Connect with us

HUKRIM

Warga Oebelo Tewas Gantung Diri

Published

on

Korban Simon Mudak tampak dibaringkan di ruang tamu rumahnya, Sabtu (23/2).

Kupang, penatimor.com – Aksi nekat untuk mengakhiri hidup dengan cara menggantung diri kembali terjadi.

Kejadian itu menggegerkan warga RT 16/RW 06, Dusun III, Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Sabtu (23/2).

Pria yang teridentifikasi bernama Simon Mudak (SM) itu diketahui gantung diri oleh saksi Selfi Mudak (SM) dan Martha Mudak (MM) yang adalah adik dan ibu kandung korban sekitar pukul 22.00.

Para saksi dan korban sudah tinggal berpisah.

Pria berusia 33 tahun itu tinggal dengan kedua anaknya di rumahnya yang berjarak kurang lebih 50 meter dari rumah saksi.

Kapolres Kupang, AKBP Indra Gunawan, SIK., saat di konfirmasi wartawan, Minggu (24/2), membenarkan kejadian bunuh diri tersebut.

Kapolres menjelaskan, berdasarkan keterangan dari saksi SM dan MM bahwa awalnya sekitar pukul 23.00, saksi SM mendengar anak korban yang bernama Fani (5) dan Edison (3) menangis.

Mendengar tangisan kedua anak korban, saksi SM mendatangi rumah korban untuk mengetahui penyebab kedua anak korban menangis.

Namun saat tiba di rumah korban, SM menemukan semua pintu rumah tersebut dalam keadaan terkunci dari dalam.

Saksi SM berusaha memastikan penyebab kedua anak yang sementara menangis dengan mencoba mengintip dari celah pintu depan rumah korban.

Lalu ia melihat seorang laki-laki dewasa dalam keadaan tergantung tali pada regel rumah korban.

Merasa penasaran, SM kembali ke rumahnya lalu memberitahukan kepada MM terkait apa yang dilihat di dalam rumah korban.

Kedua saksi lalu kembali ke rumah korban untuk memastikan apa yang terjadi, namun setibanya di depan rumah, anak pertama korban membuka pintu rumahnya sambil menangis lalu kedua saksi masuk ke dalam dan menemukan korban gantung diri menggunakan seutas tali nilon.

Baca Juga :   Tipu Warga Puluhan Juta, Pengurus Aliansi Indonesia Posko Garuda Sakti NTT Dibekuk Polisi

“Kedua saksi berusaha menyelamatkan korban dengan cara mengangkat tubuh korban ke atas, namun korban sudah tidak bernyawa lagi,” kata Kapolres.

Warga yang mendengar tangisan histeris dari anak korban serta saksi lalu mendatangi rumah korban untuk menyaksikan kejadian tersebut.

Saksi berusaha melepaskan tali yang terikat di leher lalu membaringkan korban di atas lantai ruang tamu.

Kapolres menambahkan anggotanya yang mendapat laporan dari warga langsung mendatangi TKP sekitar pukul 24.00.

Saat tiba di TKP, warga sekitar sudah memenuhi rumah korban, sedangkan korban tampak tergeletak di lantai rumahnya dengan kondisi tidak bernyawa.

“Pada bagian leher korban terlihat bekas jeratan tali, sedangkan pada kayu regel di ruangan tamu rumah korban terdapat tali plastik berukuran panjang sekitar 2 meter dalam keadaan terikat dan tergantung di atas kayu regel rumah tersebut. Sedangkan sebuah kursi plastik dalam keadaan terbalik. Kursi tersebut diduga digunakan korban untuk mengakhiri hidupnya,” ungkap Kapolres.

“Setelah dilakukan pemeriksaan pada seluruh rumah korban tidak ditemukan kerusakan. Hasil pemeriksaan luar terhadap tubuh korban oleh petugas identifikasi Polres Kupang juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” sambung dia.

Informasi lain yang dihimpun, menyebutkan korban sebelum mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri, memperlihatkan tingkah laku yang berbeda dari sebelumnya.

Korban diketahui sudah pisah ranjang dengan istrinya yang telah pergi meninggalkan korban dan 2 orang anak dari hasil pernikanan mereka sejak 7 bulan lalu. (R3)

Loading...
Loading...
loading...

