Connect with us

SOSBUD

Meriah, Syukuran HUT XXXI WHDI di Kupang

Published

on

Warga WHDI Provinsi NTT dan Kota Kupang pose bersama saat acara syukuran HUT XXXI di Pura Oebananta Oeba, Minggu (17/2).

Kupang, penatimor.com – Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi NTT dan Kota Kupang menggelar acara syukuran HUT XXXI di Pura Oebananta Oeba.

Acara syukuran yang berlangsung pada Minggu (17/2) ini mengusung tema, Peranan Wanita Hindu Dharma Indonesia dalam melaksanakan Dharma Negara.

Adapun beberapa rangkaian acara yang digelar sebelum acara seremonial perayaan HUT WHDI.

Diantaranya, lomba nyanyian suci yang biasanya ditampilkan saat ada upacara keagamaan di pura, atau saat ada kedukaan.

Adapun lomba tarian Rejang Renteng, tarian ini juga merupakan tarian suci yang biasanya dibawakan oleh kaum perempuan saat acara keagamaan, lomba merias wajah dan sanggul sekaligus gashion show busana ke pura.

Ketua WHDI Provinsi NTT dr. Dewa Ayu Made Dwi Suswati, mengatakan, untuk HUT WHDI sendiri jatuh pada 12 Februari. WHDI terbentuk sejak tahun 1988 dan tahun 2019 ini sudah berusia 31 tahun.

Tahun ini kata Ayu, ada beberapa kegiatan yang dilakukan sebelum acara puncak perayaan HUT XXXI WHDI.

Acara penyambutan mulai digelar sejak 26 Januari lalu, diantaranya kegiatan senam, sosialisasi kesehatan, WHDI mengambil bagian di Posyandu Lansia dan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis, konseling gizi, penyuluhan depresi pada lansia, DBD, penyuluhan abate dan langsung membagikan abate kepada masyarakat.

“Jadi WHDI bukan hanya hadir bagi anggota atau internal WHDI sendiri, tetapi juga hadir untuk masyarakat umum, dengan berbagai kegiatan sosial, kesehatan dan lainnya,” ujarnya.

Ayu menjelaskan, maksud dari tema yang diangkat tersebut adalah umat Hindu mempunyai dua kewajiban yaitu kewajiban kepada agama dan kewajiban kepada negara.

Kewajiban kepada agama disebut Dharma Agama dan kewajiban kepada negara disebut Dharma Negara.

“Jadi memasuki tahun politik ini, WHDI juga hadir untuk mengedukasi masyarakat dan bersama-sama mengawal jalannya tahun politik ini agar berlangsung secara santun dan bersih,” ujarnya.

Untuk program kerja, lanjut Ayu, tahun 2019 ini WHDI akan terus membina dan melantik WHDI yang ada di kabupaten-kabupaten. Tahun ini juga akan dibentuk di Kabupaten Alor, Sikka dan Ende.

“Selama ini WHDI sudah ada di 10 kabupaten dan satu kota, yaitu Kota Kupang, daratan Timor, Sumba, Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Manggarai Barat, Ende dan lainnya. Ditargetkan agar di semua kabupaten dan kota di NTT dapat dikukuhkan pengurus WHDI,” ujarnya.

Dia berharap, WHDI tetap mampu mengabdi dan berkarya untuk keluarga, agama, organisasi, dan untuk negara dan bangsa.

“Untuk WHDI kabupaten juga sudah menggelar acara memperingati HUT WHDI yang acaranya digelar di masing-masing kabupaten,” ungkapnya.

Sementara itu, dr. Shinta SpKj, selaku Ketua WHDI Kota Kupang, mengatakan, WHDI diharapkan dapat menjadi salah satu organisasi yang terus berperan bagi masyarakat terutama dalam kegiatan sosial dan kesehatan.

“Tentunya organisasi WHDI ini dapat membina kerja sama dan rasa kekeluargaan antar sesama anggota WHDI, serta bersama-sama memberikan kontribusi positif bagi masyarakat umum, terutama dalam bidang kesehatan, dan yang paling penting sehat jiwa dan raga,” kata dr. Shinta. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KOTA KUPANG

Dukung Pengrajin Tenun, IAD NTT Kompak Pakai Sarung

Published

on

Plt. Kajati NTT dan Ketua IAD Wilayah NTT berpose bersama jajaran pengurus dan anggota IAD di Taman Ina Boi, Selasa (16/1/2024).
Continue Reading

SOSBUD

Pertamina Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi

Published

on

Perwakilan Pertamina menyerahkan bantuan kepada warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi.
Continue Reading

SOSBUD

Polda NTT Beri Dukungan Signifikan untuk Penanganan Dampak Erupsi Gunung Lewotobi

Published

on

Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K.
Continue Reading