Connect with us

SELEBRITI

Dua Anak Pantar Bersaing di The Voice Indonesia

Published

on

Ronald Bramantyo Magang dan Jaqlien Elsy Maukaling.

Jakarta, penatimor.com – Di ajang pencarian bakat nyanyi level nasional The Voice Indonesia 2018, ada dua kontestan berdarah Pantar, Kabupaten Alor.

Mereka adalah Ronald Bramantyo Magang yang tampil dengan kota asal Atambua dan Jaqlien Elsy Maukaling dari Makassar.

Keduanya mengikuti jejak Mona Magang yang sebelumnya lolos menjadi finalis Indonesian Idol 2017.

Ronald Magang awalnya mencoba keberutungannya di babak Blind Audition The Voice Indonesia 2018.

Dia membawakan lagu Damai Bersamamu dari penyanyi legendaris Chrisye dan berhasil dipilih masuk dalam team Anggun.

Di babak knockout, Ronald tampil menyanyikan salah satu lagu hits Kla Project berjudul “Tak Bisa Ke Lain Hati”.

Dia berhasil menunjukan kapasitasnya sebagai penyanyi berbakat, sekaligus mampu memberikan rasa yang unik kedalam lagu sehingga terdengar begitu bernyawa.

Tak heran, Coach Titi tak melewatkan kesempatan untuk men-steal Ronald dari Coach Anggun, sehingga membuatnya berhasil masuk ke Battle Round bersama TeamTiti.

Kisah hidup kontestan The Voice Indonesia ini sangat mengharukan. Ronald telah ditinggal oleh kedua orangtuanya yang meninggal saat berusia dua tahun dan tinggal di panti asuhan sebuah gereja di Atambua.

Namun, dia memiliki kemauan yang besar untuk mengejar mimpinya dengan mengikuti The Voice Indonesia.

Pada penampilan pertamanya, suasana terasa tegang karena hampir di akhir lagu belum ada coach yang menekan tombol. Padahal, suara Ronald sangatlah bagus dengan penempatan nada dan emosi yang tertata.

Di ujung lagu, Coach Titi DJ dan Anggun akhirnya menekan tombol. Linangan air mata berjatuhan dari Ronald karena terharu ada coach yang memilihnya.

Coach Anggun pun memuji penampilan Ronald yang dinilai sangat bagus. Dia terkesan dengan gaya bernyanyinya yang penuh penghayatan.

“Kamu nyanyinya enteng dan tenang, tapi fokus sama isi. Itu lebih syahdu. Cara kamu bernyanyi seperti lagunya punya kamu,” ujarnya di panggung The Voice Indonesia, GTV, MNC Studios, Jakarta, Kamis (22/11/2018) lalu.

“Kontrol nada dan emosi bagus banget, persis kayak Vidi Aldiano kalau nyanyi. Saya sempat lupa, ini lagu siapa saking enaknya kamu bernyanyi,” ujar Coach Titi DJ memuji.

Ronald pun memilih di antara kedua coach yang menekan tombolnya. Dia diminta untuk menduduki kursi coach yang memilih dan menekan tombolnya. Dan, Ronald pun menekan tombol dari kursi Coach Anggun.

Sementara itu, Jaqlien Elsy Maukaling tak sekedar membius audience dengan suaranya yang merdu, Jaqlien juga berhasil menyuguhkan alunan gitar yang begitu apik di panggung Blind Auditions.

Suaranya begitu indah didengar walau Jaqlien tidak banyak melakukan improvisasi vokal. Tak heran, para coaches langsung berbalik untuknya.

Pada penampilan kedua, Jaqlin tampil membawakan lagu berbahasa Korea dan berhasil maju ke babak Knock Out bersama Team VidiNino.

Jaqlien Elsy Maukaling tidak pernah menyangka, impiannya menjadi seorang penyanyi terkenal kini telah didepan mata.

Meski harus melalui perjalanan dan rintangan, dia akan tetap semangat demi mewujudukan cita-citanya tersebut.