HUKRIM

Lakalantas Maut di Kupang, Sopir Tewas di Tempat, 5 Penumpang Luka-luka

Published

on

Mobil pikap Suzuki Carry tampak ringsek akibat tabrakan di Jalan Yos Sudarso, Tenau, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Kupang, penatimor.com – Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang mengakibatkan koban jiwa kembali terjadi di Kota Kupang.

Kali ini tabrakan antara sebuah mobil Suzuki Carry jenis pikap dengan mobil Nissan Terano di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di dekat gereja katolik Tenau, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Minggu (22/9).

Lakalantas maut yang terjadi sekira pukul 03.40 itu mengakibatkan pengemudi Suzuki Carry dengan nomor polisi DH 9910 AC itu meninggal dunia dan lima penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Kupang Kota Iptu Rocky Junasmi, S.IK.,MH., kepada wartawan, Minggu (22/9), mengatakan, lakalantas tersebut berawal saat mobil Suzuki Carry bergerak dari arah Bolok menuju Tenau.

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), mobil Nissan Terano dengan nomor B 1326 WUJ melaju dengan kecepatan tinggi dari arah berlawanan.

Tabrakan kedua mobil yang masing-masing dikemudikan oleh Yoseph Dongi (57) dan Marselinus Liwu (44) itu pun tidak dapat dihindarkan.

“Kedua mobil bertabrakan di tikungan, karena jaraknya yang sudah terlalu dekat,” ujar Rocky.

Dijelaskan, mobil pikap yang dikendarai Yoseph ditumpangi lima orang, masing-masing Maria Undis (52), Doroteus Djehabut (62), Nathalia Martina Ece (37), Saptio Biobernadimus Ngalu (3) dan Kristiano De Alves Djehabut (7).

Para korban merupakan warga RT 12/RW 02, Kelurahan Mbaumuku, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, dan warga Jalan Bhakti Karang RT 18/06, Kelurahan Oebobo, Kota Kupang.

Kasat Lantas melanjutkan, kejadian tersebut mengakibatkan pengedara mobil Suzuki Carry Yoseph Dongi langsung meninggal dunia di TKP.

“Para penumpang mengalami luka-luka dan sedang dirawat di RSUD W.Z. Yohanes Kupang,” ungkapnya.

Ditambahkan, korban meninggal dunia diketahui merupakan warga Jalan Bhakti Karya, RT 21/RW 07, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Baca Juga :   Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Kamar Kos

Sedangkan pengemudi mobil Nissan Terano Marselinus Liwu merupakan warga Jalan Timor Raya Km 18, Gudang CV. Bintang Timur l, Desa Tanah Merah, Kecamatan, Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. (wil)

Loading...
Continue Reading

HUKRIM

Bunuh Anak Sendiri, Polisi Segera Periksa Kejiwaan Dewi Regina Ano

Published

on

Tersangka Dewi Regina Ano saat dipindahkan dari RSU SK Lerik Kota Kupang ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.

Kupang, penatimor.com – Proses penyidikan kasus dugaan pembunuhan anak kembar berusia 5 tahun terus dilakukan penyidik Satreskrim Polres Kupang Kota.

Kedua korban merupakan anak dari pasangan suami istri Obir Masus (31) dan Dewi Regina Ano (24).

Polisi telah menetapkan Dewi Regina Ano sebagai tersangka.

Menurut pengakuan Dewi Regina Ano, dirinya nekat menghabisi dua buah hatinya itu lantaran kecewa dan dendam dengan suaminya Obir yang jarang memenuhi kebutuhannya.

Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana P. Tarung Binti, SIK., melalui Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH.,MH, kepada wartawan, Minggu (22/9), mengatakan, pihaknya akan memeriksaan kejiwaan tersangka ke psikolog.

“Kami akan jadwalkan untuk pemeriksaan tambah terhadap saksi yang juga adalah suami dan para korban,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Sikka itu.

Lanjutnya, selain saksi, juga akan dilakukan pemeriksaan psikolog dan tes psikologi terhadap tersangka.

“Untuk pemeriksaan terhadap tersangka kita akan menyesuaikan dengan kondisi kesehatannya,” tandasnya.

