Connect with us

EKONOMI

Pemkot Kupang Bakal Dapat Bantuan 6 Bus, Layani Trayek Naimata, Naioni dan Undana

Published

on

Ilustrasi bus (NET)

Kupang, penatimor.com – Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man, mengatakan, di tahun 2019 mendatang, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang bakal mendapat enam unit bus angkutan umum dari Kementerian Perhubungan RI.

Bantuan enam unit bus yang diberikan, masing-masing berkapasitas 17 sampai 20 penumpang.

“Dari Kementerian Perhubungan akan memberikan enam unit bus untuk Kota Kupang. Tentunya bantuan ini sangat bermanfaat bagi Kota Kupang, terutama untuk membuka jalur-jalur yang selama ini belum dilalui angkutan umum,” kata Hermanus.

Menurut Wawali, dengan bantuan yang diberikan, Pemkot Kupang akan membuka tiga rute trayek angkutan umum yang baru, yaitu melintasi Jalan El Tari ke Kampus Undana, trayek Naioni, dan Naimata. Untuk ketiga rute baru ini akan dioperasikan masing-masing dua unit bus.

“Kami buka jalur baru, jadi tidak lagi untuk jalur yang sudah ada. Hal ini agar masyarakat yang tinggal di wilayah yang belum terjangkau, bisa dijangkau dan lebih mempermudah aktivitas masyarakat. Sebuah perkotaan harus memiliki transportasi yang menjangkau ke semua wilayah,” ujarnya.

Untuk pengelolaan enam unit bus tersebut, jelas Hermanus, akan diserahkan kepada Dinas Perhubungan Kota Kupang dan akan bekerja sama dengan pihak Damri Cabang Kupang untuk pengelolaan dan pengoperasiannya.

“Bus ini akan dikelola oleh Dinas Perhubungan Kota Kupang bekerja sama dengan Damri, sehingga pengoperasian dan pengawasannya bisa dilakukan secara baik. Tujuan diserahkan mobil ini adalah untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan transportasi yang layak dan terjangkau,” ungkapnya.

Menyangkut tarif angkutan umum, lanjut Hermanus, masih akan dibahas, namun tarif yang akan diberlakukan tidak akan melebihi tarif angkutan kota yang sementara ini berlaku di Kota Kupang.

“Untuk tarifnya, kami akan berdiskusi, tetapi tarif tidak boleh tinggi dan melebihi standar yang selama ini ada. Jangan sampai justru memberatkan masyarakat. Bukan itu tujuan diberikan bantuan ini,” terangnya.

Hermanus mengaku, bantuan dari Kementerian Perhubungan ini sangat bermanfaat untuk membuka trayek angkutan umum yamg baru, sebab untuk wilayah Naioni dan Naimata, belum ada angkutan umum yang beroperasi dikedua jalur tersebut.

Meskipun Pemkot Kupang telah lama membuka jalur trayek tersebut, pengusaha angkutan umum yang rata-rata berasal dari pihak swasta tidak mau mengurus rute angkutan umumnya melewati rute tersebut.

Untuk itu, dengan bantuan yang ada pemerintah bisa memanfaatkanya untuk melayani rute yang melintasi daerah pinggiran Kota Kupang.

Untuk diketahui, Kementerian Perhubungan telah membantu Pemkot Kupang dalam berbagai hal. Misalnya alokasi anggaran pembangunan terminal tipe A sampai operasional dan anggaran perencanaan, sebesar Rp 20,6 miliar yang bersumber dari APBN Kementerian Perhubungan.

Pelaksanaan pembangunan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama tahun 2018 yaitu persiapan pembersihan lahan dan timbunan sirtu, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 3,5 miliar.

Tahap kedua, tahun 2019, yaitu lanjutan timbunan sirtu sampai top level, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 7,5 miliar.

Tahap ketiga, tahun 2020 yaitu, pembangunan fasilitas terminal yang direncanakan sampai selesai.
Kementerian Perhubungan juga memberikan bantuan Area Traffic Control Sistem (ATCS), digunakan sebagai sistem pengaturan lalu-lintas yang terintegrasi dengan pengendali dalam suatu ruang kontrol yang dioperasikkan oleh Dinas Perhubungan Kota Kupang, untuk mengatur keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di persimpangan.

Di tahun 2018, telah dibangun tiga ATCS di tiga titik simpang, yaitu simpang Kirab, simpang Gubernuran NTT dan Simpang Polda NTT, dengan alokasi anggaran bersumber dari APBN sebesar Rp 3,5 miliar, untuk pengadaan dan pemasangan ATCS, CCTV, Software dan lainnya.

Sementara untuk pembangunan ruang lontrol dengan alokasi anggaran bersumber dari APBD Kota Kupang.

Tahapan pembangunan selanjutnya, masih ada 6 simpang lagi, dimana empat simpang akan dibangun pada tahun 2018, dan dua simpang lainnya akan dilaksanakan pada tahun 2019.

Dengan adanya pembangunan terminal Tipe A dan ATCS, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan transportasi serta keselamatan, keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di Kota Kupang pada khususnya, dan Provinsi NTT pada umumnya. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

EKONOMI

Ajang Kualifikasi Liga 3 dan ETMC Lembata jadi Pintu Berkah Bagi Pedagang Kecil, Difasilitasi Bank NTT

Published

on

Para pedagang kecil di Stadion Gelora 99 Lembata.
Continue Reading

EKONOMI

Di Lembata, Gubernur VBL Beri Sinyal Krisis Pangan, Bank NTT Bergerak Cepat Hadirkan Aplikasi Bagi Petani

Published

on

SOSIALISASI. Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Kepala Dinas Pertanian NTT, Lucky Koli, kepala Biro Ekonomi Setda NTT, Dr. Lerry Yupidara dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lembata, Kanis Tuaq, tampil sebagai narasumber di Lewoleba. Foto: Humas Bank NTT
Continue Reading

EKONOMI

Catat Kinerja Keuangan Positif, Bank NTT Raih Indonesia Top Bank Award 2022

Published

on

Bank kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur itu mendapat penghargaan sebagai Indonesia Top Bank KBMI 1 atau Kelompok Bank Modal Inti 1 (Rp3 Triliun sampai Rp6 Triliun).
Continue Reading
error: Content is protected !!