Connect with us

HUKRIM

Selingkuhi Calon Istri Teman, Pegawai Imigrasi Dibacok

Published

on

Kanit Reskrim Polsek Oebobo Ipda I Komang Sukamara didampingi Kapolsek Oebobo AKP Yulius Lau menunjukan barang bukti parang yang digunakan tersangka untuk membacok korban, saat konferensi pers di Mapolsek Oebobo, Rabu (21/11).

Kupang, penatimor.com – Ellyas Marks Reme (24), Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Kantor Imigrasi Kupang dan juga warga Jl. Nusa Indah, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, mengalami sejumlah luka akibat dibacok rekannya sendiri.

Aksi ini dilakukan pelaku Faldy Baria (22), warga Kelurahan Bakunase, Kecamatan Kota Raja, Sabtu (17/11) pagi, sekira pukul 07.00 di depan Toko Roti Borneo, Jl. Jenderal Sudirman, Kelurahan Kuanino, Kecamatan Oebobo.

Penganiayaan berat dengan benda tajam ini diakibatkan karena tersangka mengetahui melalui aplikasi WhatsApp (WA), bahwa Fika Maya Erlani kekasih tersangka yang juga mahasiswi di salah satu universitas ternama di Kota Kupang, sedang menjalin hubungan asmara dengan korban yang adalah teman dekat tersangka.

Sebelumnya, pada tahun 2017, kekasih tersangka juga ketahuan menjalin hubungan asmara dengan korban. Namun masalah tersebut diselesaikan dengan baik.

Namun pada tanggal 16 November 2017, tersangka yang telah memantau kekasihnya dengan menggandakan WA kekasinya itu kembali menemukan percakapan antar kekasihnya dan korban.

Hal ini disampaikan Kanit Reskrim Polsek Oebobo Ipda I Komang Sukamara, didampingi Kapolsek Oebobo, AKP Yulius Lau saat jumpa pers di Mapolsek Oebobo, Rabu (21/11).

Dijelaskan pada Sabtu (17/11) pagi, sekira pukul 06.00, korban yang sedang berada di rumahnya di Kelurahan Oepura, dihubungi pelaku via telepon.

Dalam percakapan tersebut, pelaku meminta korban untuk bertemu dan disepakati bertemu di depan Toko Borneo Kuanino.

Korban pun menuju Toko Borneo Kuanino, namun saat tiba di depan toko, terlapor belum di lokasi, sehingga korban memarkir sepeda motor di depan Toko Borneo dan menunggu di atas sepeda motor.

Tanpa diduga, tersangka yang merasa kesal dan sudah naik pitam itu datang dari arah belakang dan tanpa berkata-kata langsung menyerang korban dengan parang.

Baca Juga :   Putusan PK, Mantan Sekda TTS Dihukum 1 Tahun Penjara

“Tersangka mengayunkan parang ke kepala korban. Beruntung korban masih mengenakan helm sehingga sabetan parang mengenai helm,” kata I Komang Sukamara.

Lanjutnya, atas kejadian tersebut korban kaget dan langsung berdiri, namun pelaku terus menyerang korban secara membabi buta sambil mengayunkan parang ke arah korban. Korban berusaha menyelamatkan diri dan menghindar.

“Korban berusaha melindungi kepalanya sehingga menangkis dengan tangan kiri. Sabetan dan ayunan parang pun mengenai tangan kiri korban mengakibatkan tiga jari tangan korban luka robek,” ungkap I Komang Sukamara.

Pasca menganiaya dengan parang itu, pelaku langsung pergi meninggalkan korban menggunakan mobilnya.

Darah yang terus mengalir dari luka-luka pada tangan kiri korban, sehingga sejumlah masyarakat di lokasi kejadian langsung mengevakuasi dan membawa korban ke RSUD Prof. Dr. W.Z. Yohanes Kupang guna mendapatkan penanganan medis.

Pihaknya setelah menerima laporan polisi dari Simplicius Ndarung yang juga adalah sepupu korban, dan langsung mengamankan pelaku di rumahnya dan dibawa ke Mapolsek Oebobo.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengaku tidak terima korban yang selalu mengganggu kekasihnya yang rencanakan akan dinikahinya pada bulan Maret 2019 mendatang itu, sehingga tersangka ingin memberikan pelajaran.

“Soal motif dan latar belakang kasus ini, karena masalah cemburu di media sosial WA dan atas perbuatan tersangka, penyidik menjerat dia dengan Pasal 351 Ayat (2) dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tutup Ipda I Komang Sukamara. (R3)

Advertisement
Loading...
Loading...

