Connect with us

HUKRIM

Sopir Angkot Pemerkosa Siswi SD Terancam 15 Tahun Penjara

Published

on

Bobby Jacob Mooynafi

Kupang, penatimor.com – Marthen Alfi alias Ten, seorang sopir angkot di Kota Kupang terancam hukuman 15 tahun penjara karena diduga melakukan pemerkosaan terhadap seorang siswi SD berusia 12 tahun.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Mooynafi yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (1/2) siang, mengatakan, Marthen Alfi telah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan di Rutan Mapolres Kupang Kota.

“Kami sudah periksa tiga orang saksi, saksi yang diperiksa masing-masing mama korban, ketua RT dan korban sendiri,” sebut Kasat.

Bobby yang juga mantan Kasat Reskrim Polres Sikka itu, sampaikan, tersangka dijerat dengan Pasal 81 Ayat 2, sub Pasal 82 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 61 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Naas dialami seorang bocah perempuan di Kota Kupang.

Bagaimana tidak, gadis cilik berusia 12 tahun ini awalnya dikabarkan hilang oleh orangtuanya.

Namun tak disangka siswi SD berinisial YN ini menjadi korban pemerkosaan.

Pelakunya oknum sopir angkutan kota di Kupang.

Ditemui di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolres Kupang Kota, Kamis (31/1), YN mengaku dipaksa pelaku Marthen Alfi alias Ten untuk menginap di kos miliknya di wilayah Labat, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.

Pria 22 tahun itu adalah sopir mikrolet “Eminem” yang melayani trayek Kupang-Tofa-Oebufu.

Saat menginap itulah, menurut korban, pelaku yang juga asal SoE, Kabupaten TTS itu memaksanya untuk berhubungan badan sebanyak tiga kali, dari Rabu (30/1) malam hingga Kamis (31/1) pagi.

Korban mengaku dipaksa ke kos pelaku sekira pukul 22.00. Saat korban minta pulang, pelaku justru menutup pintu.

“Malam itu dia paksa kami ‘main’, sepanjang malam sampai pagi dia paksa harus berhubungan tiga kali,” ungkap korban.

YN  menceritakan, awalnya dia menumpang angkot “Eminem” yang dikemudikan oleh pelaku Ten dari Terminal Oebufu pada Rabu (30/1) sekira pukul 13.00.

Saat itu korban mengaku akan menuju rumah teman sekolahnya di Maulafa untuk mengerjakan tugas.

Namun, ternyata rencana itu batal karena teman sekolahnya yang lain batal untuk ke tempat tersebut.

Korban kemudian diajak oleh Ten untuk pesiar dengan bemo yang dikemudikannya tersebut hingga pukul 22.00.

Ketika korban meminta untuk diantar kembali ke rumahnya di sekitaran Tofa, Ten malah memaksa untuk membawanya ke kost miliknya di daerah Labat.

“Dia sonde mau berhenti dan antar pulang beta, malah paksa harus ke kosnya di Labat,” beber korban.

Di dalam kos itu, korban mengaku kembali meminta diantar pulang, namun lagi-lagi Ten bersikeras agar ia menginap di tempat itu.

Korban pun tak dapat melawan karena Ten mengunci pintu dari dalam, hingga akhirnya dipaksa untuk berhubungan badan sebanyak tiga kali.

“Pertama dia paksa beta waktu abis makan, terus tengah malam dia paksa lagi untuk main, terus hampir pagi dia bangun paksa lagi. Waktu main pertama, dia alas pakai jaketnya, ada darah waktu itu,” beber korban.

Paginya, ketika YN meminta untuk diantarkan pulang, Ten berkilah akan mengantarkannya usai berputar-putar mencari penumpang dahulu.

Korban juga sampaikan kalau Ten menjanjikan akan menurunkannya pada saat siang hari.

Sementara, Ten yang diwawancarai sebelumnya, mengaku tidak mengetahui kalau bocah itu merupakan anak Sekolah Dasar. Dia mengaku diberitahu bahwa korban merupakan siswa SMA.

