporkan kasus tersebut ke polisi di Polres Kupang Kota.

Pelaku disangkakan melanggar Pasal 81 ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan terancam dijerat dengan hukuman 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 5 miliar. (R1)

Advertisement
Loading...
Loading...

HUKRIM

Jery Awu Tega Aniaya Pacar Pakai Ikat Pinggang dan Kabel Listrik

Published

on

Tersangka Yermias Ricky Awu alias Jery.

Denpasar, penatimor.com – Yermias Ricky Awu alias Jery, 33, tega menganiaya pacarnya bernama Meriana Ringu alias Meri, 22, hingga babak belur dan tak sadarkan diri di mes milik Made di Banjar Untal-Untal, Dalung, pada Selasa (13/8) pukul 18.30.

Pelaku yang merupakan asal Sumba, kini ditahan di Mapolsek Kuta Utara, Bali, dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Penganiayaan berawal dari pelaku yang baru datang dari suatu tempat terlibat adu mulut dengan korban. Tak bisa kendalikan emosi, pelaku mengambil ikat pinggangnya.

Dengan ikat pinggang warna cokelat tersebut, pelaku memukul kaki, bokong dan punggung kekasihnya hingga korban tidak berdaya. Usai melakukan penganiayaan, pelaku dengan santai pergi ke warung dekat TKP. Keduanya diketahui tinggal bersama di TKP.

Keesokan harinya sekitar pukul 23.00, keduanya kembali adu mulut. Kali ini pelaku mengambil kabel listrik dan memukul tubuh korban.

“Sempat jeda sebentar, pelaku kembali memukul korban dengan ikat pinggang. Setelah itu pelaku mengambil selang air dan memukul korban hingga menjelang pagi,” kata salah satu sumber, Minggu (18/8).

Tak tahan dengan sakit yang dialami, korban pun lemas. Sedangkan pelaku memanggil tetangganya bernama Pino, menyuruh memanggil pamannya yang bernama Yustius Bunmo alias Yus. Oleh Yus pertengkaran keduanya sempat dilerai.

“Pelaku dan korban pun keluar dari kamar usai dilerai Yus. Sesampainya di teras, pelaku kembali menampar korban sebanyak dua kali hingga korban pingsan. Korban baru sadar saat tiba di RS Trijata Polda Bali,” bebernya.

“Penyidik masih mendalami motif lainnya. Untuk sementara, motifnya diduga pelaku ini cemburu. Korban mengalami luka bekas pukulan dan cambukan di sekujur tubuhnya,” terangnya.

Kasubag Humas Polres Badung Iptu Ketut Oka Bawa yang dikonfirmasi mengatakan, peristiwa tersebut telah ditangani Polsek Kuta Utara dan Unit PPA Polres Badung.

Baca Juga :   Ima Blegur Resmi Anggota DPR RI

“Selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa kabel dan sabuk yang dipakai tersangka menganiaya korban,” ucap Oka. (jim)

Continue Reading

HUKRIM

Hakim Tolak Praperadilan Tersangka Pencabulan Anak di Kupang

Published

on

Tersangka Mozes Usfinit

Kupang, penatimor.com – Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Kupang menolak gugatan pra peradilan yang diajukan Mozes Usfinit (34), motivator dan pelaku bisnis Multi Lever Marketing (MLM) yang juga tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur.

Sidang putusan pra peradilan kasus ini berlangsung pada Selasa (20/8) di ruang sidang pengayoman PN Kupang.

Sidang dipimpin hakim tunggal Fransiskus Mamo, SH., MH., dan dihadiri Rudolfua Talan, SH., selaku penasehat hukum tersangka Mozes Usfinit.

Dari pihak kepolisian dihadiri perwira dan anggota Bid Hukum Polda NTT, Kompol Yan Ratu, SH., didampingi Aiptu Imanuel Adu, SH.,MH., Ipda Julius Rihi, SH., dan Bripka Johanis Lobo, SH.

Dalam sidang selama satu jam dengan agenda pembacaan putusan sidang, hakim menyatakan menolak seluruh gugatan praperadilan dari tersangka.

Penasehat hukum tersangka sendiri menerima putusan pra peradilan tersebut dan berjanji akan mengikuti proses hukum lebih lanjut.

