Connect with us

HUKRIM

Polisi Diminta Tersangkakan Hanum Rais

Published

on

Petrus Salestinus (NET)

Jakarta, penatimor.com – Hanum Salsabela Rais, tidak hanya terancam izin prektik kedokterannya dicabut IDI, akan tetapi juga akan menghadapi proses pidana sebagai pelaku turut serta, karena telah menyebarkan berita bohong yang bersumber dari kebohongan Ratna Sarumpaet, seolah-olah informasi itu benar dengan cara mendramatisir kebohongan atau kepalsuan informasi dari Ratna Sarumpaet bahwa dari kaca mata Ilmu Kedokteran berdasarkan keahlian yang dimiliki, Ratna Sarumpaet telah dianiaya.

Hal ini disampaikan Pimpinan Pusat Pengurus Nasional HARIMAU JOKOWI, Petrus Salestinus kepada wartawan di Jakarta, Minggu (21/10).

Menurut Petrus, dengan demikian sesungguhnya kadar kesalahan Hanum Salsabila Rais jauh lebih besar ketimbang komentar Prabowo Subianto, Fadli Zon dan Amien Rais, karena sebagai dokter, Hanum Salsabila Rais telah diikat oleh etika profesi kedokteran dan kode etik kedokteran Indonesia

“Seharusnya dia bertindak berdasarkan keilmuan, kompetensi dan etika profesi kedokteran sebagai seperangkat peraturan tentang perilaku para dokter dalam hubungannya dengan pasien, keluarga, masyarakat, teman sejawat dan mitra kerja,” kata Petrus.

Secara hukum pidana, Petrus menilai, Hanum Slalsabila Rais tidak boleh hanya dimintai pertanggungjawaban secara etik kedokteran, karena diduga melanggar kode etik kedokteran dan/atau etika profesi kedokteran, akan tetapi juga harus dimintai juga pertanggung jawaban secara pidana, karena Hanum Salsabila Rais diduga telah melakukan perbuatan nelawan hukum berupa mendramatisir suatu fakta atau keadaan palsu yang dilihat dan didengarnya sendiri, tanpa menguji keadaan itu secara cermat dari kacamata ilmu kedokteran, karena profesinya lantas keadaan yang palsu itu diekspose ke publik seolah-olah benar bahwa Ratna Sarumpaet benar-benar telah mengalami penganiayaan yang mengakibatkan luka dan lebam pada kedua pelipisnya.

Di sini, lanjut Petrus, dokter Hanum Salsabila Rais telah menggadaikan profesinya dan etika profesinya sebagai dokter demi sebuah syahwat politik yang tidak bertanggung jawab.

Oleh karena itu, penyidik Polda Metro Jaya diminta wajib menjadikan Hanum Salsabila Rais sebagai tersangka pelaku turut serta penyebaran berita hoax berdasarkan Pasal 55 KUHP.

“Karena komentarnya itu telah menyesatkan publik dan menimbulkan rasa kebencian individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok masyarakat tertentu atau setidak-tidaknya telah mendiskreditkan Polri, seakan-akan Polri tidak mampu menjaga keamanan dan ketertiban,” ungkap Petrus.

“Keterlibatan Amien Rais dan putrinya Hanum Salsabila Rais pada kubu Prabowo Subianto, tidak bisa dilepaskan dari keberadaan mereka sebagai Tim Kampanye Nasional dalam Koalisi Adil Makmur untuk Capres-Cawapres Prabowo-Sandi,” lanjut dia.

Perbuatan Hanum Salsabila Rais, berupa mengeksploitasi dan mengkapitalisasi keadaan atau fakta palsu yang diciptakan oleh Ratna Sarumpaet kemudian menyebarkan informasi, fakta atau keadaan yang palsu itu kepada publik dengan kemasan sebagai hasil dari sebuah analisis dan observasi berdasarkan keahliannya sebagai dokter bahwa fakta dan keadaan yang melekat dalam diri Ratna Sarumpaet telah dilihatnya berdasarkan ilmu kedokteran dan kompetensinya sebagai dokter bahwasannya sebuah peristiwa penganiayaan benar-benar telah terjadi dan membuat Ratna Sarumpaet mangalami luka lebam dan dalam kondisi sangat traumatis.

“Dengan demikian berdasarkan Pasal 28 jo Pasal 45A UU No. 19 Tahun 2016 Tentang ITE, Hanum Salsabila Rais tidak cukup hanya diproses secara etik, akan tetapi juga harus diproses hukum atau dimintai pertanggungjawaban secara pidana berdasarkan ketentuan Pasal 55 KUHP jo. Pasal 28 dan pasal 45A UU ITE, sebagai pelaku turut serta,” pungkas Petrus yang juga Koordinator TPDI. (R3)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Petani di Malaka Tewas Diterkam Buaya di Sungai Benanain

Published

on

Waka Polres Malaka, Kompol Ketut Saba.
Continue Reading

HUKRIM

Nodai Penyandang Disabilitas di Kupang, Pria 42 Tahun Ditangkap Polisi

Published

on

Andreas Banase, terduga pelaku pencabulan anak di bawah umur diamankan Tim Buser Polres Kupang Kota, Kamis (16/4/2021).
Continue Reading

HUKRIM

Resdiana Ndapamerang Perintah Buat Peta Bidang Tanah Mabar Seluas 24 Ha

Published

on

Sidang perkara dugaan korupsi tanah Pemkab Manggarai Barat di Pengadilan Tipikor Kupang.
Continue Reading