Connect with us

HUKRIM

Polisi Tangkap 3 Nelayan di Perairan Rote

Published

on

Tiga nelayan yang ditangkap polisi di wilayah perairan Pantai Baru, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (23/2).

Kupang, penatimor.com – Pihak Direktorat Polair Polda NTT berhasil menangkap tiga orang nelayan asal Kabupaten Rote Ndao yang membawa bahan peledak untuk menangkap ikan di wilayah perairan Pantai Baru, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (23/2).

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules Abraham Abast, S.I.K., saat dikonfirmasi, Kamis (28/2), membenarkan penangkapan tersebut.

Dijelaskan, penangkapan tersebut berawal saat tim Sie Lidik Subdit Gakkum bersama kru KP Timor-3016 Dit Polairud Polda NTT melakukan patroli di wilayah perairan Pantai Baru, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, pada posisi 10º 32’ 748” LS – 123º 13’ 426” BT, sekitar pukul 08.15.

Ketiga nelayan yang diamankan masing-masing berinisial MM (28), warga Pantai Baru, Desa Tesabela, Kecamatan Rote Timur, serta HA (20) dan SB (30), nelayan asal Desa Oenggae Kecamatan Rote Timur.

“Para tersangka ini diamankan petugas pada saat hendak melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak tersebut di sekitar perairan Pantai Baru,” ujarnya.

Atas kejadian, lanjut Jules, petugas lalu mengamankan barang bukti berupa satu unit kapal tanpa nama, satu unit sampan, dua buah bom rakitan, tiga bungkus plastik campuran pupuk cantik dan minyak tanah, enam buah kep, delapan buah sumbu, 13 buah kep yang belum jadi, dua buah korek api gas, satu bungkus plastik campuran pupuk cantik dan serbuk korek api serta satu bungkus plastik serbuk korek api.

Ditambahkan, petugas juga mengamankan empat gulungan benang, 10 pak korek api, satu plastik obat nyamuk bakar, satu buah gunting, satu botol bekas ukuran besar, satu botol bekas bir hitam ukuran sedang, tiga botol bir bintang ukuran sedang, tujuh botol bir ukuran besar, satu buah waring, satu buah pukat, satu gulungan selang kompresor, satu unit kompresor, satu buah dayung, dua buah senter kepala, dan satu buah cool box.

“Ikut diamankan juga tiga unit HP milik para tersangka masing-masing satu unit HP Nokia warna hitam, satu unit HP Mito warna hitam dan satu unit HP Mito warna putih,” kata mantan Kapolres Manggarai Barat itu.

Lebih lanjut terhadap kasus tersebut, sedang ditangani penyidik Dit Polairud Polda NTT dengan laporan polisi Nomor: LP/01/II/2019/Polda NTT/Ditpolairud tanggal 23 Februari 2019.

“Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 tahun 1951 junto Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara maksimal 20 tahun,” tutupnya. (R3)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

HUKRIM

Penyidik Polda Limpahkan Berkas Ira Ua ke Kejati, Pesan WA jadi Bukti Utama

Published

on

Tersangka Ira Ua tampak memakai baju tahanan warna orange saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolda NTT, Jumat (27/5/2022) sore.
Continue Reading

HUKRIM

Korupsi Alkes Rp 2,7 Miliar di TTU, Jaksa Akan Jemput Paksa 3 Saksi, Berpotensi Tersangka

Published

on

Tersangka IWN dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat lantaran jatuh sakit saat menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri TTU.
Continue Reading

HUKRIM

SALUT! Kapolres Kupang Selamatkan Kerugian Negara Rp 2 Miliar dari Pajak Galian C, Disetor 8 Perusahaan

Published

on

Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto bersama Bupati Kupang Drs Korinus Masneno saat serah terima uang Rp 2 miliar lebih di Mapolres Kupang.
Continue Reading
error: Content is protected !!