HUKRIM

Pasca Penangkapan Rafi, Korban Datangi Polresta Kupang

Published

on

Jibran Pello (32), warga Kelurahan Sikumana saat mendatangi Mapolres Kupang Kota, Sabtu (24/8).

Kupang, penatimor.com – Pasca penangkapan Rahmat, SE., alias Rafi (35) selaku tersangka kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan, para korban mulai berdatangan ke Mapolres Kupang Kota.

Salah satu korban yang mendatangi Mapolresta adalah Jibran Pello (32), warga Kelurahan Sikumana.

Jibran mengaku sebagai korban penipuan dan penggelapan terkait jual beli mobil yang dilakukan oleh tersangka Rafi.

Dia mengaku membeli satu unit mobil Rush Tipe G tahun 2011 dangan nomor polisi DH 6933 SOH seharga Rp 170 juta, dengan perjanjian pembayaran awal Rp 100 juta, dan sisa bisa dicicil.

Jibran kemudian mentranfer uang Rp 100 juta lewat Bank NTT ke nomor rekening milik tersangka, dan sudah mencicil uang
pembayaran dengan total Rp 150 juta. Untuk sisa cicilan Rp 20 juta dibayar setelah BPKB diambil.

“Saya mau membayar sisa uang cicilan untuk mengambil BPKB mobil, tapi tersangka selalu beralasan BPKB sementara pengurusan balik nama,” kata Jibran.

Dia merasa ditipu oleh tersangka setelah mobil yang dibelinya hendak ditarik oleh BPR Cristha Jaya, karena BPKB diagunankan oleh tersangka.

Atas perbuatan tersangka, Jibran Pello mengalami kerugian sebesar Rp 150 juta.

“Saya mengucap terima kasih dan apresiasi kepada pihak kepolisian Polres Kupang Kota yang telah berhasil menangkap tersangka. Saya sudah dirugikan oleh pelaku, tapi yang penting tersangka sudah berhasil ditangkap dan siap mempertanggung jawabkan perbuatan nya,” Jibran.

Sekadar tahu, tersangka Rafi sebelum nya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) selama dua tahun oleh pihak Polres Kupang Kota.

Dengan laporan polisi kasus tindak pidana penipuan dan pengelapan dalam jual beli mobil dan tanah, tersangka ditangkap di Jalan Poros Taman Subian Indah, Kecamatan Bireng Kanaya, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
Akhir pelarian tersangka pada Kamis (22/8), dimana dia ditangkap oleh tim Buser Sat Reskrim Polres Kupang Kota bersama dengan tim khusus Dit Reskrim Polda Sulawesi Selatan.

Baca Juga :   Aniaya Nasabah, Debt Collector PT. FIF Kupang Dipolisikan

Tim Polres Kupang Kota dipimpin oleh Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Kupang Kota, Ipda Yance Kadiaman, SH.

Polisi juga membawa tersangka Rafi dan istri nya Sri ke Kupang menggunakan pesawat Garuda Airlines dengan nomor penerbangan GA-678 yang tiba pukul 18.10 di Bandara El Tari Kupang. (wil)

Continue Reading

HUKRIM

Polisi di Kupang Ciduk Spesialis Copet di Angkot

Published

on

Anus Poi, spesialis copet di angkutan umum Kupang.

Kupang, penatimor.com – Tim Buru Sergap (Buser) Polsek Kelapa lima, Polres Kupang Kota, membekuk Anus Poi (63), spesialis tindak pidana pencurian di angkutan umum di Kota Kupang.

Pelaku diketahui merupakan warga Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Penangkapan pelaku kasus copet di angkutan umum ini atas laporan korban bernama Yulianti Fanggidae (49), warga Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama.

Kapolsek Kelapa Lima AKP Didik Kurnianto, SH., kepada wartawan di ruang kerja, Jumat (23/8) sore, mengatakan, pelaku ditangkap oleh Tim Buru Sergap Polsek Kelapa Lima dipimpin oleh Bripka Pius Riwu.

Dijelaskan Kapolsek, pelaku melakukan pencurian pada Kamis (22/8) dengan tempat kejadian perkara di depan dealer Yamaha Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama.

Awalnya pelaku bersama korban menumpangi angkutan kota jurusan Penfui-Kupang dan duduk bersampingan. Setiba nya di Toko Rukun Jaya, korban turun dari mobil angkutan tersebut untuk berbelanja.

Setelah korban berbelanja barang dan ingin membayar belanjaan barang tersebut, melihat dompet yang tersimpan di dalam tas korban tidak ada lagi.

“Dalam dompet korban berisi uang tunai sebesar Rp 1,3 juta, barang perhiasan emas 15 gram berupa cicin, rantai dan surat- surat penting lainnya. Total kerugian sebesar Rp 25 juta,” ungkap Kapolsek.

