Connect with us

UTAMA

Temui Wapres, Senator NTT Minta Solusi Soal Wacana Penutupan Taman Komodo

Published

on

Anggota DPD RI asal NTT Adrianus Garu dan tim pose bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor Wapres RI, Senin (18/2).

Jakarta, penatimor.com – Anggota DPD RI asal NTT Adrianus Garu menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla, Senin (18/2).

Dalam pertemuan tersebut, senator NTT itu meminta solusi terhadap kegiatan perekonomian masyarakat setempat jika Pulau Komodo jadi ditutup oleh pemerintah daerah.

Sosok yang akrab disapa Andre itu mengatakan, sebagian besar masyarakat sekitar Labuan Bajo menggantungkan hidup dari kegiatan pariwisata di Pulau Komodo, sehingga jika Taman Nasional Komodo (TNK) ditutup maka perekonomian setempat dapat terganggu.

“Penutupan itu kan bertahap, untuk pengembangan dan perbaikan sarana, kami dukung yang begitu. Tetapi harus ada solusi juga, sudah ada ‘homestay’-nya, yang jelas masyarakat di sana utang ke bank, utang ke koperasi, bagaimana ini solusi dari pemerintah,” kata Adrianus usai menemui Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta.

Sebagian besar investasi di Labuan Bajo memang didominasi pihak swasta, sehingga dengan rencana penutupan Taman Nasional Komodo akan berpengaruh pada perekonomian setempat karena tidak ada kunjungan wisatawan ke sana.

Oleh karenanya, Adrianus menemui Wapres JK yang ditunjuk sebagai Duta Besar Pulau Komodo, dengan harapan dapat dicapai solusi agar konservasi Pulau Komodo dapat berjalan seiring dengan upaya peningkatan jumlah wisatawan.

“Karena beliau (Wapres JK) adalah Bapak Duta Komodo, sehingga kalau beliau mengeluarkan ‘statement’ tentang situasi masyarakat yang lagi resah dengan penutupan komodo, tentu ‘image’ baik masyarakat lokal maupun agen pariwisata akan pulih,” tambahnya.

Kondisi habitat komodo di Taman Nasional tersebut sudah semakin berkurang, ditambah dengan kondisi fisik komodo yang semakin kecil akibat berkurangnya rusa sebagai makanan komodo.

Hal itu yang mendorong pemerintah daerah setempat bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menutup sementara Pulau Komodo, agar konservasi hewan langka tersebut dapat optimal.

Andre juga menambahkan, Provinsi NTT seharusnya bangga karena termasuk 10 destinasi wisata baru, terutama karena ikon komodo.

“Kita bangga NTT menjadi 10 destinasi baru, dimana komodo jadi iconnya. Ini hal penting biar istilah NTT yang sering disebut Nanti Tuhan Tolong kita ubah jadi Nasib Tergantung Tourism” ujarnya sumringah.

Sebelumnya, terkait rencana penutupan tersebut, Wapres JK mengatakan bahwa destinasi wisata tersebut seharusnya tetap dibuka meskipun dilakukan pemeliharaan terhadap hewan Komodo.

“Jangan lupa, dikunjungi atau tidak dikunjungi, tetap saja (komodo) perlu makan,” kata Wapres belum lama ini di Jakarta.

Menurut JK, pengembangbiakan rusa dapat dilakukan di tempat lain, sehingga Pulau Komodo tidak perlu ditutup dan kegiatan pariwisata di sana dapat berjalan.

“Itu benar bahwa perlu makannya rusa, kambing itu lebih terkait. Kalau ada pertanyaan apa dikembangkan di tempat lain dulu lalu dibawa ke situ, itu bisa saja,” ujar Wapres. (R4)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UTAMA

Kejari Lembata Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Alam

Published

on

Kajari Lembata, Ridwan Sujana Angsar, SH.,MH., dan jajarannya berpose bersama sebelum menyalurkan bantuan kepada korban bencana alam di Kabupaten Lembata.
Continue Reading

POLKAM

Anita Gah Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kupang

Published

on

Anggota Komisi X DPR RI asal Dapil NTT 2, Anita Jacoba Gah, melakukan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan kepada masyarakat Desa Kuenheum, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Petani di Malaka Tewas Diterkam Buaya di Sungai Benanain

Published

on

Waka Polres Malaka, Kompol Ketut Saba.
Continue Reading