Jaqlien menceritakan perjalanan musiknya hingga mencapai titik ini.

Lahir dari keluarga musisi, Jaqlien mulai menyukai nada sejak usia belia.

“Papa ku suka nyanyi dan bisa bermain musik, mama ku juga suaranya indah, saya sayang mereka,” tuturnya.

Berbeda dengan sang kakak, Ronald Carlos Maukaling, yang hanya bisa memainkan semua alat musik namun, tidak pandai bernyanyi.

“Dia gak bisa nyanyi tapi bermain semua alat musik bisa. Kebalikannya, saya bisa nyanyi tapi hanya bisa gitar,” katanya.

Sesekali waktu, ia sering berkolaborasi bersama kakak meski hanya sekedar latihan.

Awal mulai melantunkan ada, Jaqline mengikuti lomba nyanyi di gereja saat duduk kelas enam SD.

Saat itulah, ia mulai menyadari memiliki bakat dan mengembangkan potensinya melalui latihan-latihan ringan.

“Dulu pertama kali nyanyi itu, pas lomba nyanyi di gereja saya juara 2. Mulai ada passion dan sudah tau bisa nyanyi itu pas SMA sampai sekarang,” jelasnya.

Masa kecil Jaqlien, tak bebas berekspresi dikarenakan, sang papa yang begitu tegas dan sangat kepada anak perempuan satu-satunya ini.

“Kecil itu sulit, sulit ngapa-ngapain. karena papaku orangnya tegas dan sangat protect,” katanya.

Meski seperti, Jaqlien mengatakan apa yang telah dilalukan sang papa karena bentuk sayang dan cintanya kepada sang anak.

“Cara orang tua mendidik itu berbagai macam cara. Itu karena mereka sayang dan ingin melihat kita jadi manusia nantinya,” tuturnya.

Berkat didikan sang papa lah, Jaqlien bisa sekuat papa nya.

Baginya musik, sudah menjadi bagian dari hidup dan seperti keluarga, dari musiklah Jaqlien bisa mandiri.

“Dari musik saya bisa kuliah dan kehidupan sehari-hari bisa terpenuhi,” katanya.

Beberapa kali Jaqlien perform dievent-event besar Makassar bersama para musisi.

Tidak hanya itu ia juga sempat membentuk band, namun baginya sulit menyatukan ide dan pemahaman.

Selain suara yang khas, karakter lain dari penyanyi wanita kelahiran Pare-Pare, 01 Juni 1998 ini adalah selalu membawa boneka yang digantungnya sambil memainkan gitarnya.

“Jadi Louie itu bonekanya sama dengan ponakan saya, kembar,” tuturnya.

Hadirnya boneka tersebut setiap kali bernyanyi diatas panggung, bisa mengingatkan Jaqlin kepada kemenakan tercintanya.

Ia juga mengatakan musik dapat menyatukan keluarga dan mempertemukannya dengan banyak orang hebat.

Salah satunya bisa berkolaborasi dengan musisi besar Indonesia, Superman Is Dead disalah satu acara merupakan pencapaian Jaqlien menjadi penyanyi.

Momen yang tak pernah dilupakan, penyanyi wanita yang mewakili Makassar dalam ajang pencarian bakat tersebut adalah saat makan malam bersama keluarga lengkapnya.

“Makan malam bersama keluarga lengkap dan berdoa bersama kakak di backstage The Voice, pertama kali seumur hidup saya berdoa bersama kakak,” katanya.

Ia yang menyukai Glenn Fredly dan John Mayer ini, mengatakan menjaga konsistennya dunia musik dengan cara menikmati.

Bukan hanya tentang musik, bagi Jaqlien semua hal yang dikerjakan perlu merasa nyaman agar tidak mengeluh ketika dijalankan.

“Menikmati. Bukan hanya bermusik, setiap kerjaan apapun itu harus dinikmati, jangan lupa bersyukur, tidak mengeluh karna kalau mengeluh kita malah tidak memotivasi diri sendiri,” jelasnya.

