Connect with us

HUKRIM

Tak Direspon, Imigran Ingin Ketemu Gubernur

Published

on

Para imigran pose bersama di Hotel Lavender Kupang, Senin (29/10). FOTO: WILIAM

Kupang, penatimor.com – Para pengungsi luar negeri di Kota Kupang, kembali melakukan pertemuan dengan perwakilan IOM, UNHCR dan Keimigrasian, Senin (29/10).

Pertemuan berlangsung di Hotel Lavender yang juga merupakan salah satu tempat penampungan para pengungsi luar negeri tersebut.

Selanjutnya, para imigran bersama IOM, INHCR dan Rudenim Kupang membahas tentang aksi unjuk rasa yang dilakukan pada Jumat (26/10), dimana mereka meminta untuk dipindahkan ke kota lain yang memiliki Community House.

Hendrik Ch. Therik, perwakilan UNHCR, kepada wartawan, mengatakan, para imigran tersebut minta dipindahkan ke wilayah lain yang memiliki Community House.

Disampaikan juga bahwa semua penampungan sudah diatur, dan untuk sekarang masih di Kupang.

“Dari pandangan UNHCR belum ada alasan mendesak untuk dipindahkan, mungkin dari pihak pemerintahan mempunyai kebijakan sendiri,” kata dia.

Pihak UNHCR juga masih berkoordinsi dengan pihak Rudenim selaku pihak yang melakukan pengawasan, sedangkan untuk penampungan dari pihak daerah, dengan demikian UNHCR juga masih terus berkoordinasi dengan para pihak terkait.

“Untuk pertimbangan anak-anak sekolah, sampai saat ini masih dilakukan diskusi antara pihak IOM, UNCHR dan Pemda, tentang kemungkinan bisa disekolahkan karena sampai saat ini diskusi belum selesai, jadi belum ada pernyataan yang final apakah tidak bisa disekolahkan di sini,” jelas dia.

Hingga saat ini pihak IOM belum mau memberikan penjelasan tentang hasil diskusi bersama para imigran.

Martusa Naseri, 27, imigran dari Afganistan, mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak IOM, UNHCR, Keimigrasian dan Pemerintah, untuk berbicara tentang Community House di kota ini, tapi dari pihak pemerintahan tidak ada.

“Kami ingin jawaban yang jelas. Kalau dari pihak IOM tidak ada jawaban yang jelas, kami akan ke kantor gubernur untuk berbicara degan pak gubernur. Memang untuk waktu belum tau kapan,” singkat Martusa. (R3)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Pelajar SMA di Sumba Ditemukan Tewas Gantung Diri

Published

on

Kapolsek Kodi Utara, Ipda Daniel Thimotius Ndoen menenangkan keluarga korban gantung diri.
Continue Reading

HUKRIM

Pria 50 Tahun di TTS Cabuli Siswi SD

Published

on

Pelaku Simon (50) diamankan polisi.
Continue Reading

HUKRIM

September 2021, Seluruh Polwan di Dunia Akan Berkongres di Labuan Bajo

Published

on

Kadivhubinter Polri, Irjen Pol. Drs Johni Asadoma, M.Hum., ketika bertemu Kapolda NTT, Irjen Pol Drs Lotharia Latif, S.H.,M.Hum.
Continue Reading