Korban langsung melaporkan kejadian tersebut di Polsek Kelapa Lima, dan atas laporan korban, pihak kepolisian langsung melakukan pencarian dan berhasil mengamankan terduga pelaku.

Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti di tangan terduga pelaku.

“Barang bukti sebagian sudah dipakai untuk membayar cicilan mobil. Pelaku sudah diamankan di Mapolsek Kelapa Lima untuk proses hukum selanjutnya,” pungkas Kapolsek Kelapa Lima. (wil)

Continue Reading

HUKRIM

Polresta Kupang Tangkap Rafi Fiky di Makassar, Ada 30 Laporan Polisi

Published

on

Tersangka Rafi Fiky saat digiring menuju Mapolres Kupang Kota, Jumat (23/8).

Kupang, penatimor.com – Pelarian Rafi Fiky, SE., alias Rahmat alias Rafi berakhir.

Tersangka kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan tersebut akhirnya ditangkap polisi dari Polres Kupang Kota.

Pria 35 tahun itu merupakan buronan polisi baik Polres Kupang Kota maupun Polda NTT selama dua tahun terakhir.

Dia menghilang dari Kota Kupang sejak awal tahun 2017 karena tersangkut sejumlah kasus.

Polisi bahkan menerima puluhan laporan polisi terkait Rafi. Di Polda NTT terdapat sekitar 19 laporan polisi dan di Polres Kupang Kota sebanyak 11 laporan polisi.

Tersangka ditangkap pada Kamis (21/8) malam, sekitar pukul 22.00 di Jalan Poros Taman Subian Indah, Kecamatan Bireng Kanaya, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Penangkapan dilakukan tim Buru Sergap (Buser) Sat Reskrim Polres Kupang Kota dipimpin Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Kupang Kota Ipda Yance Kadiaman, SH.

Tim Polres Kupang Kota tiba di Kota Kupang, Jumat (22/8) malam sekitar pukul 18.10 menggunakan pesawat Garuda Airlines nomor penerbangan GA-678.

Rafi tidak sendirian. Polisi juga membawa serta Sri, istri Rafi karena diduga terlibat dalam sejumlah perkara yang melibatkan tersangka Rafi. Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana P. Tarung Binti, SIK., didampingi Waka Polres Kupang Kota, Kompol Edward Jacky Tofany Umbu Kaledi, SH SIK MM, Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH., MHum., Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Kupang Kota, Ipda I Wayan Pasek Sujana, SH., dan Kanit Pidum, Ipda Yance Kadiaman, SH., di Mapolres Kupang Kota mengakui kalau Rafi sudah lama menjadi buronan polisi.

“(Tersangka) kasus penipuan dan penggelapan dan sudah DPO sejak dua tahun lalu,” ujar Kapolres Kupang Kota.

Baca Juga :   Aniaya Nasabah, Debt Collector PT. FIF Kupang Dipolisikan

Penangkapan ini pun berkat kerja sama Polres Kupang Kota dengan tim khusus Dit Reskrim Polda Sulawesi Selatan.
Selain mengamankan Rafi dan istrinya, polisi juga mengamankan barang bukti 45 lembar STNK mobil berbagai merk, 18 foto copy sertifikat tanah, 1 bundel penyerahan aset, sejumlah ATM dan buku tabungan bank Mandiri dan BCA.

“Karena kita sudah amankan maka kita proses sidik dan di Polres Kupang Kota sendiri ada 11 laporan polisi,” tambah Kapolres Kupang Kota.

Polres Kupang Kota sudah menerima laporan sejak 2017 lalu. Pasca laporan kasus ini, tersangka Rafi kabur dan dijadikan DPO.

“Terkait dengan penipuan masalah mobil dan perumahan yang sudah terjadi beberapa tahun. Ada belasan LP yang kita terima,” ujar Kapolres.

Sambungnya, pihak Polres Kupang Kota masih membuka peluang dan ruang kepada masyarakat baik di dalam dan di luar Kota Kupang yang merasa ditipu oleh tersangka agar membuat laporan polisi sehingga bisa diproses.

Rafi sendiri langsung ditahan dan dikenakan pakaian tahanan. Sementara Sri sang istri masih dijadikan saksi. Sejak Jumat (22/8) malam, tersangka Rafi dijebloskan dalam sel Polres Kupang Kota hingga 20 hari kedepan sambil menunggu proses hukum lebih lanjut.

Tersangka dikenakan Pasal 372 dan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (wil)

Continue Reading

Loading…




error: Content is protected !!