Connect with us

UTAMA

Kapolda NTT: Bintara Polri Harus Profesional, Beri Pelayanan Terbaik

Published

on

Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman menyalami anggota Bintara Polri Perbatasan di Aula SPN Polda NTT, Kamis (28/2) pagi.

Kupang, penatimor.com – Bintara Polri yang sudah tujuh bulan menjalani pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda NTT diharapkan menjadi agen perubahan.

Bintara Polri yang sebentar lagi dilantik juga diingatkan jangan merasa puas, tetapi terus mengembangkan diri dan belajar terus karena pendidikan formal Polri tidak bisa mengakomodir dan mengadopsi perkembangan di luar.

Hal ini disampaikan Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman saat memberikan arahan dalam rangka pembekalan siswa pembentukan bintara Polri perbatasan TA. 2018/2019, yang didampingi Ka SPN Polda NTT Kombes Pol Nanang Putu Wardianto, SSt MK., di Aula SPN Polda NTT, Kamis (28/2) pagi.

“Silahkan kembangkan diri, tidak cukup dengan pendidikan dan ketangkasan keterampilan yang didapatkan di lembaga pendidikan selama masa pendidikan dan latihan kerja,” ujar jenderal dua bintang itu.

Kapolda Raja meminta seluruh siswa harus melakukan semua kegiatan dengan bersyukur kepada Tuhan, karena untuk menjadi anggota Polri seutuhnya perlu pengalaman dan pengetahuan lebih lengkap.

Diingatkan pula bahwa siswa akan dilantik pekan depan menjadi bintara Polri, sehingga pengalaman-pengalaman di SPN Polda NTT dan selama latihan kerja bisa menjadi bekal dalam pelaksanaan tugas untuk bangsa dan negara ini.

Kapolda juga mengingatkan soal tugas Polri yakni melindungi warga negara Indonesia dan sebagai pelindung, pengayom, pelayan dan penegak hukum.

“Utamakan aspek pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat,” tegas Kapolda.

Mantan Kadiv Hukum Polri itu menegaskan soal tugas pokok Polri pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

“Kalian semua sudah menandatangani kontrak sebagai anggota Polri maka sudah menjadi pelayan. Anda-anda lah yang melayani masyarakat bukan kalian yang dilayani. Kalian dituntut menjadi agen perubahan di lingkungan,” ujar Kapolda.

Bintara Polri pun harus menjadi ujung tombak Polri karena berada di tengah-tengah masyarakat. Saat siswa menjadi bintara Polri maka secara otomatis sudah melekat kewenangan kepolisian sehingga anggota Polri harus mengembangkan diri karena perkembangan diluar sangat cepat.

Aspek pengembangan diri sangat penting serta anggota Polri harus terus maju.

“Perlu ingatkan pada diri sendiri bahwa anggota Polri melekat dengan kewenangan sesuai UU Kepolisian. Harus tunjukkan kemampuan dengan berprestasi,” tandas Kapolda.

Sambil mengingatkan agar anggota Polri melayani dan memperlakukan sama semua masyarakat yang membutuhkan pelayanan karena masyarakat butuh pelayanan polisi.

“Beri pelayanan terbaik dan jangan membeda-bedakan. Jadilah pelayan masyarakat yang baik,” tambah Kapolda.

Diingat juga bahwa pimpinan Polri tidak segan-segan melakukan tindakan tegas pada semua anggota Polri yang melakukan pelanggaran dan tindak pidana sehingga anggota Polri harus menghindari tindakan tidak terpuji.

Kapolda juga meminta agar bintara Polri angkatan 43 sedapat mungkin menghindari tindakan yang menyimpang.

“Sayang kalau harus dikeluarkan dari anggota Polri. Karena bukan hanya kalian yang malu tapi keluarga pun akan malu,” ujar Kapolda.

Lebih lanjut Kapolda mengingatkan kalau saat ini ada krisis kepercayaan masyarakat pada Polri, namun sekarang Polri sudah cukup dipercayai oleh masyarakat.

Harapannya kepercayaan masyarakat meningkat dengan kehadiran bintara Polri angkatan 43 di masyarakat.

“Jadilah sosok Polri yang profesional dan humanis. Berikan pelayanan terbaik dengan ramah dan senyum. Change of agen,” pinta Kapolda.

Dia juga mengingatkan agar bintara Polri senantiasa menjaga loyalitas dan solidaritas sesama teman dan pimpinan. Di sisi lain, Kapolda berharap anggota Polri menghindari sikap hedonisme dan sikap mewah tidak perlu ditonjolkan.

“Kalau perlu bantu masyarakat jika ada harta melimpah,” tegas dia.

Pengarahan Kapolda NTT diisi pula dengan sesi tanya jawab. Kapolda meminta sejumlah siswa menjelaskan berbagai hal mengenai tugas kepolisian dan kebijakan Kapolri.

Kehadiran dan kepulangan Kapolda NTT dari ruang pertemuan diwarnai yel-yel dari 188 orang siswa bintara Polri maupun para pengasuh.

Usai pengarahan Kapolda, dilanjutkan dengan pengarahan Ketua Bhayangkari Polda NTT, Ny. Hera Raja Erizman dihadiri sejumlah pengurus Bhayangkari Polda NTT. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UTAMA

VIRAL! Video Seorang Pria di NTT Digantung Kepala di Bawah, Ibu Korban Minta Keadilan

Published

on

Seorang pria dihukum dengan cara digantung kepala di bawah.
Continue Reading

LIFESTYLE

HUT Ke-3 Kupang Max Owner, Lakukan Bansos di 3 Kabupaten

Published

on

Keluarga besar Motor Kupang Max Owner.
Continue Reading

UTAMA

Komodo Halangi Truk, Ansy Lema: KLHK adalah Pengawal Konservasi TNK, Bukan Pemberi Izin

Published

on

Seekor Komodo menghalangi truk pembawa muatan untuk pembangunan model Jurassic Park yang kini dilakukan Kementerian PUPR di Pulau Rinca.
Continue Reading
loading...