Connect with us

UTAMA

Bangun Gedung Serbaguna, Jemaat Paulus Kupang Gelar Konser Galang Dana

Published

on

Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Mery Kolimon, beserta jajaran lainnya memberikan hadiah utama sebuah rumah bagi pemenang undian dalam acara malam penggalangan dana GMIT Paulus, Rabu (14/11).

Kupang, penatimor.com – Dalam rangka mencari dana untuk pembangunan gedung serba guna, Jemaat GMIT Paulus Kupang menggelar malam penggalangan dana, berupa konser rohani untuk lelang lagu.

Jemaat GMIT Paulus Kupang juga menjual kupon berhadiah utama sebuah rumah, lima unit sepeda motor, kulkas, Tv dan hadiah menarik lainnya.

Malam penggalangan dana digelar di halaman gereja Paulus, Rabu (14/11).

Hadir Gubernur NTT Viktor Laiskodat beserta seluruh pimpinan OPD lingkup Pemprov NTT, Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Mery Kolimon beserta para pendeta dan ketua klasis di lingkup sinode GMIT, beserta ratusan jemaat dan undangan lainnya.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat, mengatakan, sebuah transformasi besar terjadi di GMIT, dari profesi yang selalu setia melayani setiap minggu, melayani orang mati, melayani orang menikah dan pelayanan lainnya, menuju sebuah sistem yang terus-menerus, mengenal menuju pengetahuan menuju karakter Yesus.

“Malam hari ini juga patut kita berbahagia, dan saya bangga berkumpul di sini. Diharapkan kedepan, kita berkumpul di sini bukan hanya berbicara tentang membangun sebuah rumah, tetapi berkumpul di sini untuk mendorong agar sistem pendidikan GMIT itu terus maju dan berjalan. Malam menggalang dana untuk bagaimana menyekolahkan dan membiayai anak-anak NTT,” ujar Gubernur.

Dia menjelaskan, hari ini NTT berbicara tentang garam, dimana NTT menjadi salah satu provinsi yang menghasilkan garam, tetapi tidak ada satupun orang NTT yang sekolah tentang garam.

“Jadi kalau kita bicara garam industri semua tidak tahu. Tetapi alamnya sangat luar biasa. Kita akan mulai dengan langkah-langkah transformasi diri untuk membangun NTT. Mimpi saya untuk membangun NTT tidak akan berubah jika gereja tidak merangsang dalam membangun semangat itu,” ujarnya.

Dikatakan, dimanapun, sampai di pelosok sekalipun pasti ada gereja bagus di sana, tetapi tidak ada sekolah bagus di sana. Tetapi gerejanya terbaik.

“Saya bayangkan jika gerejanya adalah sekolah, maka transformasi pendidikan untuk melahirkan karakter Yesus akan ada di sana,” ungkapnya.

Gubernur menegaskan agar orang NTT membiasakan untuk ada sindrom orang miskin, yaitu selalu memulai sesuatu dengan apa yang dia miliki dan menjadi orang kaya yang melakukan sesuatu dengan cara berpikir visi besarnya.

“Jadi kalau gedung ini dibangun dalam desain yang bagus, itu menunjukan kehebatan dan keimanan yang besar di dalamnya, karena mempunyai visi besar dalam pembangunan iman,” terangnya.

Diharapkan, bukan hanya gedung ini saja yang dilahirkan, tetapi juga melahirkan manusia-manusia hebat, yang luar biasa untuk mengalahkan dunia ini, dan itu mimpi bersama untuk manusia NTT.

Ketua Sinode GMIT Pdt. Mery Kolimon, mengatakan, Sinode GMIT memberikan apresiasi yang tulus kepada seluruh jemaat dan panitia GMIT Paulus yang telah menggelar acara tersebut.

Apresiasi juga karena jemaat setempat telah memberikan diri dan memikul bersama-sama tanggung jawab dan sukacita pelayanan di lingkup sinodal, terkait penyelenggaraan sidang sinode ke-34 yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober 2019 mendatang.

“Pelaksanaan sidang sinode akan dilaksanakan pada Oktober 2019 mendatang, jadi kita masih mempunyai waktu satu tahun lagi, untuk mempersiapkan. Kami berterima kasih karena panitia dan jemaat telah mempersiapkan dengan serius tempat persidangan,” kata Pdt. Mery.

Dia mengaku, sangat mendukung panitia dan Jemaat Paulus yang telah bekerja serius di malam penggalangan dana ini. Doa yang tulus selalu diberikan dalam persiapan menuju sidang sinode nanti.

