Connect with us

UTAMA

Wagub NTT Dukung Penutupan Lokalisasi

Published

on

Ilustrasi lokalisasi prostitusi (NET)

Kupang, penatimor.com – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang untuk melakukan penutupan terhadap lokalisasi atau tempat prostitusi di Kota Kupang, mendapat dukungan dari Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi.

Menurut Wagub, dengan adanya penertiban terhadap pekerja seksual dapat mengurangi jumlah penderita penyakit HIV/AIDS di NTT.

Hal tersebut disampaikan Wagub usai memimpin upacara perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTT di Alun-alun Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur NTT, Senin (12/11).

Menurut Josef yang juga adalah Ketua Harian Penanggulangan HIV/AIDS NTT itu, bahwa langkah Pemkot Kupang tersebut adalah salah satu dari beberapa cara yang seharusnya disikapi untuk mengurangi angka penderita HIV/AIDS.

Ditambahkan, untuk memulai pemberantasan penyakit ini harus dengan pendidikan. Menyadarkan masyarakat bahwa HIV/AIDS merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya.

Untuk itu pemerintah mendorong pemberantasan ini melalui pendidikan yang telah dilakukan, mulai dari keluarga, pendidikan sekolah sampai pada pendidikan lingkungan.

“Kita menyadarkan kepada masyarakat lewat sosialisasi dan sebagainya agar masyarakat dapat mengetahui ciri-ciri penyakit tersebut dan menyadari akan dampak dari pada penyakit mematikan tersebut,” ungap mantan anggota DPR RI itu.

Dikatakan, selain pemerintah yang telah melakukan penutupan, harus didukung dengan pemberian pelatihan untuk pengembangan kemampuan diri agar tidak lagi mengerjakan pekerjaan tersebut dan pemerintah melalui petugas medis terus melakukan pendataan dan pengobatan kepada penderita HIV/AIDS.

“Pekerjaan ini bukan baru saat ini terjadi, namun sudah menjadi pekerjaan yang diwarisi dari masa Adam dan Hawa, dan ini sudah dipercayai benar terjadi di setiap agama sehingga kegiatan ini bukan hal yang baru bagi masyarakat,” ujar Josef.

Sementara untuk mengguranggi penyakit yang lain, Wagub mengajak seluruh lapisan masyarakat mengomsumsi kelor, karena kelor merupakan salah satu makanan yang bisa mengatasi dan menyembuhkan banyak sekali jenis penyakit.

Lebih lanjut dikatakan, kelor yang dimiliki oleh NTT merupakan kelor yang paling bagus di dunia, sehingga masyarakat harus makan kelor karena kelor NTT palih hebat di dunia mengalahkan kelor yang dimiliki oleh Spanyol.

“Untuk penyakit gizi buruk dan penyakit lainnya diharapkan kepada masyarakat untuk memanfaatkan kelor sebagai salah satu obat yang ampuh, karena kualitas kelor sendiri bisa menyembuhkan banyak penyakit termasuk gizi buruk dan lain-lainnya,” tutup Wagub. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Hakim Tolak Eksepsi 7 Terdakwa Kasus Tanah Labuan Bajo

Published

on

Sidang virtual perkara dugaan korupsi pengalihan aset tanah Pemkab Manggarai Barat.
Continue Reading

HUKRIM

Polda NTT Tetapkan Pembeli Tanah Milik Ferdinand Konay sebagai Tersangka

Published

on

SP2HP Penetapan tersangka Pada Melkior oleh Polda NTT. (Screenshot SP2HP)
Continue Reading

HUKRIM

Curi Perhiasan Senilai Rp 50 Miliar, Dua Pelaku Ditangkap di Alor

Published

on

Tim Jatanras Polres Alor mengamankan dua DPO kasus pencurian perhiasan di pelabuhan Kalabahi, Alor.
Continue Reading