Connect with us

HUKRIM

Dalami Penyelidikan, Intel Over Kasus Tanah Jonas Salean ke Pidsus

Published

on

Dr. Febrie Adriansyah (IST)

Kupang, penatimor.com – Pihak Kejati NTT terus mengembangkan penyelidikan kasus dugaan penyerobotan lahan milik Pemkab Kupang oleh mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean.

Penyelidikan kasus ini sebelumnya dilakukan oleh Bidang Intelijen, dan belum lama ini telah dilakukan gelar perkara.

Dalam gelar perkara, diputuskan penyelidikan perkara tersebut dialihkan ke Bidang Pidsus.

“Kita sudah lakukan penyelidikan, tapi bukan penyelidikan standar KUHAP. Ada data dan diover ke Pidsus. Kalau dalam tataran lidik pasti kita masih rahasiakan, tapi pasti ada ujungnya. Naik penyidikan atau dihentikan. Akan diuji proses kepemilikan, apakah sudah sesuai prosedur atau tidak,” kata Kajati saat dikonfirmasi di kantornya, Rabu (12/12).

Dalam penyelidikan perkara ini di Bidang Intelijen, telah diundang sedikitnya belasan pihak untuk dimintai klarifikasi.

Para pihak yang telah diundang dan dimintai klarifikasi oleh jaksa adalah mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean yang telah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) atas lahan tersebut.

Selain itu adalah Christin Antonius dan Moris Patty yang juga telah memiliki SHM atas lahan tersebut.

Pihak lain yang dimintai keterangan adalah Kasat Pol PP Kota Kupang Thomas Dagang, Soleman Benu dari BPN Kota Kupang, Kabag Tatapem Kota Kupang Yanuard Dally, termasuk Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) Kota Kupang dan Kepala Dinas PKAD Kabupaten Kupang.

Selain meminta keterangan dari para pihak, penyelidik juga mengumpulkan sejumlah barang bukti berupa dokumen SHM atas lahan dimaksud, dimana sesuai versi Pemkab Kupang lahan tersebut seluas 1.225 m2 dan berdasarkan versi Jonas Salean seluas 1.170 m2.

Lahan tersebut juga, dari awalnya memiliki 1 SHM, kemudian telah dipecah-pecah menjadi 5 bagian dan semuanya telah bersertifikat, dimana Jonas Salean sendiri memiliki 2 SHM.

Dilansir sebelumnya, Kejati NTT melalui Bidang Intelijen tengah melidik kasus dugaan penyerobotan aset berupa lahan milik Pemkab Kupang di Jl. Veteran, Kelurahan Fatululi, Kota Kupang.

Penyerobotan lahan milik pemerintah itu diduga dilakukan Jonas Salean yang tak lain adalah mantan Wali Kota Kupang.

Jonas pun telah diundang penyelidik Kejati NTT untuk didengar klarifikasi atas persoalan tersebut.

Sosok yang juga mantan Sekda Kota Kupang itu memenuhi panggilan penyelidik pada Selasa (7/11) pagi.

Dia kemudian diperiksa oleh Kasi C Seksi Ekonomi Bidang Intelijen Yupiter Selan di ruang pemeriksaan di lantai 2 gedung kantor Kejati NTT, selama dua jam, dari pukul 09.00-11.00.

Usai pemeriksaan, Jonas yang mengenakan kemeja putih lengan panjang dipadu celana kain hitam itu, dengan menenteng sebuah map cokelat di tangan kirinya langsung meninggalkan kantor Kejati.

Jonas yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Kota Kupang dan kini Caleg DPRD Provinsi NTT Dapil Kota Kupang itu, tampak menyapa sembari menebar senyum kepada petugas piket di lobi gedung Kejati.

Dia terus berjalan keluar gedung Kejati menuju sebuah mobil warna hitam dengan nomor polisi DH 1988 LS di parkiran yang langsung membawanya meninggalkan komplek Kantor Kejati NTT yang beralamat di Jl. Adhyaksa Nomor 1 Kupang.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT Iwan Kurniawan yang dihendak dikonfirmasi terkait pemeriksaan itu, tidak berada di tempat, karena mengikuti kunjungan kerja Kajati NTT ke Kejari Sumba Timur dan Kejari Sumba Barat.

Dihubungi ke nomor ponselnya namun tak aktif, begitu pun pesan WhatsApp tidak dibalas.

Sementara, Jonas Salean yang dikonfirmasi via ponsel, membenarkan dirinya dimintai keterangan oleh pihak Kejati NTT.

“Itu ada laporan tidak tahu dari siapa bahwa beta ada serobot tanah kaplingnya Pemkab di Kelurahan Fatululi situ, sehingga Kejaksaan Tinggi dari Intel panggil untuk kasih keterangan dan bawa bukti kepemilikan. Jadi beta bawa dengan sertifikat, karena tanah kapling,” kata Jonas.

Dia menegaskan, lahan yang dipersoalkan telah menjadi miliknya yang dibuktikan dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama dirinya tahun 2006, saat dirinya menjabat Sekda Kota Kupang.

Dia mengaku mendapat lahan kapling tersebut dari Pemkot tahun 2004 dengan luas 1.000 meter persegi lebih.

“Jadi saya hanya ditanya soal kepemilikan dan tunjukan bukti sertifikat,” kata Jonas lagi.

“Tinggal kabupaten (Pemkab Kupang), kalau dia ada sertifikat tinggal digugat beta di Pengadilan saja,” sambung dia. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Razia di Kupang, Polisi Sita Ratusan Liter Miras Lokal

Published

on

Kapolsek Kelapa Lima, Kompol Sepuh Siregar, SH., SIK.,MH., bersama anggotanya berpose dengan anggotanya dan barang bukti minuman keras.
Continue Reading

HUKRIM

DPO Kasus Penipuan-Penggelapan, Mantan Camat di Kupang Ditangkap Polisi

Published

on

Mantan Camat Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Drs Yezkial Rudolf Yusuf Litualy alias Rudy (63), ditangkap polisi terlibat kasus dugaan penipuan dan penggelapan.
Continue Reading

HUKRIM

Tipu Warga di Sumba hingga Ratusan Juta, Warga Jawa Tengah Ditangkap Polisi

Published

on

Ilustrasi (NET)
Continue Reading