Terpisah Kapolsek Oebobo Kompol Ketut Saba, SH., mengaku kalau proses hukum kasus ini terus dilakukan.

“Kita sudah lengkapi petunjuk jaksa dan segera kota limpahkan lagi berkas kasus ini ke pihak kejaksaan,” ujar mantan Kapolsek Katikutana Polres sumba Barat Polda NTT ini.

Tersangka Mozes sendiri gagal mendapatkan penangguhan penahanan setelah permohonannya ditolak Kapolres Kupang AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti, SIK

Melalui kuasa hukumnya, Rudolfus Tallan, SH, tersangka Mozes mengajukan pra peradilan.

Sidang perdana pra peradilan ini digelar Selasa (13/8) lalu di Pengadilan Negeri Klas 1A Kupang. Sementara pada Rabu (14/8)

Diagendakan jawaban dari tersangka Mozes serta Kamis (15/8) pembuktian dari tergugat Polsek Oebobo Polres Kupang Kota.

Selasa (20/8) dilakukan sidang putusan pra peradilan kasus ini.

Tersangka Mozes melalui penasehat hukumnya mengajukan pra peradilan terkait penetapan tersangka Mozes yang begitu cepat dan juga keberatan pada penahanan tersangka serta proses penyidikan kasus ini.

Baca Juga :   Diduga Ijazah S1 Palsu, Bupati Rote Ndao Terpilih Dipolisikan

Penyidik kepolisian memiliki pertimbangan tersendiri sehingga tetap menahan tersangka Mozes. Saat ini penyidik sedang merampungkan berkas pemeriksaan untuk diserahkan ke kejaksaan

Tersangka Mozes saat diperiksa masih berbelit-belit ketika memberikan keterangan.

“Tersangka Mozes mengakui mencabuli korban dengan memeluk, mencium dan meremas-remas tubuh korban namun membantah memperkosa korban. Padahal kita sudah kantongi hasil visum yang menyatakan korban diperkosa,” ujar Kapolsek Oebobo.

Atas perbuatannya, Mozes dijerat dengan pasal 81 ayat (2) dan pasal 82 ayat (1) UU nomor 17 tahun 2016 jo UU Nomor 35 tahun 2017 yang mengatur tentang persetubuhan anak di bawah umur dengan ancaman 12 tahun. (wil)

Continue Reading

HUKRIM

Polisi Bekuk Pelaku Jambret di Kupang

Published

on

Micael Bentofina

Kupang, penatimor.com – Tim Buru Sergap (Buser) Polsek Kelapa Lima, Polres Kupang Kota, berhasil membekuk pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan alias jambret.

Diketahui pelaku bernama Micael Bentofina (21), warga Oenbala, Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Korban nya adalah Dwi Sari Angreani (29), warga RT 03/RW 02, Kelurahan Bonipoi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.

Kasus ini terjadi di wilayah Kelurahan Tode Kiser pada Senin (19/8).

Pelaku berhasil ditangkap oleh Tim Buser Polsek Kelapa Lima yang dipimpin Kanit Buser Bripka Pius Riwu.

Kapolsek Kelapa Lima AKP Didik Kurnianto, SH., yang dikonfirmasi wartawan di ruang kerja nya siang tadi (20/8), membenarkan.

Dijelaskan, kasus ini berawal saat korban menaruh sebuah handpone merk Vivo Y91 di depan sepeda motor.

Waktu korban keluar dari rumahnya dan sesampai di tempat kejadian perkara (TKP), pelaku yang menggunakan sepeda motor dengan nomor polisi DH 4323 KL langsung mengambil handphone milik korban dan melarikan diri.

Korban pun berusaha mengejar pelaku, tapi pelaku berhasil melarikan diri, sehingga korban datang melaporkan ke Polsek Kelapa Lima.

Laporan korban tertuang dalam laporan polisi Nomor: LP/B/290/VIII/2019/Sektor Kelapa Lima.

Pelaku berhasil ditangkap di rumahnya, beserta barang bukti.

Saat ini pelaku sudah diamankan di tahanan Mapolsek Kelapa Lima untuk menjalani proses hukum selanjutnya. (wil)

Continue Reading

Loading…




error: Content is protected !!