Connect with us

HUKRIM

Penasihat Hukum Minta Hakim Bebaskan Ranti Kore dan Anaknya

Published

on

Ranti Kore

Kupang, penatimor.com – Majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Kupang menggelar sidang lanjutan perkara dugaan penculikan terhadap bocah Ricard Mantolas (4), anak dari Kasi Pidsus Kejasaan Negeri TTU, Kundrat Mantolas, Rabu (31/10).

Sidang dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau pledoi dari Penasihat Hukum (PH) terdakwa Prantiana Kore dan tiga orang terdakwa lainnya, berlangsung aman dan tertib.

Sebelumnya, para terdakwa Prantiana Kore dan Christian Nahas dituntut 11 tahun penjara, sementara Simson Rassy dituntut 8 tahun penjara dan Tomas Valentino Kore 6 tahun penjara.

Sidang tersebut dipimpin Hakim Ketua Yetedi Windiarton, didampingi dua hakim anggota, Prasetio Utomo dan Tjokorda Pastima.

Sementara keempat terdakwa didampingi oleh tim penasihat hukumnya, Yohanes Rihi, Meriyeta Soruh, Marsel Radja, Paulus Seran dan Marinus Lau.

Pembacaan pledoi terdakwa Prantiana Kore terpisah dari tiga orang terdakwa lainnya, yakni Christian Nahas, Simson Rassy dan Tomas Valentino Kore.

Penasihat hokum terdakwa pada akhir nota pembelaan, berkesimpulan bahwa terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindakan penculikan sebagaimana yang didakwakan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

“Kami mohon kepada majelis hakim yang mulia untuk berkenan memberikan putusan atas perkara ini dengan amar putusan membebaskan terdakwa dari segala tuntutan, memulihkan harkat dan martabat terdakwa dalam kedudukan semula dan membebankan biaya perkara kepada negara,” kata Yohanis Rihi.

Sementara, terdakwa Christian Nahas telah terbukti sehingga diharapkan kepada majelis hakim untuk mempertimbangkan seluruh tuntutan yang telah dituntut sebelumnya, sedangkan Simson Rassy dan Tomas Valentino Kore juga tidak terbukti sehingga diharapkan untuk dibebaskan dari segala tuntutan yang telah disampaikan oleh JPU.

Penasihat Hukum Meriyeta Soruh, usai sidang tersebut, mengatakan, sesuai dengan fakta-fakta persidangan dan keterangan para saksi, maka pihaknya telah melakukan pembelaan sesuai dengan fakta persidangan serta bukti-bukti yang ada.

“Sesuai dengan tuntutan JPU, klien kami dituntut penjara masing-masing selama 11 tahun, 8 tahun dan 6 tahun. Namun sesuai dengan fakta-fakta persidangan, kami penasihat hukum telah menyimpulkan dan 3 orang terdakwa kami minta untuk dibebaskan, sedangkan Christian Nahas terbukti sesuai dengan dakwaan JPU, sehingga kami minta untuk diringankan hukumannya,” ujar Meriyeta.
Sidang perkara penculikan anak ini akan dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda tanggapan dari JPU atas pledoi penasihat hukum terdakwa. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Jonas Salean ‘Bebas’

Published

on

Jonas Salean saat meninggalkan kantor Kejati NTT, Selasa (27/10/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Kajati NTT jangan Campuradukkan Wewenang Administrasi Negara dan Wewenang Penuntutan Jaksa

Published

on

Petrus Salestinus (NET)
Continue Reading

HUKRIM

Polisi Ciduk Pelaku Penganiayaan di Kupang, Gunakan Parang, Korban Pegawai Navigasi

Published

on

Jeskial Lodo Ndilu alias Eky alias Bartex (29), warga Jalan Banteng, Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja.
Continue Reading
loading...