Connect with us

PENDIDIKAN

Ansor dan Winston Turun Langsung Tinjau Longsor di Manutapen

Published

on

Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Mohammad Ansor dan Anggota Komisi V, Winston Neil Rondo saat meninjau lokasi longsor di Manutapen, Alak, Kota Kupang, Jumat (1/2/2019).

Kupang, Penatimor.com – Akibat curah hujan yang tinggi mengguyur Kota Kupang selama beberapa hari ini mengakibatkan terjadinya tanah longsor di Manutapen, tepatnya di RT 014/ RW 004 Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Akibat longsor yang terjadi pada, Jumat (1/2/2019) dini hari sekira pukul 01.00 Wita itu, menyebabkan sebagian gedung sekolah satu atap (Satap) Swasta Tunas Harapan ambruk dan mengalami kerusakan yang cukup parah.

Mengetahui hal tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Mohammad Ansor bersama anggota Komisi V, Winston Neil Rondo bergerak cepat dan turun langsung meninjau lokasi terdampak bencana longsor itu, Jumat (1/2) siang.

Pantauan media, Ansor dan Winston tiba di lokasi sekira pukul 14.30 Wita, bertemu dengan Kepala Sekolah Satap Swasta Tunas Harapan, Yonisius Nenabu dan Ketua Komite Sekolah, Melkior Nokas dan sejumlah orang tua siswa.

Kepala Sekolah Satap Tunas Harapan, Yonisius Nenabu kepada Ansor dan Winston mengungkapkan, hujan deras beberapa hari terakhir membuat fondasi bangunan sekolah terkikis dan ambruk, akibatnya bangunan kantor sekolah serta satu ruang belajar ambruk dan tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar

“Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, hanya ada kerugian meterial yakni sebagian bangunan kantor ambruk yang di dalamnya ada komputer, meja, kursi, laptop dan printer,” ungkap Yonisius.

Menurut Yonisius, untuk sementara para siswa diliburkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat kondisi cuaca yang kurang baik akibat hujan terus menerus disertai angin kencang.

“Setelah saya koordinasi dengan ketua komite sekolah, kami sepakat untuk mengizinkan para siswa belajar di rumah untuk sementara waktu, sambil melihat situasi,” katanya.

Baca Juga :   Mama Emi Ingin Pariwisata di Sumba Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan

Dia menjelaskan, sekolah satu atap itu terdiri dari SD, SMP dan SMA. Jumlah siswa SMA sebanyak 134 orang dan 74 siswa diantaranya sedang persiapan menghadapi UNBK, siswa SMP sebanyak 29 orang dan SD sebanyak 42 orang. Sedangkan guru berjumlah 32 orang.

Pada kesempatan itu, Yonisius menyampaikan, sekolah tersebut dibangun sejak tahun 2010 lalu, dimulai dengan Pusak Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) pada tahun 2019.

“Karena saat itu banyak peminat maka kemudian kami pisahkan untuk sekolah formal dan non formal, menjadi SD, SMP dan SMA. Tetapi untuk PKBM masih tetap berjalan hingga saat ini, mulai dari Paket A, B sampai C,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Mohammad Ansor mengatakan, setelah melihat langsung kondisi sekolah tersebut memang sangat memprihatikan karena musibah longsor itu. Karena itu, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan bahwa para siswa tidak boleh putus sekolah.

“Karena itu, kami akan menyampaikan kepada pemerintah dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTT, dan mengupayakan agar disediakan bantuan tenda darurat agar anak-anak kita tidak boleh berhenti sekolah,” katanya.

Dia mengatakan, lokasi sekolah tersebut rawan longsor, dan berada di daerah aliran sungai (DAS). Sehingga pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas yang menangani bidang perumahan dan permukiman serta Balai Sungai Wilayah NTT agar melakukan rehabilitasi.

“Ini daerah rawan longsor, bukan hanya lokasi sekolah ini saja tetapi rumah-rumah penduduk juga bisa terancam bahaya longsor,” tandasnya.

Anggota Komisi V DPRD NTT, Winston Neil Rondo mengatakan, melalui kewenangan DPRD NTT akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mengalokasikan anggaran untuk merehabilitasi atau mengadakan ruang kelas baru.

“Tapi kalau kita mau tambah ruang kelas baru, saran saya adalah harus ganti lokasi baru mengingat lokasi ini rawan longsor,” katanya.

