Connect with us

HUKRIM

Korupsi Dana Desa di Kabupaten Kupang, Kades Akui Penggunaan Tak Sesuai RAB

Published

on

Empat orang saksi dihadirkan dalam persidangan perkara dugaan korupsi dana desa Kuimasi di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (23/10).

Kupang, penatimor.com– Sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi dana desa dengan terdakwa Kepala Desa Kuimasi Daud Pandie dan Stefanus Maakh selaku Ketua TPK, kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Selasa (23/10).

Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) ini, dipimpin oleh Pransis Sinaga, SH.,MH., didampingi Gustap M.P Marpaung, SH., dan Ibnu Kholik, SH.,MH., sebagai hakim anggota.

JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Oelamasi, Noven V. Bullan, SH.,M.Hum., yang juga menjabat sebagai Kasi Pidsus itu menghadirkan empat orang saksi, masing-masing Sekretaris Desa Kuimasi, Bendahara Desa Kuimasi, Sekretaris TPK dan Supplier.

Dalam persidangan terungkap fakta bahwa kedua terdakwa yaitu Daud Pandie sebagai Kepala Desa bersama Stefanus Maakh sebagai Ketua TPK, menggunakan dan membayar program dana desa tahun angaran 2017 tanpa dilengkapi Rancangan Anggaran Biaya (RAB).

Beberapa fakta persidangan yang berhasil diungkap oleh majelis hakim berdasarkan pertanyaan JPU, bahwa untuk tahun anggaran 2017, Ketua TPK bersama Kepala Desa Kuimasi menggunakan dana desa tanpa dilengkapi RAB.

Untuk Dana Desa TA 2016, bukan kewenangan Daud Pandie sebagai Kepala Desa, lantaran dirinya baru menjabat Kepala Desa tahun 2017.

Sementara itu, Meriyeta Soruh, SH., selaku penasihat hukum terdakwa, mengatakan, perbuatan pidana yang dilakukan oleh Kepala Desa Kuimasi Daud Pandie terjadi tahun 2017, sementara tahun 2016 merupakan kewenangan Martinus Boineno sebagai Penjabat Kepala Desa Kuimasi.

Sedangkan, Stefanus Maakh sebagai Ketua TPK melaksanakan kegiatan tanpa acuan RAB, apalagi tanpa pendampingan.

Terhadap keterangan yang disampaikan oleh empat orang saksi, kedua terdakwa mengakui seluruhnya.

Sidang ditunda dan akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan lanjutan saksi yang dihadirkan JPU, masing-masing Martinus Boineno sebagai Penjabat Kepala Desa Kuimasi tahun 2016, tim peneliti hasil pekerjaan dan dua orang penerima manfaat. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Petani di Malaka Tewas Diterkam Buaya di Sungai Benanain

Published

on

Waka Polres Malaka, Kompol Ketut Saba.
Continue Reading

HUKRIM

Nodai Penyandang Disabilitas di Kupang, Pria 42 Tahun Ditangkap Polisi

Published

on

Andreas Banase, terduga pelaku pencabulan anak di bawah umur diamankan Tim Buser Polres Kupang Kota, Kamis (16/4/2021).
Continue Reading

HUKRIM

Resdiana Ndapamerang Perintah Buat Peta Bidang Tanah Mabar Seluas 24 Ha

Published

on

Sidang perkara dugaan korupsi tanah Pemkab Manggarai Barat di Pengadilan Tipikor Kupang.
Continue Reading