Pelaku juga mengatakan bahwa korban sempat ia anjurkan untuk pulang tetapi tidak mau. Alasannya, korban takut pada orang tuanya.

Saat ini, ibu korban FN bersama keluarga dan Ketua RT di Maulafa telah melaporkan kejadian ini ke Polres Kupang Kota.

Ibu kandung korban mengaku sedih dengan kejadian yang menimpa anak pertamanya itu.

Pasalnya anak yang baru berusia 12 tahun itu harus mengalami kejadian berat seperti ini.

Terpisah, Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Kupang Kota, Ipda I Wayan Pasek, SH., yang dikonfirmasi di kantornya, mengaku kalau pihaknya sudah menahan pelaku.

“Kami juga mengamankan barang bukti jaket yang dipakai korban untuk alas tidur dan sejumlah barang bukti lainnya,” singkat Wayan Pasek. (R3)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

PT TLL Diduga Okupasi Lahan Warga Desa Nunkurus

Published

on

Forum Relawan Jokowi NTT bersama masyarakat Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang saat menggelar konferensi pers, Selasa (16/6/2019).

Kupang, Penatimor.com – PT Timor Livestock Lestari (TLL), sebuah perusahaan tambak garam yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kupang diduga mengokupasi kurang lebih 400 hektare (ha) dari 712 ha lebih lahan warga Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Hal ini disampaikan tokoh masyarakat Desa Nunkurus, Jan Christofel Bennyamin didampingi Forum Relawan Jokowi NTT bersama puluhan warga desa setempat saat menggelar konferensi pers, Selasa (16/7/2019).

Menurut Jan Christofel Bennyamin yang biasa disapa Oni Benyamin, kurang lebih selama 26 tahun, lahan warga tersebut dikuasai oleh PT Panggung Gunda Ganda Semesta (PT PGGS) yang diberikan Hak Guna Usaha (HGU) untuk mengelola tambak garam. Namun lahan tersebut ditelantarkan begitu saja tanpa ada aktifitas.

“Sehingga oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kupang, HGU PT PGGS dicabut pada 27 Mei 2019. Awalnya kami bergembira, karena setelah dicabut HGU-nya maka lahan itu akan dikembalikan kepada pemerintah dan kemudian pemerintah akan mengembalikan ke pemilik asli. Karena itu tujuan dari dicabutnya HGU tersebut,” ungkap Oni Benyamin.

Namun, lanjut dia, pada pelaksanaannya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat yakni lahan tersebut akan dikembalikan oleh pemerintah kepada masyarakat, karena yang terjadi justru muncul persoalan baru. Dimana, oleh Pemerintah Desa Nunkurus, lahan tersebut justru diserahkan kepada pemilik baru yang secara historis tidak pernah memiliki lahan dimaksud.

“Padahal sudah dibagi atas kesepakatan bersama bahwa lahan 312 ha tetap dikelola oleh PT TLL, sedangkan sisanya dikembalikan ke masyarakat,” tegasnya.

Oni Benyamin menegaskan, lahan seluas 400 ha lebih yang dicaplok PT TLL itu, merupakan lahan milik Koperasi Fetomone yang didalamnya terdapat tujuh keluarga besar yakni kelurga Benyamin, Seik, Polin, Patola, Gago, Tanone dan Takubak.

“Dari tujuh keluarga besar ini, ada keluarga-keluarga semua yang tergabung didalamnya dari Desa Nunkurus dan desa-desa tetangga lainnya,” tegasnya.

Setelah Pemprov NTT mencabut HGU itu, sambungnya, maka dirinya membuka lahan garam seluas 25 ha, namun saat hendak membuat pagar diatas lahan milik koperasi itu, dia mengaku didatangi sejumlah pemuda menggunakan barang tajam dengan tujuan meminta agar menghentikan pengerjaan di lahan itu.

“Saat saya hendak menarik batas tanah, saya didatangani anak muda dengan membawa parang. Mereka katakan ini lahan Perusahaan. Kami juga dilarang garap lahan kami. Kami punya bukti penguasaan hak ulayat,” tegasnya.

