Connect with us

UTAMA

Sudah 1.376 Pengidap HIV-AIDS di Kota Kupang, Ada 32 Balita

Published

on

Ilustrasi HIV AIDS (NET)

Kupang, penatimor.com – Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kupang menemukan adanya peningkatan kasus HIV/AIDS di Kota Kupang pada tahun 2018.

Rata-rata setiap bulan KPAD menemukan 12 orang pengidap HIV/AIDS di Kota Kupang.

Sekretaris KPAD Kota Kupang, Steven D. Manafe, mengatakan, sesuai data yang tercatat di KPA, kasus HIV di bulan September 2018 sebanyak 108 kasus, sehingga jika dibagi dalam sembilan bulan, maka rata-rata ditemukan 12 kasus HIV/AIDS per bulan.

Menurutnya, sampai saat ini penderita HIV/AIDS yang terdata di KPAD secara keseluruhan berjumlah 1.376 orang, yang terdiri dari pengidap berjenis kelamin laki-laki sebanyak 813 orang dan perempuan sebanyak 563 orang.

Penderita HIV AIDS di Kota Kupang rata-rata berusia 25 sampai 45 tahun, namun KPAD juga menemukan adanya penderita yang masih berusia di bawah lima tahun (balita) sebanyak 32 orang, dan usia 5 tahun sampai 9 sebanyak 3 orang.

Sementara untuk penyebaran per kecamatan, lanjut Stefen Manafe, Kecamatan Maulafa masih berada pada posisi pertama dengan pengidap HIV/ AIDS sebanyak 19 persen, disusul tiga kecamatan lain yaitu Kecamatan Kelapa Lima, Oebobo dan Alak, masing-masing 17 persen, serta Kecamatan Kota Lama dan Kota Raja masing-masing 15 persen.

“Sesuai data yang tercatat di KPA, kasus HIV di bulan September 2018 sebanyak 108 kasus, sehingga dibagi dalam sembilan bulan secara rata-rata ditemukan 12 kasus HIV/AIDS per bulan atau secara tren kenaikan kasus HIV dan AIDS yang terjadi di Kota Kupang 1,3 persen perbulan dari total 1.376 kasus HIV dan AIDS hingga sekarang,” katanya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (7/11).

Sedangkan, adapun penderita usia 5-9 tahun sebanyak 3 orang, dilihat dari data yang tercatat berdasarkan pekerjaan masih di dominasi pekerja swasta yakni 20 persen, ibu rumah tangga sebesar 13 persen, dan PSK 10 persen.

Baca Juga :   Dalami Kebakaran Taman Komodo, Polisi Periksa 14 Saksi, 2 WNA

Sementara, untuk posisi pekerjaan lainnya yakni mahasiswa dan petani, masing-masing 6 persen, bagi sopir, buru, ojek, dan TNI masing-masing 5 persen, sementara pelaut atau nelayan hanya 4 persen.

“Kami selalu melakukan pendampingan dan sosialisasi langsung di masyarakat, dengan harapan agar menemukan lebih cepat penderita dan didampingi, sosialisasi ini dilakukan melalui WPA yang ada di semua kelurahan,” ungkap Steven. (R1)

Advertisement
Loading...
Loading...

UTAMA

Kunjungi NTT, Jokowi Tinjau Tambak Garam Nunkurus

Published

on

Presiden Joko Widodo meninjau operasional tambak garam di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Rabu (21/8).

Kupang, penatimor.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana, meninjau operasional tambak garam di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (21/8).

Jokowi sengaja datang ke daerah itu untuk memastikan bahwa tambak garam yang ada di sana sudah mulai berproduksi.

“Saya ke sini hanya ingin memastikan bahwa program untuk urusan garam ini sudah dimulai. Karena kita tahu impor garam kita 3,7 juta (metrik) ton, sementara yang bisa diproduksi dalam negeri baru 1,1 juta ton. Masih jauh sekali,” kata Jokowi.

Secara keseluruhan, Provinsi NTT memiliki potensi besar produksi garam dengan luas tambak kurang lebih 21.000 hektare. Khusus Kupang, setidaknya 7.000 hektare lahan dapat dikembangkan untuk tujuan tersebut.

Sementara lokasi tambak garam yang dikunjungi Kepala Negara hari ini berproduksi di atas lahan tambak seluas 10 hektare dari potensi 600 hektare yang ada.

“NTT ini memiliki potensi yang bisa dikerjakan itu 21.000 hektare. Di Kupang ada kurang lebih 7.000 hektare, yang dimulai ini 600 hektare dulu. Tetapi juga baru diselesaikan 10 hektare,” jelasnya.

Pengembangan industri garam di NTT memerlukan investasi yang tak sedikit. Meski demikian, pemanfaatan sepenuhnya untuk lahan tambak seluas 600 hektare tersebut akan dikejar penyelesaiannya di tahun mendatang.

Selain itu, mantan gubernur DKI Jakarta tersebut juga menginginkan agar para petani tambak setempat diberdayakan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Tahun depan akan selesai 600 hektare, petani tambak diikutkan juga. Kerja sekaligus ikut (memiliki) seperti saham sehingga nanti penghasilan masyarakat di sini bisa lebih baik,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Jokowi sempat melihat garam hasil produksi lahan tambak tersebut dan membandingkannya dengan garam sejenis dari luar wilayah itu. Dia memastikan bahwa garam yang dihasilkan di Nunkurus memiliki kualitas yang sangat baik.

