Connect with us

HUKRIM

Pembunuhan Bayi, Polisi Tunggu Hasil Outopsi

Published

on

Kamar kos pelaku tampak dipolice line oleh penyidik Satreskrim Polres Kupang Kota. Diabadikan, Kamis (8/11) Foto: Wiliam

Kupang, penatimor.com – Penyidik Unit Pidum Satreskrim Polres Kupang Kota terus mendalami kasus dugaan pembunuhan bayi baru lahir oleh ibunya sendiri di wilayah Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooynafi yang diwawancara di ruang kerjanya, Kamis (8/11), mengatakan, jenazah bayi malang berjenis kelamin perempuan itu telah dioutopsi dokter forensik di Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Titus Uly.

“Sudah dioutopsi tadi malam. Kami masih menunggu hasilnya dari dokter,” kata Bobby.

Mantan Kasat Reskrim Polres Sikka itu, melanjutkan, ibu bayi bernama Nurlinda (18), adalah mahasiswi semester 1 Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK).

Pelaku diketahui indekost di wilayah RT 14/RW 04, Jl. Ahmad Dahlan, Kelurahan Kayu Putih, atau depan kampus UMK.

Di sebuah kamar kos berlantai 2 dengan tembok warna hijau tersebut, pelaku tinggal bersama dua temannya, Endang dan Sumiata.

Kedua teman pelaku ini juga belum dimintai keterangan oleh polisi.

Kasat melanjutkan, sebelumnya, pelaku masih ke kampus, namun karena perut nya sakit dia pulang ke kos.

“Karena ibu Neneng melihat pelaku N muka pucat maka dibantu untuk membukan pintu kamar kos. Setelah itu datanglah bibi dari N bernama Halima (48), guru di salah satu SD di Kupang,” jelas Kasat.

Selanjutnya, Halima membawa bayi yang sudah meninggal dunia dan sudah dimasukan dalam kantung plastik itu ke RSUD S.K. Lerik.

“Karena merasa janggal pihak dokter yang menangani pelaku menghubungi pihak kepolisian. Saat olah TKP di kamar kos N, hanya terdapat bercak darah sedikit,” imbuh Kasat.

Terpisah, Syafrudin (30) selaku paman dari pelaku N, saat ditemui di TKP, mengatakan pelaku sudah masuk kuliah sekira 4 bulan.

“Karena saya yang membantu mendaftarnya kuliah,” sebut Syafrudin.

Dia juga mengaku heran karena selama ini pelaku tidak terlihat seperti orang yang sedang mengandung.

Hal senada juga disampaikan Samsudin (27).

“Pelaku tidak seperti orang yang lagi mengandung. Biasa pulang kampus hanya di dalam kamar kos,” ungkap Samsudin.

Sementara, Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim I Wayan Pasek Sujana, mengatakan, sampai saat ini pelaku belum bisa diambil keterangan, karena kondisinya masih lemah dan belum memungkinkan menjalani pemeriksaan.

“Kami masih menunggu hasil otoupsi dari dokter forensik RSB, dan juga menunggu kondisi pelaku pulih,” sebut Wayan. (R3)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Guru Penganiaya Siswa hingga Meninggal di Alor Dipecat, Polisi Tetapkan Tersangka

Published

on

Kapolres Alor, AKBP Agustinus Christmas.
Continue Reading

HUKRIM

Korupsi Dana Desa Makun, Kades dan Berdahara Segera Diadili, Kejari TTU Sita Uang dan Aset Ratusan Juta

Published

on

Kajari Kabupaten TTU, Roberth Jimmy Lambila, SH.,MH.
Continue Reading

HUKRIM

SADIS! Siswa SMP di Alor Meninggal Dunia Setelah Dianiaya Gurunya

Published

on

Jenazah korban saat berada di RSUD Kalabahi.
Continue Reading
error: Content is protected !!