Baca Juga :   Flobamorata Creative Gelar Maha Karya Legend of Timor

Dia menambahkan, walaupun mengalami musibah tetapi diharapkan agar para siswa tetap dipersiapkan untuk menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang tak lama lagi bakal diselenggarakan.

“Kami berharap bapak kepsek dan bapak ketua komite agar segera membuat laporan mengenai hal ini ke instansi terkait dan tembusan juga ke DPRD sehingga bisa dilakukan intervensi anggaran,” tandas Winston yang juga adalah Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta Provinsi NTT. (R2)

Advertisement
Loading...
Loading...

PENDIDIKAN

Guru dan Kepala Sekolah di Sumba Barat Belajar ke Sekolah Dampingan INOVASI

Published

on

Sebanyak 60 tenaga pendidik jenjang pendidikan dasar di Kabupaten Sumba Barat mengikuti kunjungan belajar ke sekolah-sekolah dampingan INOVASI di Kecamatan Tana Righu, Jumat (23/8).

Waikabubak, penatimor.com – Sebanyak 60 tenaga pendidik jenjang pendidikan dasar di Kabupaten Sumba Barat mengikuti kunjungan belajar ke sekolah-sekolah dampingan INOVASI di Kecamatan Tana Righu, Jumat (23/8).

Peserta terdiri dari guru dan kepala sekolah yang telah terpilih menjadi Fasilitator Daerah (Fasda) Program Literasi Kelas Awal dan Kepemimpinan Pembelajaran yang didanai oleh APBD Kabupaten Sumba Barat.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat.

Turut hadir pada kesempatan ini adalah Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat, Yehuda Malorung, Kabid Sekolah Dasar, pengawas sekolah, serta Tim INOVASI.

Dalam arahannya di depan Kantor Dinas Pendidikan, Yehuda menyampaikan bahwa tujuan kunjungan ini adalah sebagai bentuk pengakuan terhadap capaian INOVASI di Sumba Barat sekaligus menjadi ajang pembelajaran bagi Fasda yang akan bertugas di dua kecamatan lainnya.

“Secara prinsip, kunjungan ini berarti mengakui bahwa apa yang dilakukan INOVASI di Kecamatan Tana Righu memiliki dampak yang sangat positif. Kita bisa melihat dampak tersebut di sekolah-sekolah yang dikunjungi hari ini. Selain itu, kunjungan ini juga dilakukan agar Fasda yang akan memulai pendampingan program mendapatkan gambaran seperti apa sekolah-sekolah yang telah diintervensi oleh INOVASI. Harapannya mereka bisa lebih siap dan mendapatkan ide-ide yang dapat diterapkan pada saat pendampingan nanti,” paparnya menjelang keberangkatan ke sekolah.

Untuk diketahui, program Literasi Kelas Awal dan Kepemimpinan Pembelajaran dengan pendanaan APBD akan diimplementasikan di Kecamatan Lamboya dan Wanukaka.

Pelaksanaan kedua program ini merupakan manifestasi komitmen Pemda Sumba Barat untuk mereplikasi hasil rintisan kedua program INOVASI yang telah berakhir tersebut.

Komitmen tersebut dituangkan dalam bentuk anggaran senilai lebih dari Rp 800.000.000. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai pelatihan Kelompok Kerja Guru (KKG), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), dan pengadaan buku.

Baca Juga :   Imanuel Mauleti, Pemimpin Rakyat Lembur itu Tutup Usia

Selain itu, Dinas Pendidikan telah mengangkat dua operator sekolah untuk menjadi Fasilitator Kabupaten.

Kedua fasilitator ini akan menjalankan fungsi District Facilitator (DF) INOVASI untuk program Literasi Kelas Awal dan Kepemimpinan Pembelajaran yang didanai oleh APBD.

Peserta kunjungan belajar ini dibagi kedalam empat kelompok, sesuai dengan jumlah sekolah yang akan dikunjungi, yaitu SD Masehi Kareka Nduku, SD Katolik Kalelapa, SD Negeri Mainda Ole, dan SD Negeri Lokory.

Masing-masing kelompok hanya mengunjungi satu sekolah saja. Setelah kunjungan selesai, semua peserta berkumpul di SD Negeri Mainda Ole untuk menyampaikan hasil pengamatannya selama kunjungan kepada kelompok lain.

Kepala Sekolah SD Pogu Katoda yang berada di Kecamatan Wanukaka, Marten T. Poga, mengungkapkan ketakjubannya melihat lingkungan sekolah khususnya ruang kelas SD Negeri Lokory yang dikunjungi kelompoknya.

