Connect with us

POLKAM

Fraksi Demokrat Pertanyakan Penggunaan Nomenklatur Gubernur 1 dan 2

Published

on

Juru bicara Fraksi Partai Demokrat DPRD NTT, Reny Marlina Un saat menyampaikan pandangan umum Fraksi Partai Demokrat pada sidang paripurna dewan, Rabu (24/10/2018)

Kupang, Penatimor.com – Fraksi Partai Demokrat  mempertanyakan penggunaan nomenklatur Gubernur 1 dan Gubernur 2 yang ada dalam dokumen Nota Keuangan RAPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2019.

Fraksi Partai Demokrat mempertanyakan ini dalam sidang paripurna Pemandangan Umum Fraksi-fraksi atas RAPBD Tahun Anggaran 2019, di ruang sidang utama gedung dewan, Rabu (24/10/2018).

Juru bicara Fraksi Partai Demokrat, Reny Marlina Un menyatakan, menurut hemat fraksi, belum ada aturan yang mengatur tentang Perubahan penggunaan lstilah Gubernur dan Wakil Gubernur untuk posisi kepala daerah dan wakil kepala daerah tingkat provinsi.

“Ijinkanlah pada awal pemandangan umum ini, Fraksi Partai Demokrat mempertanyakan penggunaan nomenklatur Gubernur 1 dan Gubernur 2 yang ada dalam dokumen Nota Keuangan RAPBD ini,” ujar Reny.

Pada kesempatan itu, Reny mengatakan, Fraksi Partai Demokrat mengapresiasi terobosan gubernur dan wakil gubernur yang melakukan koordinasi lebih awal beberapa waktu lalu bersama berbagai stakeholders dan juga DPRD terkait rencana agenda pembangunan dan strategi percepatan pembangunan di daerah ini.

“Karena itu diharapkan perencanaan pembangunan lima tahun ke depan dapat berjalan dengan lebih baik, tepat sasaran dan berkualitas,” kata Reny. (R2)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POLKAM

Jelang Natal-Tahun Baru, Polda NTT Antisipasi Ancaman Terorisme

Published

on

Kapolda NTT Irjen Pol Hamidin
Continue Reading

POLKAM

Dukungan Golkar NTT untuk Airlangga Hartarto Sudah Harga Mati

Published

on

Melki Laka Lena
Continue Reading

POLKAM

Jasman Abdulah Siap Pimpin Alor Pasca Djobo

Published

on

Jasman Abdulah saat berdiskusi bersama sejumlah aktivis mahasiswa asal Alor di Kupang, Rabu (20/11).
Continue Reading
loading...