Connect with us

UTAMA

Minta Pindah, Imigran di Kupang Unjuk Rasa di Kantor IOM

Published

on

Ratusan pengungsi luar negeri Asal Afghanistan, Bangladesh, Sri Lanka, Pakistan dan Ethiopia melakukan aksi damai di Depan Gedung Kantor IOM Kupang, Jumat (26/10).

Kupang, penatimor.com – Ratusan pengungsi luar negeri asal Afghanistan, Bangladesh, Pakistan, Sri Lanka, Somalia dan Hetopya, melakukan aksi demonstrasi menuntut agar dipindahkan ke daerah lain di Indonesia yang memiliki Community House agar bisa mendapatkan layanan fasilitas sebagai seorang pengungsi.

Aksi protes yang dilakukan oleh ratusan pengungsi luar negeri yang semuanya laki-laki itu, dilakukan di depan gadung kantor International Organization for Migration (IOM), sebuah organisasi internasional untuk migran di Kupang, Jumat (26/10).

Murtaza Naseri, pengungsi asal Afghanistan kepada wartawan, mengatakan, dirinya sudah berada di Kota Kupang sejak 4 tahun sebagai penggungsi.

Namun sampai dengan sekarang, belum ada kejelasan tentang status penggungsi mereka. Pada hal penggungsi yang berada di kota lain di Indonesia telah menerima berbagai fasilitas dan bantuan.

Murtaza sampaikan, ratusan pengungsi lainnya menginginkan berada di sebuah rumah komunitas bagi pengungsi, sebagaimana yang ada di beberapa daerah lain di Indonesia, agar bisa mendapatkan sejumlah layanan fasilitas.

Menurut dia, ada sebagian keluarga pengungsi memiliki anak usia sekolah yang tak bisa menikmati pendidikan karena tidak ada fasilitas.

“Kami selama ini tinggal di tiga hotel melati, dan kami tak punya banyak fasilitas sebagaimana layaknya, padahal kalau di community house nasib anak-anak bisa disekolahkan,” ujarnya.

Dengan berada di lokasi Rumah Komunitas, dia meyakini para pengungsi akan mampu hidup sebagaimana layaknya manusia.

“Kami sudah sering meminta dipindahkan, namun selalu saja diabaikan oleh IOM. Hari ini kami datang dan IOM malah kabur,” tutur Murtaza.

Dia menjelaskan, sejak pihaknya ke Kupang menempati Rudenim selama 2 tahun dan dipindahkan Hotel Lavender dan Inaboi Kupang sejak 2 tahun lalu.

Sampai saat ini, total keseluruhan pengungsi sebanyak 320 orang yang berasal dari lima negara.

“Sebelumnya jumlah kami lebih banyak, namun yang lainnya sudah dipindahkan oleh IOM ke berbagai kota di Indonesia,” papar Martaza.

Dijelaskan IOM Kupang tentu masih harus melakukan koordinasi dengan UNHCR selaku badan resmi PBB yang mengurus pengungsi, karena jika ini dibiarkan maka para penggungsi yang ada di Kota Kupang tidak bisa pindah ke 3 negara tujuan yakni, Australia, Amerika dan Canada.

“Sesuai dengan informasi yang kami peroleh, Gubernur NTT sudah sepakat untuk memindahkan kami dari Kupang, namun IOM Kupang tidak ada respon sampai dengan sekarang,” imbuhnya.

Terhadap aksi para imigran ini, dikawal pihak kepolisian Polres Kupang Kota, namun aksi tersebut tidak mendapat jawaban dari pihak IOM Kupang karena tidak berada ditempat. (R3)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

EKONOMI

10 Kelompok Peternak Sapi di Kabupaten Kupang Terima Kredit Mikro Merdeka Rp3 Miliar Saat HUT RI

Published

on

KREDIT MERDEKA. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat didampingi Dirut Bank NTT Alex Riwu Kaho menyerahkan Kredit Mikro Merdeka untuk pengembangan sektor peternakan kepada 10 kelompok peternak sapi di wilayah Kabupaten Kupang.
Continue Reading

EKONOMI

Dirut Bank NTT Raih Industry Marketing Champion di IMF Bali Nusra 2022

Published

on

AWARD. Tokoh pemasaran nasional, Hermawan Kertajaya saat bersama Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Kamis (11/8/2022) pagi di Harris Sunset Road Denpasar. Foto: Humas Bank NTT
Continue Reading

KOTA KUPANG

Rayakan HUT Ke-77 RI, Teman Jeriko Sumbang 47 Kantong Darah untuk Kemanusiaan

Published

on

DONOR DARAH. Teman Jeriko melakukan kegiatan donor darah di Posko Jeriko, Jalan Samratulangi II No 2, Kelapa Lima, Kota Kupang, Selasa (16/8/2022).
Continue Reading
error: Content is protected !!