“Pokoknya wow. Saya tidak bisa berkata-kata,” ungkapnya penuh ekspresi sambil menggambarkan situasi ruang kelas dan perpustakaan yang penuh dengan pajangan dan gambar-gambar menarik untuk mendukung pembelajaran siswa.

Menurutnya, apa yang dilakukan SDN Lokory tidaklah murah. Namun berkat kerja sama antar guru dan dukungan dari masyarakat, hal ini ternyata bukan masalah bagi SDN Lokory.

Ia pun memuji kepemimpinan kepala sekolah SD Negeri Lokory atas upaya sekolahnya untuk menciptakan lingkungan belajar yang literat.

“Kami semua salut dengan usaha kepala sekolah untuk menumbuhkan kerja sama antar guru untuk menciptakan kelas yang literat. Kepala sekolah SDN Lokory juga melibatkan masyarakat sekitar. Ada yang menyumbangkan keahlian menggambarnya, bahkan ada yang menyumbangkan uangnya untuk membeli cat dan bahan-bahan lainnya,” katanya penuh semangat.

Di akhir sesi, Sekretaris Yehuda menekankan pentingnya kejujuran dalam dunia pendidikan dan mengapresiasi sekolah-sekolah dampingan INOVASI di Kecamatan Tana Righu yang telah menjunjung tinggi kejujuran selama pelaksanaan program.

Baca Juga :   BENTARA Tolak Kehadiran Fahri Hamzah di NTT

Ia mengakui bahwa masih ada guru dan kepala sekolah di Sumba Barat yang menutup-nutupi kondisi kemampuan dan capaian hasil belajar siswa. Ini mengakibatkan intervensi program yang dilakukan bisa tidak maksimal atau bahkan tidak tepat.

Hasil temuannya selama kunjungan menunjukkan bahwa guru-guru dan kepala sekolah sudah mulai terbuka.

“Saya tadi melihat di SD Masehi Kareka Nduku, ada pemetaan kondisi kemampuan membaca siswa. Di bulan Juli, ada empat siswa yang masih belajar mengenal huruf, padahal sudah kelas empat. Ini bagus, karena sekolah tidak lagi malu mengakui bahwa masih ada siswa kelas empat yang baru belajar mengenal huruf. Saya harap sekolah-sekolah di Kecamatan Lamboya dan Wanukaka nantinya juga terbuka dengan kondisi kemampuan siswanya agar kita bisa memberikan pendampingan yang sesuai,” tutupnya.

Setelah menyelasikan dua program rintisan di Sumba Barat hingga Juni lalu, INOVASI akan melanjutkan program Literasi Kelas Awal untuk level dua di Kecamatan Tana Righu hingga akhir tahun 2019. (*/wil)

Continue Reading

PENDIDIKAN

Ketua IAD Pusat Resmikan TK Adhyaksa Kupang

Published

on

Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Pusat Ny. Rosellyana Prasetyo menandatangani prasasti peresmian renovasi TK Adhyaksa Kupang, Kamis (22/8).

Kupang, penatimor.com – Jaksa Agung RI H.M. Prasetyo bersama Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Pusat Ny. Rosellyana Prasetyo, melakukan peresmian renovasi gedung sekolah TK Adhyaksa X Kupang, Kamis (22/8).

Kegiatan ini dilangsungkan di kompleks TK Adhyaksa, Jalan Urip Sumorhajo, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Kedatangan Jaksa Agung dan Ketua IAD Pusat disambut oleh para siswa TK Adhyaksa Kupang diiringi drumband.

Ketua Umum IAD Pusat Rosellyana Prasetyo, dalam sambutannya mengatakan, keberadaan sekolah yang representatif, sangat penting dalam suatu proses kegiatan pembelajaran yang baik.

Hal ini menurut dia, memerlukan perbaikan dalam pembelajaran yang berkesinambungan, sehingga sekolah menjadi tempat yang nyaman dalam proses belajar.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Wilayah Adhyaksa Provinsi NTT, dan jajaran nya dalam upaya dan kerja keras memperbaiki gedung sekolah Taman Kanak-kanak Adhyaksa ini,” ungkap Ny. Rosellyana.

Tujuan memperbaiki TK Adhyaksa ini, lanjut dia, untuk meningkatkan sarana dan prasarana sebagai fasilitas dalam pembelajaran dan pelayanan sekolah, dengan harapan para siswa bisa nyaman dan lebih semangat dalam pembelajaran.

Selain itu, secara otomatis akan meningkatkan kualitas sekolah, agar tidak kalah dibandingkan dengan sekolah lain.

