Connect with us

UTAMA

Sukseskan Program Kapolri, Brimobda NTT Gandeng Media

Published

on

Suasana temu akrab Dansat Brimob Polda NTT Kombes Pol Deonijiu De Fatima dan komunitas wartawan NTT, Selasa (5/3).

Kupang, penatimor.com – Satuan Brimob Polda NTT sedang melakukan pembenahan untuk memberikan sosialisasi tentang tugas dan tanggung jawab anggota Brimob dan berusaha mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah hukum Polda NTT.

Selain itu Sat Brimob juga sedang menjalankan program promoter yang dicanangkan Kapolri, sesuai dengan poin ke 4 tentang IT, pihaknya tidak berjalan sendiri namun harus bersama-sama dengan media untuk mempublikasikan kegiatan kepada masyarakat agar masyarakat dapat mengetahui tugas serta tanggung jawab dari pada anggota Brimob.

Untuk menindaklanjuti niat Kapolri dalam melayani masyarakat, Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda NTT menggelar temu akrab bersama komunitas wartawan NTT di ruang rapat Mako Brimob Polda NTT, Selasa (5/3).

Kegiatan yang dilangsungkan sekitar pukul 09.00 ini dipimpin langsung oleh Dansat Brimob Polda NTT Kombes Pol Deonijiu De Fatima, S.I.K., S.H., di didampingi perwakilan komunitas wartawan NTT, Kristo Ngai.

Hadir pula pula Kasie Ops Satbrimob Polda NTT AKP Bayu Purdantono, S.I.K, perwira Sat Brimob, staf dan Bhayangkari Sat Brimob Polda NTT serta puluhan wartawan dari media televisi, cetak dan online di Kota Kupang.

Dalam kesempatan tersebut, Kasi Ops Sat Brimob Polda NTT AKP Bayu Purdantono, S.I.K dalam sambutannya mengawali kegiatan itu, menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan peliputan dan publikasi yang selama ini dilakukan oleh awak media.

Dijelaskannya, selama ini kepolisian terus berupaya untuk menjadikan Polri sebagai lembaga seturut visi Kapolri, yakni terwujudnya Polri yang makin profesional, modern dan terpercaya ‘Promoter’.

Melalui kegiatan tersebut, AKP Bayu berharap dapat terjalin keakraban dan komunikasi serta koordinasi yang baik antara pihak kepolisian dengan wartawan sesuai dengan program promoter, pada poinnya yang kedua dari sebelas poin tentang teknologi dan informasi.

“Melalui peranan media maka institusi Polri terkhusus Sat Brimob NTT dapat lebih dikenal dan dipercaya oleh masyarakat sesuai dengan promoter yang ada,” katanya.

Dansat Brimob Polda NTT Kombes Pol Deonijiu De Fatima dalam kesempatan tersebut juga berharap kemitraan dengan para wartawan terjalin dengan baik.

Dia mengaku niatnya untuk menggelar kegiatan tersebut sudah ada sejak lama, namun dengan berbagai kesibukan sehingga baru diselenggarakan.

“Kegiatan ini harus dijalankan. Mungkin kalau kita ketemu di jalan tidak saling kenal. Orang bilang tak kenal maka tak sayang,” ungkap Kombes Deonijiu.

Dia mengatakan bahwa dalam waktu dekat masyarakat akan menggelar pesta demokrasi sehingga sudah seharusnya hubungan ini segera dibangun untuk bersama-sama mengawal dan mensukseskan Pemilu yang damai, jujur dan adil.

“Apalagi kita hadapi pesta demokrasi yang unik dan baru kali pertama dilaksanakan, dimana lima pemilihan dilaksanakan sekaligus. Kita sangat membutuhkan kerja sama yang baik,” ujarnya.

Dalam mengamankan keamanan di NTT tidak hanya satu instansi atau pemerintah, namun dibutuhkan kerja sama yang baik dari semua elemen masyarakat Indonesia pada umumnya, dan pada khususnya masyarakat di NTT.

“Marilah kita bersama media menjalankan tugas agar betul-betul sesuai dengan norma, etika dan SOP, sehingga ikut membantu mengingatkan kami untuk melaksanakan tugas-tugas dengan baik,” katanya.

Selain itu, Kombes Deonijiu juga berharap adanya komunikasi yang cepat antara wartawan dan pihak kepolisian terkait peristiwa di tengah masyarakat, baik itu konflik maupun potensi akan terjadinya konflik.

Hal tersebut dimaksudkan agar secara kolektif dapat dipantau dan diantisipasi oleh pihak kepolisian.

“Intinya, pertemuan ini mendekatkan Brimob dan media. Dan dalam kerja-kerja kita saling menolong, saling mengisi dan saling melengkapi. Bangsa kita adalah bangsa yang besar, kita tidak boleh saling menjatuhkan tapi saling melengkapi sehingga wilayah kita NTT ini cepat maju,” paparnya.

Dalam pelaksanaan tugas kedepannya, kata Deonijiu, pihaknya mengajak semua komponen termasuk media massa untuk saling membantu. Karena negara membutuhkan semua elemen sehingga negara kita maju dan modern tergantung dari manusia-manusia yang ada.

“Oleh karena itu sama-sama kita berpikir positif dan mari kita membangun SDM dengan tata krama dan etika yang ada, sehingga kita turunkan kepada adik-adik kita atau anak-anak kita,” tambahnya.

Perwakilan wartawan, Kristo Ngai dalam sambutannya berharap dari pertemuan bersama tersebut hubungan antara pihak kepolisian dan para wartawan semakin terjalin erat.

Mantan Ketua IJTI Provinsi NTT itu menjelaskan, dengan hubungan baik yang telah terjalin, diharapkan juga koordinasi, komunikasi serta informasi bagi para wartawan, terlebih untuk peristiwa yang memiliki nilai berita tinggi.

“Kalau dalam operasi yang bernilai berita tinggi kami kadang-kadang minta untuk liputan mungkin diberi informasi. Di bulan-bulan depan tentu ada banyak peristiwa, kami berharap dengan temu akrab ini kita semakin akrab,” jelasnya.

Lebih lanjut, dengan koordinasi yang baik, secara kolektif tentunya pihak kepolisian dan awak media bersama membangun masyarakat yang tentram demi kemerdekaan pers.

Di lain sisi, pihaknya juga mengajak Polri lebih khusus Sat Brimob Polda NTT untuk bersama melawan berita hoax. Dirinci bahwa Provinsi NTT terdapat 4 organisasi wartawan yang menjadi wadah bagi wartawan.

Organisasi wartawan tersebut, lanjut Kristo, di antaranya Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Ikatan Wartawan Online (IWO) NTT.

Kristo menjelaskan, tujuan organisasi itu juga untuk mempertegas status kewartawanan seseorang, sebab wartawan yang sudah masuk dalam organisasi itu sudah dipastikan statusnya seorang wartawan.

Selain itu, wartawan yang sudah tergabung dalam organisasi tersebut sudah memenuhi standar sebagai jurnalis yang berkompeten. (R3)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Jonas Salean ‘Bebas’

Published

on

Jonas Salean saat meninggalkan kantor Kejati NTT, Selasa (27/10/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Kajati NTT jangan Campuradukkan Wewenang Administrasi Negara dan Wewenang Penuntutan Jaksa

Published

on

Petrus Salestinus (NET)
Continue Reading

UTAMA

VIRAL! Video Seorang Pria di NTT Digantung Kepala di Bawah, Ibu Korban Minta Keadilan

Published

on

Seorang pria dihukum dengan cara digantung kepala di bawah.
Continue Reading
loading...