“Kiranya seluruh persiapan dan sarana serta fasilitas dapat bermanfaat bagi semua pelayanan. Kami berharap agar gedung pertemuan ini akan dimanfaatkan untuk tugas-tugas gereja dalam hal yang lebih subtansial, dalam hal berskutu, bersaksi dan melayani dengan kasih, beribadah dan menatalayani,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Umbu Saga Anakaka, mengatakan, malam penggalangan dana ini dilakukan untuk membangun gedung serba guna Jemaat Paulus.

“Kami telah merencanakan untuk membangun gedung serba guna berukuran 45 x 20 meter persegi. Gedung ini akan didirikan dua lantai. Lantai 1 untuk kegiatan-kegiatan pelayanan dan lantai 2 untuk kegiatan pendidikan informal juga bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan lainnya,” sebut Umbu.

Dikatakan, sumber dana ini berasal dari internal yang ada, proposal yang diberikan kepada pemerintah dan swasta juga malam galang dana. Selain itu, adapun lelang natura setiap kali ibadah dan ada gerakan seribu bagi seluruh jemaat.

“Ini adalah program-program panitia yang dilakukan untuk menggalang dana. Malam penggalangan dana ini juga menampilkan penyanyi-penyanyi yang merupakan warga jemaat GMIT Paulus untuk lelang lagu,” terangnya.

Dia mengaku, hadiah utama rumah senilai Rp 242 juta. Untuk hadiah utama ini, panitia dibantu oleh tiga tokoh gereja untuk membeli rumah ini, karena panitia hanya menyiapkan uang Rp 92 juta, adapun hadiah lainnya yaitu 5 unit motor, serta hadiah hiburan dan lainnya.

“Total dana yang digunakan untuk acara malam ini sebesar Rp 240 juta, sementara dana yang diterima dari lelang lagu dan semua sumbangan berjumlah Rp 300 juta lebih,” katanya.

Terpisah, anggota panitia seksi usaha dana Aki Kalla, mengatakan, untuk pembangunan gedung serba guna ini, panitia pembangunan bergabung dengan pemuda untuk bisa mewujudkan rencana pembangunan tersebut, yang nantinya tidak hanya digunakan untuk pelayanan, tetapi juga untuk masa depan pemuda dan masa depan generasi selanjutnya.

“Karena itu kami orang muda terpanggil bersama panitia pembangunan untuk mensukseskan rencana pembangunan gedung serba guna ini,” ujarnya.

Aki mengatakan, ada banyak kegiatan yang digelar dalam usaha dana, yaitu penjualan kupon per lembar seharga Rp 100.000, dengan hadiah utama rumah, juga ada malam penggalangan dana ini, dengan lelang lagu yang menghadirkan semua talenta yang ada di Jemaat Paulus.

Dia mengaku, biaya untuk kegiatan malam ini, panitia mengeluarkan anggaran sebesar Rp 200 juta lebih. Sementara anggaran yang dibutuhkan untuk membangun aula serba guna ini sebesar Rp 8 miliar, dan dari gereja sudah ada Rp 1,5 miliar, dan masih kurang Rp 6 miliar lebih, dan pembangunan ini harus selesai tahun depan untuk kegiatan sidang sinode GMIT.

“Kami masih akan menggelar berbagai kegiatan penggalangan dana lainnya. Kami terus berupaya dan bekerja sama agar semuanya bisa selesai tepat waktu, dan kami semua yakin, pertolongan Tuhan selalu ada bagi kami,” pungkas Aki Kalla. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Putusan Kasasi, Loe Mei Lien Divonis 8,6 Tahun Penjara, Jaksa Eksekusi di Lapas

Published

on

Jaksa mengeksekusi terpidana Loe Mei Lien alias Indrasari ke Lapas Wanita Kelas III Kupang, Kamis (5/8/2021) sore.
Continue Reading

HUKRIM

Diduga Hina Gubernur, Ketua ARAKSI NTT Dipolisikan, Karo Hukum Minta Polda Usut Tuntas

Published

on

Karo Hukum Setda Provinsi NTT, Alexon Lumba menunjukkan laporan polisi terhadap Ketua ARAKSI NTT, Alfret Baun, SH.
Continue Reading

HUKRIM

Divonis Hukuman Berat, Jaksa Eksekusi 4 Terpidana Korupsi Bank NTT Surabaya

Published

on

Jaksa esekutor Kejati NTT, S. Hendrik Tiip, SH., saat mengeksekusi terpidana Stefanus Sulayman di Rutan Kelas IIB Kupang, Kamis (5/8/2021) siang.
Continue Reading
error: Content is protected !!