Sebelumnya, warga Jalan Timor Raya, RT 09/RW 03, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, digemparkan dengan kasus dugaan pembunuhan sadis terhadap dua orang anak yang baru berusia 5 tahun.

Kedua korban ditemukan bersimbah darah dengan luka bacok di bagian kepala.

Ibu mereka juga kritis disamping kedua anaknya yang telah meninggal, sehingga harus dilarikan ke RSUD S.K. Lerik Kupang untuk menjalani perawatan intensif.

Kejadian ini diketahui oleh Obir Masus ketika pulang dari kerja sebagai kuli bangunan.

Setibanya di rumah, Obir mendapati pintu rumah dalam keadaan terkunci sehingga ia memanggil kedua anaknya, namun tak kunjung dibuka.

Tidak lama berselang dirinya langsung mendobrak pintu. Saat itu pula ia menemukan kedua buah hati dan istrinya sudah tergeletak di lantai bersimbah darah. (wil)

Baca Juga :   Kejati Segera Gelar Perkara Tanah Jonas Salean, Saksi Bisa Tersangka
Loading...
Continue Reading

HUKRIM

Polisi Segera Rekonstruksi Kasus Bunuh Bayi di Kupang

Published

on

Ilustrasi bayi baru lahir (NET)

Kupang, penatimor.com – Polres Kupang Kota tengah melengkapi berkas perkara dugaan pembunuhan bayi oleh ibu kandung saat melahirkan di toilet kos yang berlamat di RT 42/RW 13, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Penyidik berencana akan melakukan rekonstruksi pada Rabu (25/9) mendatang.

Upaya rekonstruksi perbuatan penganiayaan yang mengakibatkan bayi meninggal dunia tersebut bertujuan melengkapi berkas perkara untuk dilimpahkan ke kejaksaan.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana P. Tarung Binti, SIK., melalui Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH.,MH., saat dikonfrimasi di ruang kerjanya, Jumat (20/9).

Dikatakan sudah lima orang saksi termasuk tersangka telah diperiksa namun untuk menguatkan keterangan tersangka maka perlu dilakukan rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP).

“Kita sudah jadwalkan, akan dilakukan rekonstruksi ulang perkara ini supaya jelas perbuatan dari ibu kandung ini. Rencananya akan dilangsungkan pada hari Rabu pekan depan,” tandasnya.

Selain akan melakukan rekonstruksi, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan terhadap korban.

“Hasil autopsi belum keluar dan diharapkan bisa diperoleh dalam waktu dekat sehingga bisa konfontir dengan keterangan tersangka,” imbuhnya.

Sebelumnya, polisi berhasil mengungkapkan pelaku dan motif pembunuhan terhadap bayi malang itu setelah mengamankan ibu korban atas nama Yuliana Virgina Samiyawa Muda (24) asal Desa Balaweling II, Kecamatan Solor, Kabupaten Flores Timur.

Tersangka Yuliana Muda saat melancarkan aksinya itu masih berstatus sebagai mahasiswa Universitas Aryasatya Deo Muri Kupang dan baru menjadi alumni empat hari.

Tersangka diketahui melancarkan aksi pidana penganiayaan anak yang mengakibatkan meninggal dunia tersebut pada Selasa (27/8) dan baru ditemukan membusuk sekitar pukul 13.00, pada Selasa (8/9).

Baca Juga :   Kompleks Kantor Gubernur Tak Aman, Seorang Anggota Pol PP Dijambret

Tersangka saat diperiksa mengaku, ayah dari bayi tidak berdosa itu merupakan salah satu pegawai harian lepas di salah sati instansi pemerintahan dan sudah berkeluarga berinisial NA (25).

Namun hubungan gelap antara tersangka dan NA berakhir pada bulan Februari 2019 lalu karena kekasihnya mengetahui kehamilan tersangka dan tidak ingin bertanggung jawab, sehingga tersangka malu dan takut sehingga bayi yang dilahirkan pun mendapat imbasnya.

Terhadap perbuatan tersangka yang menghilangkan nyawa manusia tersebut, dia dijerat dengan pasal 80 ayat 3 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 sebagaimana perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, jo Pasal 341 KUHP. (wil)

Loading...
Continue Reading
Loading...




Loading…

error: Content is protected !!