Karena itu, masyarakat Desa Nunkurus meminta relawan Joko Widodo (Jokowi) untuk memediasi penyelesaian sengketa lahan tersebut agar dikembalikan ke masyarakat atau pemilik lahan yang sebenarnya. “karenanya kami minta bantuan relawan Jokowi untuk memediasi penyelesaian sengketa lahan ini,” tandasnya.

Ketua Forum Relawan Jokowi NTT, Jhon Ricardo meminta pihak Pemprov dan DPRD NTT segera mengambil langkah untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang tersebut.

“Bagi kami langkah-langkah ini harus segera dilakukan oleh pemerintah untuk meminimalisir dan mencegah berbagai dampak seperti konflik horizontal dan vertikal serta menjamin tegaknya hak-hak masyarakat,” katanya.

Jhon Ricardo menegaskan, pihaknya akan melaporkan masalah ini kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), karena sesuai informasi, Presiden Jokowi direncanakan akan turun ke lokasi ini untuk panen garam dan bagi sertifikat gratis.

“Hari Selasa kami sebagian besar relawan akan berangkat ke Jakarta, membawa surat kepada Pak Presiden Jokowi untuk jangan dulu turun ke NTT selama persoalan ini belum selesai. Karena sebagai relawan kami ingin agar ketika Presiden Jokowi datang ke mana saja, harus memberikan kegembiraan kepada masyarakat yang dia datangi,” tegasnya.

Karena itu, lanjutnya, pihaknya berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secepatnya. Dengan harapan, lahan tersebut harus dikembalikan kepada pemilik yang sebenarnya, sehingga tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat, khususnya di Desa Nunkurus.

“Intinya bagi kami, lahan ini harus dikembalikan dulu kepada masyarakat pemilik yang sebenarnya. Hari Kamis kami akan turun ke DPRD NTT dan meminta supaya menjembatani persoalan ini,” tandasnya. (ale)

Continue Reading

HUKRIM

Dalam Enam Bulan, 23 Warga Kota Kupang Tewas di Jalan Raya

Published

on

Kasat Lantas Polres Kupang Kota Iptu Rocky Junasmi.

Kupang, penatimor.com – Angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kota Kupang selama semester I tahun 2019 cukup tinggi.

Selama enam bulan pertama atau dalam periode Januari-Juni 2019, terdapat 23 orang warga Kota Kupang meninggal dunia di jalan raya karena terlibat kecelakaan lalu lintas.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P. Tarung Binti, SIK., melalui Kasat Lantas Polres Kupang Kota, Iptu Rocky Juniasmi, SIK.,MH., membenarkan hal tersebut di kantornya, Senin (15/7) siang.

Ia menyebutkan kalau selama semester I tahun 2019 ini terdapat 197 kasus kecelakaan lalu lintas di Kota Kupang.

Dari jumlah ini, 23 orang meninggal dunia, 66 orang mengalami luka berat serta 242 orang mengalami luka ringan.

“Kerugian material akibat kecelakaan lalu lintas selama enam bulan ini mencapai setengah miliar lebih atau Rp 513 juta,” ujar Kasat Lantas Polres Kupang Kota.

Korban kecelakaan terbanyak dari kalangan swasta diikuti pelajar dan mahasiswa.

Di sisi lain, kecelakaan lalu lintas terbanyak melibatkan sepeda motor dan mobil penumpang. “Tertinggi adalah kecelakaan tunggal atau out of control,” ujarnya.

Dari segi pekerjaan pelaku kecelakaan lalu lintas didominasi karyawan dan kalangan swasta disusul pelajar dan mahasiswa serta anggota Polri.

Ditanya soal penyebab kecelakaan lalu lintas, dia menyebutkan kalau rata-rata karena mabuk akibat konsumsi minuman keras, melanggar batas kecepatan, tidak menjaga jarak serta melanggar ketentuan yang ada.

Jika dibandingkan dengan tahun 2018, justru ada penurunan Jumlah kecelakaan lalu lintas semester I 2018 sebanyak 239 kasus mengakibatkan 28 orang meninggal dunia, 11 orang mengalami luka berat dan 425 orang mengalami luka ringan serta kerugian material sebesar Rp 380.650.000.

