Connect with us

UTAMA

Pemkot Kupang Finalisasi Tutup Karang Dempel

Published

on

Ilustrasi PSK di lokalisasi (NET)

Kupang, penatimor.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang terus memantapkan rencana penutupan lokalisasi prostitusi di Kota Kupang.

Berbagai upaya strategis dan sosialisasi terus dilakukan kepada semua pihak terkait.

Beberapa waktu lalu, telah dilaksanakan rapat bersama Forkopimda dan sosialialisasi di media massa, baik media cetak, elektronik maupun media online.

Langkah selanjutnya yang akan dilakukan Pemkot yaitu dengan menggelar rapat koordinasi bersama semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), LSM, TNI dan Polri.

Pasalnya, per 1 Januari 2019 mendatang, semua tempat lokalisasi harus ditutup, sesuai dengan instruksi Kementerian Sosial.

Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Felisberto Amaral, saat diwawancarai di ruang kerjanya, belum lama ini, mengatakan, upaya penutupan terus dilakukan, dengan sosialisasi melalui rapat koordinasi dengan semua pihak terkait.

Dimana, pada waktu lalu Pemkot Kupang telah melakukan rapat koordinasi dengan semua penghuni wisma, pengusaha tempat bar dan Forkopimda di Hotel Maya.

“Langka selanjutnya, kali ini kami akan melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan OPD terkait, LSM dan TNI/POLRI. Ini merupakan langkah lanjutan dan kemudian akan dilakukan di masyarakat umum,” kata Felisberto.

Dia menjelaskan, Rakor bersama tersebut rencananya akan digelar Selasa (30/10) mendatang di ruang Garuda Balai Kota Kupang. Rakor tersebut bertujuan untuk finalisasi rencana penutupan lokalisasi Karang Dempel (KD) yang akan dilakukan Januari 2019 mendatang.

Usai Rakor tersebut, lanjut Felisberto, pihaknya akan melakukan sosialiasi kepada para penghuni wisma di lokalisasi KD.

Sosialiasi bagi para penghuni wisma di lokaliasi KD akan dilakukan bersama OPD terkait, seperti Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan dan Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD).

Dalam sosialisasi di lokalisasi KD, jelas Felisberto, sekaligus akan dilakukan pengecekan dan pendataan terakhir jumlah penghuni wisma yang ada di lokalisasi KD tersebut. Karena sesuai pendataan awal, jumlah PSK di lokalisasi tersebut sebanyak 145 orang.

“Dengan dilakukan sosialisasi dan pengecekan di lokalisasi tersebut, langka berikutnya Pemkot Kupang akan melakukan koordinasi dengan daerah asal para penghuni wisama, sehingga dalam pemulangan lebih mudah pasca ditutup lokalisasi tersebut nantinya,” kata Amaral.

Terkait 11 penghuni wisama di KD yang berasal dari wilayah NTT, Felisberto mengatakan, pihaknya akan memulangkan ke daerah asalnya.

Khusus yang berasal dari Kota Kupang akan diberikan pembinaan dan pelatihan keterampilan yang selanjutnya diintervensi dengan pemberian modal kerja.

“Pemkot Kupang akan terus mendampingi para penghuni KD yang berasal dari Kota Kupang. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab moral setelah dilakukan penutupan lokalisasi KD tersebut,” jelas Felisberto.

Sebelumnya, salah satu penghuni wisma di KD, Adelia, mengatakan, Pemkot Kupang diminta bersikap adil dalam upaya memberantas tindak prostitusi di Kota Kupang. Pasalnya, prostitusi bukan hanya ada dan terjadi di KD tapi juga di hotel yang ada di Kota Kupang.

Bahkan menurut Adelia, prostitusi di Kota Kupang saat ini melibatkan para pelajar maupun ibu rumah tangga. Untuk itu, Hotel Citra dan Bolekale juga harus ditutup, kalau Pemkot Kupang memang berniat memberangus praktik prostitusi yang ada di Kota Kupang.

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore saat bertemu dengan perwakilan penghuni wisma di KD, mengatakan, Pemkot Kupang mulai mengambil tindakan tegas untuk penutupan KD. Setelah itu, barulah dilakukan operasi untuk penutupan tempat-tempat yang diduga merupakan tempat praktik prostitusi.

“Kita mulai dari KD duluan. Setelah itu baru kita merambah ke tempat lain. Pokoknya, kita akan upaya supaya prostitusi di Kota Kupang diatasi,” kata Wali Kota. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

EKONOMI

10 Kelompok Peternak Sapi di Kabupaten Kupang Terima Kredit Mikro Merdeka Rp3 Miliar Saat HUT RI

Published

on

KREDIT MERDEKA. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat didampingi Dirut Bank NTT Alex Riwu Kaho menyerahkan Kredit Mikro Merdeka untuk pengembangan sektor peternakan kepada 10 kelompok peternak sapi di wilayah Kabupaten Kupang.
Continue Reading

EKONOMI

Dirut Bank NTT Raih Industry Marketing Champion di IMF Bali Nusra 2022

Published

on

AWARD. Tokoh pemasaran nasional, Hermawan Kertajaya saat bersama Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Kamis (11/8/2022) pagi di Harris Sunset Road Denpasar. Foto: Humas Bank NTT
Continue Reading

KOTA KUPANG

Rayakan HUT Ke-77 RI, Teman Jeriko Sumbang 47 Kantong Darah untuk Kemanusiaan

Published

on

DONOR DARAH. Teman Jeriko melakukan kegiatan donor darah di Posko Jeriko, Jalan Samratulangi II No 2, Kelapa Lima, Kota Kupang, Selasa (16/8/2022).
Continue Reading
error: Content is protected !!