Connect with us

HUKRIM

Polres Kupang Kota Amankan 3 Motor Curian di Flotim

Published

on

Yance Kadiaman

Kupang, penatimor.com – Polres Kupang Kota kembali mengamankan sepeda motor curian.

Sebanyak tiga unit motor menjadi barang bukti di Mapolresta, masing-masing 2 unit Yamaha Vixion dan 1 unit Honda Beat.

Sepeda motor diamankan polisi di Kabupaten Flores Timur (Flotim), tepatnya di wilayah Posto, Tanjung Bunga dan Adonara.

Sepeda motor hasil kejahatan itu kemudian dibawa ke Kupang menggunakan pelayaran kapal fery ASDP, Jumat (22/2).

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooynafi melalui Kanit Pidum Ipda Yance Kadiaman, saat diwawancarai di ruang kerjanya, mengatakan, tiga unit sepeda motor yang diamankan merupakan hasil pengembangan dari kasus curanmor di Kota Kupang yang penyidikan nya sudah rampung dan para pelaku telah dilimpahkan ke Kejaksaan untuk menjalani proses persidangan di Pengadilan.

“Jadi ini hasil pengembangan. Berdasarkan pengakuan dari para tersangka sebelumnya bahwa ada beberapa unit motor yang sudah dikirim ke teman mereka yang ada di Larantuka, Adonara maupun Lembata,” sebut Yance.

Menindaklanjuti informasi tersebut, lanjut Yance, tim Buru Sergap (Buser) Polres Kupang Kota dipimpin langsung dirinya bergerak ke Flotim.

“Di sana (Flotim), berdasarkan informasi dan bantuan dari beberapa masyarakat, kita berhasil menemukan tiga unit motor ini di wilayah pedalaman yang cukup jauh,” ungkap Yance.

Saat ditemukan, menurut Yance, sepeda motor curian itu sedang digunakan oleh para petani untuk mengangkut hasil kebun dan aktivitas lainnya.

“Ternyata motor-motor itu dapat dipastikan dijual. Para tersangka ini menipu para petani tersebut bahwa motor ini milik mereka dan nanti setelah panjar dan beberapa waktu kemudian akan diserahkan surat-surat nya apabila telah lunas,” beber Yance.

Perwira dengan pangkat satu balok di pundak itu, melanjutkan, pihaknya pun menjelaskan ke para petani yang menguasai motor-motor tersebut bahwa kendaraan yang digunakan tersebut adalah hasil curian.

“Kami bawa identitas motor yang sesuai dengan laporan polisi yang ada di sini. Jadi dapat dipastikan tiga motor itu adalah hasil curian dan laporan polisinya di Polres Kupang Kota,” tandas Yance.

“Setelah kita sesuaikan identitas, baik itu nomor mesin dan nomor rangka ternyata sama, jenis motor juga sama, kemudian kita cocokan dengan korban, korban pun membenarkan bahwa itu motornya, sehingga motor-motor itu digeser ke Kupang,” sambung dia.

Mengenai proses selanjutnya, Yance mengaku pihaknya telah memberikan pemahaman kepada beberapa masyarakat di Flotim, khususnya yang membeli motor-motor curian tersebut.

“Jadi mereka di sana setelah kita jelaskan, mereka sangat paham berkaitan dengan proses hukum yang berjalan dan mereka menerima. Untuk itu kita lanjutkan ke proses selanjutnya yaitu penyidikan,” ungkap Yance sembari mengaku selama pengembangan kasus ini, mereka dibantu personel Resnarkoba dan Paminal Polres Flotim.

Masih menurut Yance, setelah pihaknya melakukan pemeriksaan berkas-berkas dan keterangan tersangka, ternyata tiga motor tersebut dicuri oleh tersangka Rio.

“Tersangka Rio ini sudah kita limpahkan berkas perkaranya ke Kejaksaan dan tinggal tunggu sidang. Jadi proses hukumnya terus bergulir untuk dia (Rio) pertanggungjawabkan berkas perkara selanjutnya,” sebut dia.

Menurut Yance, sesuai informasi dan keterangan tersangka, diketahui bahwa pelaku yang mendistribusikan motor curian ke Flotim sebanyak tiga orang.

“Dua pelaku sudah kita tetapkan DPO, satunya juga akan menyusul DPO. Dan sesuai informasi yang saat ini kami tampung, tiga orang ini berperan penting berkaitan dengan pendistribusian motor curian ini ke sana, dan saat ini kami terus melakukan pengejaran terhadap ketiga orang ini,” tegas Yance.

Ditambahkan, sesuai pengakuan para petani yang membeli motor curian itu, bahwa mereka telah mencicil sejak bulan Juni 2018, dengan uang muka senilai Rp 7 juta untuk satu unit Yamaha Vixion.

Penyidik juga masih mendalami peran para pembeli motor curian tersebut, apakah sebagai penadah atau korban.

“Kita masih dalami, karena para petani ini diiming-imingi oleh pelaku,” pungkas Yance Kadiaman. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Petani di Malaka Tewas Diterkam Buaya di Sungai Benanain

Published

on

Waka Polres Malaka, Kompol Ketut Saba.
Continue Reading

HUKRIM

Nodai Penyandang Disabilitas di Kupang, Pria 42 Tahun Ditangkap Polisi

Published

on

Andreas Banase, terduga pelaku pencabulan anak di bawah umur diamankan Tim Buser Polres Kupang Kota, Kamis (16/4/2021).
Continue Reading

HUKRIM

Resdiana Ndapamerang Perintah Buat Peta Bidang Tanah Mabar Seluas 24 Ha

Published

on

Sidang perkara dugaan korupsi tanah Pemkab Manggarai Barat di Pengadilan Tipikor Kupang.
Continue Reading