Selain kasus kecelakaan lalu lintas, mantan Kasat Lantas Polres Manggarai Polda NTT ini pun menyebutkan kalau selama enam bulan ini, pihaknya banyak menindak pelanggar dan pengguna jalan raya.

Selama bulan Januari-Juni 2019 ini, terdapat pelanggaran 7.068 dan polisi melakukan tilang 4.782 serta non tilang 2.286 kejadian.

Dari sisi pelanggaran, sebanyak 308 kejadian karena tidak menggunakan helm.
Sementara tilang di semester 1 tahun 2018 terdapat 6.916 pelanggaran, 4.498 tilang dan 2.418 non tilang.

Kasat Lantas Polres Kupang Kota, Iptu Rocky Junasmi, juga mengimbau agar warga Kota Kupang menjadi warga yang taat berlalu lintas serta patuh terhadap aturan lalu lintas.

“Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas dan hargai pengguna jalan raya yang lain,” tandasnya. (wil)

Continue Reading

HUKRIM

Gadaikan BPKB Mobil Tanpa Izin Pemilik, Muhammad Najmi Terancam 4 Tahun Penjara

Published

on

Muhammad Najmi (kanan) saat diamankan di Mapolres Kupang Kota.

Kupang, penatimor.com – Tim Buru Sergap Satreskrim Polres Kupang Kota menangkap Muhammad Najmi.

Pria 33 tahun itu diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan terhadap BPKB mobil Toyota Avansa yang digadaikan di kantor BFI Multifinance.

Kasus ini dilaporkan ke polisi oleh Serli Mesa (43) selaku korban dan juga warga Kelurahan Lasiana, Kota Kupang.

Pelaku Muhammad Najmi ditangkap pada Sabtu (13/7) oleh Tim Buser yang dipimpin langsung Kanit Pidum Satreskrim Polres Kupang Kota, Ipda Yance Kadiaman didampingi Kanit Buser Aipda Yance Sinlaeloe.

Pelaku ditangkap di Desa Wehali, Dusun Wemalae, Kecamatan Malaka Tengah,
Kabupaten Malaka.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH.,MH., melalui Kanit Pidum Ipda Yance Kadiaman, saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Senin (15/7) sore, membenarkan.

Yance jelaskan, awalnya pelaku ingin membeli mobil korban.

Karena sudah saling kenal, korban pun menyerahkan mobilnya ke pelaku, dengan ketentuan pembayaran dilakukan sekali saja.

Tetapi saat mobil dan BPKB sudah diserahkan, pelaku kembali menawarkan agar dapat membayar sebagian terlebih dahulu dan sisa nya dicicil.

Tawaran itu ditolak korban, dan langsung meminta mobilnya dikembalikan beserta BPKB.

Namun pelaku hanya mengembalikan mobil, sedangkan BPKB tidak dikembalikan dengan alasan mobil tersebut akan dibeli pelaku.

Ternyata BPKB tersebut dijadikan agunan kredit di BFI Multifinance, tanpa sepengetahuan korban.

Kasus ini terungkap saat pembayaran angsuran kredit tersebut macet, dan pihak BFI melakukan penarikan mobil korban yang dijadikan sebagai agunan.

“Setelah dilakukan penarikan mobil tersebut, barulah korban mengetahui bahwa selama ini BPKB mobil nya digadaikan di Kantor BFI multifinance,” kata Yance.

Merasa ditipu oleh pelaku, korban pun mendatangi Mapolres Kupang Kota dan melaporkan kasus tersebut di SPKT.

“Menindak lanjuti laporan tersebut, pelaku sudah diamankan di Polres Kupang Kota. Pelaku dikenakan Pasal 372 tentang Penggelapan dengan ancaman 4 tahun penjara,” imbuh Yance Kadiaman.

“Kami juga sudah mengajukan permohonan izin penyitaan barang bukti ke Pengadilan terhadap mobil tersebut,” pungkas perwira berpangkat satu balok di pundak itu. (wil)

Continue Reading

Loading…




Loading…

Trending

error: Content is protected !!