Connect with us

EKONOMI

OJK Gelar Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu di Kupang

Published

on

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Djustini Septiana didampingi Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Keuangan Provinsi NTT, I Wayan Sadnyana saat menggelar konferensi pers di kantor OJK NTT, Kamis (29/11/2018)

Kupang, Penatimor.com – Otoritas Jasa Keuangan Bidang Pengawasan Sektor Pasar Modal menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2018 di Kupang, Kamis (29/11/2018).

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Djustini Septiana mengatakan, kegiatan ini telah diselenggarakan sejak tahun 2015 di berbagai kota di Indonesia. Kupang menjadi kota kedelapan diselenggarakannya program SEPMT di tahun 2018 ini setelah sebelumnya telah diselenggarakan di Surabaya, Semarang, Batam, Bali, Pematangsiantar, Tasikmalaya, dan Kupang.

“Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan stakeholder lainnya,” ungkap Djustini kepada wartawan di kantor OJK NTT, Kamis (29/11/2018).

Djustini menjelaskan, berdasarkan survei indeks literasi keuangan tahun 2016, indeks Pasar Modal Nasional sebesar 4,4% meningkat dari sebelumnya di tahun 2013 yaitu sebesar 3,79%, artinya dari 2013 2016 mengalami peningkatan sebesar 0,61%.

“Sedangkan untuk indeks inklusi Nasional tahun 2016 juga mengalami peningkatan dari 0,11% di tahun 2013 menjadi 1,25% di tahun 2016, meningkat sebesar 1,14%,” jelasnya.

Dia menyampaikan, terdapat sebanyak 5.995 investor Pasar Modal di Nusa Tenggara Timur yang terdiri dari 3.841 investor saham, 1.878 investor Reksadana, dan 276 investor SBN.

Secara khusus di Kota Kupang, lanjutnya, jumlah investor Pasar Modal berjumlah 2.569 yang terdiri dari 1.631 investor saham dengan total transaksi mencapai Rp39,64 miliar, 808 investor Reksadana, dan 130 investor SBN.

“Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di Kota Kupang pada tahun 2017 yaitu 438.005 jiwa, maka jumlah penduduk Kota Kupang yang berinvestasi di sektor Pasar Modal sebesar 0.58%,” katanya.

Djustini mengatakan, total Emiten Nasional saat ini ada sebanyak 612 Emiten. Namun demikian, sampai saat ini belum terdapat Emiten yang berkantor Pusat di Kupang.

“Sampai saat ini belum terdapat kantor cabang Perusahaan Efek/Sekuritas ataupun Manajer Investasi di Provinsi NTT. Namun demikian, terdapat 9 Bank Umum yang memiliki izin sebagai Agen Penjual Efek Reksadana (APERD),” katanya.

Untuk meningkatkan pemahaman serta mendukung terus berkembangnya industri pasar modal di NTT, kata dia, Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka 4 (empat) Galeri Investasi (GI) sebagai sarana edukasi bagi masyarakat dan calon investor yaitu di Universitas Nusa Nipa Maumere, Universitas Nusa Cendana Kupang, Universitas Muhammadiyah Kupang dan STKIP Santu Paulus Ruteng.

Tujuan dari kegiatan dimaksud, yakni untuk meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya di daerah atas informasi aktual perkembangan di Pasar Modal, dan juga untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam berinvestasi yang cerdas dan aman.

Selain itu, sebagai bentuk ajakan persuasif kepada masyarakat untuk dapat menjadi investor di Pasar Modal, dan juga sebagai wujud kongkret dari recycle pungutan OJK.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat lebih meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Pasar Modal khususnya di Kota Kupang,” harap Djustini. (R2)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI

Merdeka-kan Petani NTT dengan Teknologi

Published

on

Kebun contoh Power Agro Indonesia di wilayah NTT.
Continue Reading

EKONOMI

PT NMK Cabang Belu Siap Penuhi Tuntutan 13 Karyawan yang DiPHK

Published

on

Kuasa Hukum PT NMK Cabang Belu, Yosep Martua Ganda Pangaribuan.
Continue Reading

EKONOMI

Gubernur VBL Minta Dispar Desain Pariwisata yang Inklusif di Alor

Published

on

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.
Continue Reading
loading...