Dan juga untuk mewujudkan sekolah yang dapat menghasilkan anak-anak yang cerdas, berakal mulia, berkarakter dan berbudi perkerti.

Harapannya, agar kepala sekolah dan para guru mempunyai kemampuan yang baik dalam mengelola sekolah ini, dengan cara mengikuti berbagai kegiatan workshop untuk menambah wawasan yang lebih luas dan pengetahuan dalam perkembangan zaman.

Dia menjelaskan, usia sekolah anak TK merupakan masa usia keemasan, dalam menentukan karakter manusia. Masa ini sangat berpengaruh dalam tumbuh kembang seseorang anak.

Oleh karena itu, harus diterapkan pola asuh yang baik dan perlu kasih sayang berlandaskan iman dan taqwa kepada Tuhan.

Baca Juga :   Menteri Yohana Yambise Buka Konferensi Perempuan Timur 2018 di NTT

Usai memberikan sambutan, Ketua IAD Pusat didampingi Jaksa Agung RI meresmikan gedung TK Adhyaksa yang ditandai dengan melepas balon ke udara.

Bantuan juga diberikan secara simbolis berupa penyerahan 4 unit komputer kepada TK dan SMP Adhyaksa Kupang, dan bantuan tas sekolah kepada SD Oe’ekam, Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang.

Sementara itu, Jaksa Agung RI H.M Prasetyo, mengatakan, kedatangannya di NTT ibarat pulang ke rumah sendiri.

“Datang ke sini seperti kembali ke rumah sendiri, karena saya pernah bertugas 19 tahun yang lalu, dan menjadi bagian dalam kota ini sampai saat ini,” ungkap orang nomor satu Korps Adhyaksa itu.

Menurut Jaksa Agung, apa yang telah diresmikan saat ini merupakan wujud dari komitmen Kejaksaan yang selalu memandang pendidikan sebagai faktor utama dalam membangun Indonesia.

Menurut dia, pendidikan merupakan hal utama dan tanggung jawab bersama, untuk mewujudkan Indonesia ke depan lebih unggul.

“Saya juga sangat bersyukur karena saat ini dapat menyaksikan peresmian renovasi bangunan gedung TK Adhyaksa ini, karena pendidikan usia dini sangat penting untuk pendidikan selanjutnya,” ungkap Jaksa Agung.

Ucapan terima kasih juga diberikan Jaksa Agung kepada seluruh donatur dan seluruh masyarakat Kota Kupang, dan terkhusus nya kepada Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore, karena dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan, khusus nya TK Adhyaksa Kupang.

Terpantau, acara dilanjutkan dengan peninjauan setiap ruangan gedung TK Adhyaksa yang sudah direnovasi.

Turut hadir dalam acara ini, Wakil Ketua Adhyaksa Pusat, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore, Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe, Kapolres Kupang Kota AKBP Satria Binti Perdana, Wakil Bupati Kupang Jeri Manafe dan jajaran Forkopimda NTT. (wil)

Continue Reading

PENDIDIKAN

Siswa MTs di Kota Kupang Tolak Radikalisme

Published

on

Siswa MTs di Kota Kupang menolak radikalisme dan paham anti Pancasila, Senin (19/8).

Kupang, penatimor.com – Ratusan siswa/siswi di Kota Kupang menggelar kegiatan menolak radikalisme dan paham anti pancasila.

Kegiatan ini digelar oleh siswa/siswi MTs Negeri Kota Kupang di Kelurahan Nunbaun Sabu, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Aksi menolak paham radikalisme dan anti pancasila ini dipimpin kepala sekolah MTs Kota Kupang, Drs Rasyid Ridha Mudin.

Aksi yang digelar pada Senin (19/8) pagi ini diawali dengan upacara bendera awal minggu dan kegiatan deklarasi tolak radikalisme.

“Tidak ada kata toleransi untuk khilafah di Provinsi Nusa Tenggara Timur,” demikian bunyi seruan dan komitmen para siswa MTs Kota Kupang ini,

Para siswa pun membentangkan spanduk penolakan paham radikalisme dan membacakan komitmen bersama.

Dalam komitmen bersama, para siswa dan guru MTs Kota Kupang menyerukan bahwa keluarga besar MTs negeri Kupang menyatakan dengan tegas menolak radikalisme dan anti pancasila untuk tumbuh apalagi berkembang di provinsi NTT. (mel)

Continue Reading

Loading…




error: Content is protected !!