Banyak keinginan Jaqlien yang ingin digapainya melalui musik.

Salah satunya, bisa menjadi juara The Voice Indonesia dan memiliki album dicintai para penikmat musik.

Selain itu, ia juga ingin bersenandung dan sepanggung bersama idolanya Glenn Fredly.

Sosok yang paling berjasa dalam perjalanan karier Jaqlien adalah sang ibu, Ferderika Elodea Maukaling.

“Mama, selalu ada buat saya, selalu support, tempat curhat terbaik,” katanya.

Baginya, Ferderika Elodea Maukaling bisa memposisikan diri sebagai teman dan sahabat terbaik untuk Jaqlien. (R4)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SELEBRITI

Malam Ini Doddie Hibur Fansnya di GM New Zealand Steak

Published

on

Doddie Latuharhary (Foto: Wiliam Makani)

Kupang, penatimor.com – Dalam rangka Hari Bhayangkara ke-73, Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) menggelar event bertajuk, “Meat N Great Bersama Doddie Latuharhary”.

Event ini akan dilaksanakan di GM New Zealand Steak dan The Kings, yang beralamat di Jl. Frans Seda, No 8, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Rabu (10/7) malam.

Wakil Direktur Reskrimsus AKBP Dominicus Savio Yampormase, kepada wartawan di Mapolda NTT, siang tadi, Rabu (10/7), mengatakan, Doddie akan menghibur dan berbagi kebahagiaan bersama keluarga besar Polda NTT dan seluruh fans nya di Kota Kupang.

“Malam ini Doddie akan bertemu dan berbagi rasa bersama fans nya yang ada di Kota Kupang. Kita juga kesulitan tempat, jadi kita lakukan di halaman parkir GM New Zealand Steak dan The Kings,” jelas mantan Kapolres Alor dan Kapolres Kupang itu.

Sementara, Doddie Latuharhary mengaku sangat antusias saat diminta kesediaan mengisi acara HUT Bhayangkara di Polda NTT.

“Apalagi tanggal lahir saya juga tepat pada 1 Juli, dan bapak saya juga anggota Kepolisian,” ungkap Doddie usai tampil menghibur pada acara perayaan HUT Bhayangkara di Mapolda NTT

Sedangkan, Aloisius Bria Nahak selaku GM New Zealand Steak dan The Kings Kupang, mengaku sangat berbangga karena ada artis nasional yang peduli dan bisa menghibur masyarakat NTT dan menggunakan tempatnya. (wil)

Continue Reading

SELEBRITI

20 Juni, Film Rumah Merah Putih Tayang Serentak di Bioskop

Published

on

Jumpa pers saat premiere film Rumah Merah Putih di Lippo Plaza Kupang, Sabtu (16/6).

Kupang, penatimor.com – Penayangan perdana atau premiere film Rumah Merah Putih, produksi Alenia Pictures dilakukan di Cinemax Lippo Plaza Kupang, Sabtu (15/6) malam.

Acara ini dihadiri Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama Wakil Gubernur Josef Nae Soi, Wakapolda NTT Brigjen Pol Johni Asadoma, serta para pejabat Forkopimda NTT dan Kota Kupang.

Gubernur VBL mengaku bersyukur film ini akhirnya dapat ditayangkan untuk pertama kali nya di NTT.

“Kita juga sangat bangga dengan kehadiran film ini, karena melibatkan banyak anak-anak di NTT sebagai pemeran utama,” kata VBL.

Setelah diputar di Kota Kupang, lanjut dia, film yang mengangkat tema nasionalisme itu akan ditonton bersama Presiden Joko Widodo di Jakarta pada 17 Juni, dan tanggal 20 Juni akan diputar serentak di selurah bioskop di Indonesia.

Setelah pemutaran perdana film Rumah Merah Putih, langsung digelar jumpa pers bersama Gubernur NTT serta sutradara dan pemeran film.

