Connect with us

POLKAM

Bappeda Berperan Percepat Pertumbuhan dan Pembangunan Daerah

Published

on

Foto: IST

Kupang, Penatimor.com – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) memiliki peran vital untuk mempercepat pertumbuhan dan pembangunan daerah. Bappeda harus mampu melihat potensi dan memetakan persoalan yang ada di daerah.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat sampaikan ini dalam arahannya pada Rapat Kerja Kepala Bappeda/Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda)/BP4D se-Provinsi NTT di Kupang, Rabu (6/7/2019).

“Perencana itu mesti orang pintar. Juga punya confidence. Miliki rasa percaya diri yang tinggi. Melihat masa depan yang luar biasa, punya visi besar,” kata Laiskodat.

Menurut Laiskodat, Bappeda harus menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar mungkin. Selain itu, harus mampu melihat peluang dan potensi daerah, memetakan masalah serta melihat kecenderungan perkembangan pasar dunia.

“Begitu kita membuat perencanaan, kita harus langsung memetakan potensi daerah kita apa saja, masalah-masalah yang dihadapi dan jalan keluarnya bagaimana. Kalau ini berjalan dengan baik, kepala bappeda dapat memberi masukan atau bahkan teguran kalau gubernur atau bupatinya berjalan di luar perencanaan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Laiskodat menegaskan, perencanaan harus dilakukan secara holistik, karena para investor tertarik untuk menanamkan modalnya di daerah ini jika perencanaan terarah ke masa depan.

“Ketika kita berbicara tentang pariwisata sebagai prime mover ekonomi NTT, kita tidak sedang mengabaikan pertanian, peternakan, perikanan dan bidang lainnya. Bidang-bidang ini justru penting sebagai rantai pasok utama pariwisata,” ujarnya.

“Rantai pasok ini mesti berasal dari potensi daerah kita yang sangat kaya ini. Bappeda juga dapat mendesain bagaimana menciptakan lingkungan yang bersih, tertib dan rancang kemampuan berbahasa Inggris yang baik. Semua ini jadi tugas perencana untuk mendesainnya,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Laiskodat menantang para kepala Bapeda se-NTT untuk merancang kegiatan festival budaya setiap tahunnya. Karena kegiatan seperti ini punya dampak ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat. Event Organizernya (EO) tidak boleh dari luar, tapi dari masyarakat sendiri.

“Saya mengharapkan rapat ini dapat mendorong kegiatan seperti itu. Saat festival tersebut, semua peserta wajib pakai sarung tenun NTT. Anak-anak sekolah, mahasiswa, wartawan dan semua yang hadir wajib pakai tenunan daerah. Kopi yang disuguhkan dalam acara juga harus kopi asal NTT. Bisa dibayangkan, pertumbuhan dan pendapatan masyarakat dari kegiatan seperti itu. Pasti sangat luar biasa,” papar Viktor.

Gubernur Laiskodat juga sempat meminta konfirmasi kepada para Kepala Bappeda Kabupaten/Kota yang hadir terkait PAD daerahnya. “Banyak dari kita yang belum berani menetapkan target PAD yang tinggi karena belum mengetahui dan menggali secara maksimal potensi daerahnya,” tandasnya.

Sejumlah kepala Bappeda yang ditemui di sela-sela acara mendukung ide-ide konstruktif Gubernur. Diyakini kalau setiap daerah konsisten untuk mengembangkan potensi daerahnya, maka akan meningkatkan pendapatan daerahnya.

“Pada prinsipnya, kita setuju dengan arahan dari Bapak Gubernur. Kita di Manggarai siap untuk mengembangkan potensi kopi yang sudah memiliki sertifikat. Kalau daerah lain selenggarakan festival dan butuh kopi Manggarai, kami siap memasoknya,” ungkap Ardi Empang, Kepala Bappeda Manggarai.

Sementara itu, Sekretaris Bappeda Nagekeo, Hildergadis M. Kasi menjelaskan, salah satu potensi yang sedang dikembangkan oleh Kabupaten Nagekeo adalah garam. Dan saat ini sedang dikelola oleh investor yaitu PT. Cheetam Garam Indonesia seluas 36 hektar dari 56 hektar.

“Mereka memang minta perluasan lahan, tapi masih perlu pembicaraan lanjut lintas sektoral. Sementara itu sekitar lebih dari 20-an ribu hektar dikelola oleh kelompok masyarakat yang dinamakan kelompok pugar, jadi usaha garam rakyat. Kami mengusulkan untuk pemdampingan dan pemberdayan kelompok ini bisa diintervensi juga oleh Provinsi dan Pusat,” katanya.

Plt. Kepala Bappelitbangda NTT, Lecky Frederich Koli mengungkapkan, Raker tersebut bertujuan untuk sinkronisasi dan harmonisasi program kegiatan Provinsi dan Kabupaten/Kota se- NTT.

“Target kita untuk tahun 2020 adalah pertumbuhan ekonomi sebesar 6,6 persen, pertumbuhan inflasi 3 sampai dengan 3,6 persen, Indeks Pembangunan Manusia 63,35, angka Kemiskinan turun menjadi 16 persen, usia harapan hidup rata-rata 66,9 tahun dan peringkat Laporan Penyelenggaran Pemerintahan Daerah secara Nasional (LPPD) berada pada urutan 18,” sebut Lecky. (R2)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POLKAM

Jelang Natal-Tahun Baru, Polda NTT Antisipasi Ancaman Terorisme

Published

on

Kapolda NTT Irjen Pol Hamidin
Continue Reading

POLKAM

Dukungan Golkar NTT untuk Airlangga Hartarto Sudah Harga Mati

Published

on

Melki Laka Lena
Continue Reading

POLKAM

Jasman Abdulah Siap Pimpin Alor Pasca Djobo

Published

on

Jasman Abdulah saat berdiskusi bersama sejumlah aktivis mahasiswa asal Alor di Kupang, Rabu (20/11).
Continue Reading
loading...