Connect with us

HUKRIM

Tim Jibom Telusuri Sumber Geranat Kejut yang Meledak di SoE

Published

on

Korban Istanto Djaha dirawat intensif di rumah sakit.

Kupang, penatimor.com – Istanto Djaha (41), ASN pada Satpol PP Kabupaten TTS yang terluka parah akibat ledakan geranat kejut di Kobelete, Kecamatan Kota SoE, terus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Siloam Kupang.

Sementara itu, Tim Jibom Gegana Sat Brimob Polda NTT terus melakukan penyisiran dan olah TKP.

Terkait asal geranat kejut tersebut, Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules Abast, saat diwawancarai, Selasa (30/10), mengatakan, pihaknya belum memastikan sumber barang tersebut, karena sementara dilakukan penyelidikan.

“Apakah barang tersebut berasal dari sisa-sisa peninggalan zaman dulu saat perang saat masih pergolakan di Timor Timur atau geranat tersebut adalah barang milik organik militer. Masih kita lakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Jules.

Saat ini, lanjut mantan Kapolres Manggarai Barat itu, tim Jibom masih melakukan penyelidikan di SoE, dan dalam olah TKP tersebut telah diambil beberapa sampel berupa sisa-sisa serpihan dari bahan yang meledak tersebut.

“Nanti kita lihat, apakah memerlukan tes uji Labfor terkait dengan mesiu atau bahan peledaknya. Nanti dianalisa dulu oleh tim Jibom, tentu hasilnya akan kita koordinasikan lagi dengan tim Jibom, karena ini baru hasil kesimpulan sementara,” terang dia.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan atau mempercayai berita-berita yang belum dipastikan kebenarannya alias hoax, dan tetap bersikap tenang karena saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan terkait sumber dari geranat kejut tersebut.

“Kita juga masih mengindentifikasi terkait dengan saksi-saksi yang mengetahui. Sementara kita lakukan penyelidikan dan mintai keterangan,” sebut Jules.

“Jadi barang yang meledak tersebut bukan ditemukan di tempat lain, tetapi ada di pekarangan rumah warga. Kita lagi menelusuri dari mana asal dari barang tersebut. Dugaan sementara barang tersebut adalah geranat kejut yang menimbulkan ledakan karena dipukul dengan menggunakan palu dan ditemukan di pekarangan sekitar rumah saksi. Radius-radius dekat sekira 10-20 meter sangat berbahaya dan mematikan walau sifatnya adalah geranat latihan,” sambung dia.

Perwira menengah dengan pangkat tiga melati di pundak itu, juga mengurai kejadian ledakan yang memakan tiga korban luka-luka tersebut.

Menurut Jules, sekira pukul 17.30, di wilayah RT 05/RW 02, Kobelete, Kecamatan Kota SoE, telah terjadi ledakan yang diduga bahan peledak sehingga mengakibatkan tiga orang mengalami luka-luka.

Menurut Jules, sekira pukul 17.00, Minggu (28/10), seorang anak bernama Varel Djaha bermain di depan rumah milik Lorens Naitboho.

Varel juga mengajak temannya bernama Omri Naitboho (8), kemudian Varel melihat sebuah benda berbentuk bulat berwarna merah yang terletak di atas tumpukan bantu karang di samping rumah Lorens Naiboho.

Melihat barang tersebut, lanjut Kabid, Varel mengajak temannya Omri untuk melihat barang tersebut.

Varel lalu menyerahkan barang tersebut ke ayahnya Istanto Djaha.

Jules sampaikan, Varel dan Omri kemudian melanjutkan bermain di pekarangan rumah milik Lorens Naitboho.

Setelah menerima barang tersebut, Istanto Djaha membawa barang tersebut ke kebun yang ada di depan rumahnya dan memukul barang tersebut dengan hamer.

Akibat dipukul menggunakan hamer, barang tersebut mengakibatkan timbulnya ledakan, yang mengakibatkan Istanto Djaha mengalami luka cukup parah.

“Secara keseluruhan terdapat tiga korban akibat timbulnya ledakan, masing-masing Naififi Benggu, Aleha Djaha dan Istanto Djaha. Ketiga korban mengalami luka, namun yang paling parah adalah Istanto Djaha mengalami luka serius pada bagian tangan kanan dan kiri, serta bagian dada. Sedangkan Naififi Benggu mengalami luka pada bagian jari telunjuk kanan dan Alea Djaha mengalami luka sobek pada jari telunjuk kanan,” sebut Jules.

Korban Istanto Djaha sudah dibawa dari Rumah Sakit Umum SoE ke Rumah Sakit Siloam Kupang dan dalam penanganan tim medis untuk tindakan lebih lanjut.

Sedangkan kedua anak kecil, Naififi Benggu dan Aleha Djaha, tidak dirujuk, namun tetap dirawat di Rumah Sakit SoE.

Saat ini TKP masih di-police line oleh Polres TTS dan dilakukan olah TKP oleh personel Polres TTS maupun dari tim Jibom Gegana Brimob Polda NTT.

“Tim Jibom tiba di SoE Minggu malam dan langsung melakukan penyisiran di areal sekitar lokasi TKP. Dan siang melanjutkan penyisiran maupun olah TKP. Dan hasil sementara dari tim Jibom diduga sumber ledakan tersebut berasal dari geranat kejut yang biasa digunakan untuk latihan, tapi bisa mematikan bila meledak dalam jarak dekat. Untuk saat ini diduga benda tersebut adalah geranat kejut yang mengakibatkan ledakan,” pungkas Kombes Jules Abast. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Seorang Karyawati SPBU di Kupang Ditemukan Tak Bernyawa, Diduga Dibunuh

Published

on

Berdy Susanti Gabriel (30), karyawati salah satu SPBU di Kota Kupang ditemukan tidak bernyawa di pinggir jalan, Senin (26/10).
Continue Reading

HUKRIM

Jonas Salean ‘Bebas’

Published

on

Jonas Salean saat meninggalkan kantor Kejati NTT, Selasa (27/10/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Kajati NTT jangan Campuradukkan Wewenang Administrasi Negara dan Wewenang Penuntutan Jaksa

Published

on

Petrus Salestinus (NET)
Continue Reading
loading...