Rumah Merah Putih bercerita tentang perjalanan anak-anak NTT di wilayah perbatasan untuk menyambut peringatan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus dengan segala permasalahan yang mereka hadapi.

Syuting film dilakukan di Desa Silawan dan Kota Atambua, Kabupaten Belu, wilayah perbatasan dengan Timor Leste.

Kembali, Gubernur VBL mengatakan film ini sangat luar biasa.

“Selama ini kita selalu berpikir tidak mampu di dalam seni peran yang sulit. Sebenarnya seni peran ini anak-anak kita sangat mampu. Di sini saya sangat senang dan akan mendorong agar perfilman Indonesia berkembang terus. Kita semua harus mendorong NTT dalam seni peran yang lebih berkembang lagi,” tandas VBL.

Bank NTT juga memberikan hadiah kepada para pemain film tersebut.

Sebagai dukungan, Bank NT mengangkat Farel, salah satu pemeran film, sebagai Duta Bank NTT di tingkat nasional.

Sementara itu, Nia Zulkarnaen, mengucapkan terima kasih atas dukungan Gubernur dan Bank NTT.

Sutradara dan produser Ari Sihasale, mengaku terinspirasi untuk pembuatan film di NTT.

“Saya juga sudah berkeliling ke semua tempat, dan saya berpikir bawah anak-anak NTT bisa, dan bisa berprestasi, dan harus diberikan kesempatan. Contohnya dalam film ini, mereka mampu dan mempunyai potensi yang luar biasa,” ungkap Ari.

“Kami bukan orang-orang NTT, tapi kami cinta NTT. Kami berdoa agar film ini bisa diterima oleh masyarakat NTT dan seluruh bangsa Indonesia,” ungkap dia.

Terpantau, acara premiere film itu dihadiri sutradara dan produser Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen, serta para pemeran utama “Rumah Merah Putih” di antaranya Pevita Pearce, Yama Carlos, Shafira Umm, dan sejumlah anak-anak NTT. (R3)

Continue Reading

SELEBRITI

Syuting Film di Belu, Pevita Pearce jadi Perempuan Timor Leste

Published

on

Pevita Pearce

Jakarta, penatimor.com – Aktris Pevita Pearce terlibat dalam film berjudul Rumah Merah Putih yang diproduksi oleh Alenia Pictures.

“Aku jadi Maria Lopez, perempuan Timor Leste,” kata Pevita di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (20/5).

Adik Keenan Pearce itu mengaku tertarik membintangi film Rumah Merah Putih.

Sebab, film itu memberi tantangan baru baginya. Tokoh Maria menuntutnya harus banyak mengubah karakter.

Dia mengaku selalu mencari tantangan baru saat berakting. Selain itu, dia juga ingin mengeksplorasi hal baru.

“Aku nemuin itu di film Rumah Merah Putih. Perubahannya juga ada. Perubahan fisik, bahasa yang digunakan, dan perubahan busananya,” jelas Pevita.

Untuk mendalami karakter, perempuan yang sempat digosipkan dengan Ariel NOAH tersebut melakukan beberapa tahapan.

Salah satunya ialah dengan berbaur bersama para ibu dari warga lokal lokasi syuting di Kabupaten Belu dan daerah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.

“Risetnya aku ngobrol langsung dan ada waktu sekitar dua minggu untuk bersosialisasi sama mama-mama sekitar dan ikut aktivitas mereka,” ucap Pevita.

Rumah Merah Putih merupakan film garapan Nia Zulkarnaen dan Ari Sihasale.

Film itu memgisahkan kehidupan anak-anak di Nusa Tenggara Timur yang memiliki kecintaan yang besar terhadap Indonesia.

Selain Pevita, film Rumah Merah Putih juga dibintangi sejumlah pemain lainnya.

Di antaranya, Yama Carlos, Shafira Umm, dan Abdurrahman Arif. Rumah Merah Putih bakal tayang di bioskop mulai 20 Juni 2019. (R4)

Continue Reading

Loading…




Loading…

Trending

error: Content is protected !!