Baca Juga :   Heboh di Semau, Ada Tulisan di Hati Ayam, Pendeta Doa Bersama

“Tadi saya ditunjukkan beberapa perbandingan garam yang diambil dari luar dibawa ke sini. Yang dari Madura, yang dari Surabaya, dan dari Australia. Memang hasilnya di sini lebih bagus, lebih putih, bisa masuk ke garam industri, dan kalau diolah lagi bisa juga menjadi garam konsumsi,” tambahnya.

Selama kunjungan tersebut, Presiden Jokowi didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat beserta istri. (jim)

Continue Reading

UTAMA

Jaksa Agung Supervisi Kejati NTT

Published

on

Jaksa Agung RI Dr. (HC) H.M.Prasetyo, SH.

Kupang, penatimor.com – Jaksa Agung RI Dr. (HC) H.M.Prasetyo, SH., dan Ketua Umum IAD Pusat Ny. Ros Ellyana Prasetyo melakukan kunjungan kerja dan supervisi ke Kejati NTT.

Jaksa Agung dan rombongan dijadwalkan tiba di Kupang sore ini, pukul 17.40, Rabu (21/8), dan akan berada di Kupang hingga Kamis (22/8).

Kasi Penkum Kejati NTT Abdul Hakim yang dikonfirmasi wartawan, mengatakan, selain kunjungan kerja dan supervisi, Jaksa Agung juga akan melakukan peresmian TK Adhyaksa X Kupang dan penyerahan aset eks Sagared.

“Bapak Jaksa Agung setelah tiba nanti di kantor Kejati NTT akan langsung melakukan briefing kepada seluruh Kajari dan Kacabjari se-daratan Timor dan seluruh pegawai pada Kejati NTT,” kata Abdul.

Selain itu, Ketua Umum IAD Pusat dijadwalkan melakukan supervisi dan tatap muka dengan Ketua IAD Wilayah NTT dan Ketua IAD Daerah se-NTT.

Sementara, pada Kamis (22/8), sekira pukul 08.15, akan dilakukan peresmian TK Adhyaksa X oleh Ketua Umum IAD Pusat.

Selanjutnya, Ketua IAD Pusat dan rombongan juga diagendakan mengunjungi tempat tenun ikat Ina Sabu.

Sedangkan, Jaksa Agung melakukan penyerahan bangunan eks PT Sagaret. (mel)

Continue Reading

HUKRIM

Jery Awu Tega Aniaya Pacar Pakai Ikat Pinggang dan Kabel Listrik

Published

on

Tersangka Yermias Ricky Awu alias Jery.

Denpasar, penatimor.com – Yermias Ricky Awu alias Jery, 33, tega menganiaya pacarnya bernama Meriana Ringu alias Meri, 22, hingga babak belur dan tak sadarkan diri di mes milik Made di Banjar Untal-Untal, Dalung, pada Selasa (13/8) pukul 18.30.

Pelaku yang merupakan asal Sumba, kini ditahan di Mapolsek Kuta Utara, Bali, dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Penganiayaan berawal dari pelaku yang baru datang dari suatu tempat terlibat adu mulut dengan korban. Tak bisa kendalikan emosi, pelaku mengambil ikat pinggangnya.

Dengan ikat pinggang warna cokelat tersebut, pelaku memukul kaki, bokong dan punggung kekasihnya hingga korban tidak berdaya. Usai melakukan penganiayaan, pelaku dengan santai pergi ke warung dekat TKP. Keduanya diketahui tinggal bersama di TKP.

Keesokan harinya sekitar pukul 23.00, keduanya kembali adu mulut. Kali ini pelaku mengambil kabel listrik dan memukul tubuh korban.

“Sempat jeda sebentar, pelaku kembali memukul korban dengan ikat pinggang. Setelah itu pelaku mengambil selang air dan memukul korban hingga menjelang pagi,” kata salah satu sumber, Minggu (18/8).

Tak tahan dengan sakit yang dialami, korban pun lemas. Sedangkan pelaku memanggil tetangganya bernama Pino, menyuruh memanggil pamannya yang bernama Yustius Bunmo alias Yus. Oleh Yus pertengkaran keduanya sempat dilerai.

“Pelaku dan korban pun keluar dari kamar usai dilerai Yus. Sesampainya di teras, pelaku kembali menampar korban sebanyak dua kali hingga korban pingsan. Korban baru sadar saat tiba di RS Trijata Polda Bali,” bebernya.

“Penyidik masih mendalami motif lainnya. Untuk sementara, motifnya diduga pelaku ini cemburu. Korban mengalami luka bekas pukulan dan cambukan di sekujur tubuhnya,” terangnya.

Kasubag Humas Polres Badung Iptu Ketut Oka Bawa yang dikonfirmasi mengatakan, peristiwa tersebut telah ditangani Polsek Kuta Utara dan Unit PPA Polres Badung.

Baca Juga :   Kemhub Serahkan 7 Bus ke Pemkot Kupang dan 2 Universitas

“Selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa kabel dan sabuk yang dipakai tersangka menganiaya korban,” ucap Oka. (jim)

Continue Reading

Loading…




error: Content is protected !!