Connect with us

SOSBUD

Pemkot Kupang Serahkan Bantuan Rp 300 Juta untuk Korban Puting Beliung

Published

on

Penjabat Sekda Kota Kupang Yos Rera Beka menyerahkan bantuan kepada korban bencana di Kelurahan Liliba, Rabu (6/3).

Kupang, penatimor.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang memberikan bantuan stimulan bahan bangunan bagi korban bencana angin puting beliung di Kelurahan Liliba dan Penfui.

Bantuan ini diserahkan dalam bentuk uang tunai.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang Yos Rera Beka.

Bantuan uang tunai ini diberikan sesuai dengan tingkat kerusakan yang terjadi.

Dimana yang rusak ringan mendapatkan bantuan Rp 500 sampai Rp 2,5 juta, rusak sedang Rp 2,5 juta sampai Rp 5 juta, dan rusak berat Rp 5 juta sampah Rp 10 juta.

Ada korban bencana yang meminta bantuan bahan bangunan dan ada yang meminta uang tunai.

Yos Rera Beka mengatakan, bencana merupakan sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.

Namun bencana merupakan sebuah rahasia alam. Tentunya masyarakat harus tetap kuat untuk menerima dan membangun kembali rumah yang rusak.

“Kami dari pemerintah Kota Kupang tentunya berupaya untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Kota Kupang, karena ini merupakan tanggung jawab pemerintah dan tanggung jawab bersama,” kata Yos Rera Beka.

Menurutnya, bantuan yang diberikan hanya berupa stimulan, agar warga masyarakat mampu membangun kembali rumahnya. Karena ini merupakan bencana angin puting beliung dan banyak atap rumah yang rusak.

“Kejadian ini tetap harus membuat kita sadar dan mensyukurinya, bahwa alam masih tetap bersahabat dengan kita, karena itu semua bencana yang terjadi harus menjadi pelajaran berharga, bagaimana kita mencintai alam sekitar kita,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang Ade Manafe, mengatakan, ada 25 keluarga di Kelurahan Liliba yang meminta bantuan dalam bentuk uang tunai, dan 25 keluarga di Kelurahan Penfui.

Selain itu diberikan bantuan bahan bangunan sesuai dengan keinginan. Korban bencana juga dibantu oleh Gubernur NTT dengan memberikan 2.000 seng, paku dan kayu.

Ade Manafe mengatakan, total anggaran yang digunakan untuk membantu korban bencana sebanyak Rp 300 juta.

Bantuan ini menggunakan anggaran tanggap darurat yang ada di Badan Keuangan Daerah.

Ade mengaku, jumlah korban bencana yang sudah terdata secara pasti adalah 161 rumah di Kelurahan Liliba, 20 rumah di Kelurahan Penfui, satu rumah di Kelurahan Fontein dan satu rumah di kelurahan Oebobo.

“Sesuai dengan aturan tanggap darurat bencana, maka dalam waktu delapan hari semua bantuan stimulan yang berasal dari pemerintah sudah harus disalurkan, dan kami sudah melaksanakan itu, sehingga masyarakat korban bencana dapat membangun kembali rumahnya, dibantu oleh semua pihak yang ada,” ujar Ade Manafe. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

INTERNASIONAL

Pakai Busana Tenunan Alor dan Amarasi, Putra-Putri SBD Raih Prestasi di Malaysia

Published

on

BERSAMA. Ketua dan Wakil Ketua Dekranasda NTT saat berpose bersama Ayu Munandar Alam dan Franklin Rudolf Kalumbang, Miss dan Mr. Petite Global.
Continue Reading

SOSBUD

Wisata Rohani Flores-Lembata, Kaum Bapak GMIT Temui Uskup Agung Ende

Published

on

BERSAMA. Rombongan PKBS GMIT, Majelis Klasis Flores, Majelis Jemaat GMIT Syalom Ende, dan Korda Flores-Flores Barat PKBS foto bersama Uskup Agung Ende, Mgr. Vincentius Sensi Potokota di tangga depan Istana Keuskupan Agung Ende.
Continue Reading

SOSBUD

Kisah Pilu Prada Daniel, Anak Yatim Asal Flotim yang jadi Siswa Terbaik Marinir, Ibunya jadi TKW tak Kunjung Pulang

Published

on

Prajurit Dua (Prada) Marinir Daniel Dalu Ritan.
Continue Reading
error: Content is protected !!