Connect with us

UTAMA

Periode 2013-2015, IFAD Bantu Kota Kupang Rp 22 Miliar

Published

on

Presiden IFAD Gilbert Fossoun Houngbo bersama Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore beserta jajarannya mengunjungi hutan Mangrove Kelurahan Oesapa Barat, Rabu (10/10).

Kupang, penatimor.com – Presiden Dana Internasional untuk Pengembangan Pertanian atau International Fund for Agricultural Development (IFAD) periode 2017-2021, Gilbert Fossoun Houngbo, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang atas keberhasilan berbagai program IFAD yang dilaksanakan di Kota Kupang.

Hal itu diungkapkan Gilbert Houngbo di hadapan Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang Thomas Jansen Ga, serta masyarakat penerima program IFAD di Ecowisata Mangrove, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Rabu (10/10).

Gilbert yang adalah mantan Perdana Menteri Togo, mengatakan, IFAD memberikan apresiasi positif kepada masyarakat penerima bantuan yang telah mampu menolong diri sendiri dan keluar dari persoalan kemiskinan yang selama ini dihadapi.

Hal itu ditandai dengan adanya usaha ekonomi produktif yang diprakarsai kaum perempuan maupun pengembangan infrastruktur di kelurahan-kelurahan yang mendapatkan program tersebut.

“Cerita sukses yang sudah diukir oleh masyarakat Kota Kupang, bukan milik IFAD, tapi milik masyarakat dan Pemerintah Kota Kupang yang sudah melakanakan berbagai program IFAD. Semoga cerita sukses ini terus berlanjut dan bisa lebih baik lagi di masa mendatang,” kata Gilbert Houngbo.

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore dalam kesempatan tersebut, mengatakan, sebagai pelayan masyarakat, dirinya mengucapkan terima kasih kepada IFAD dan Pemerintah Pusat, maupun teman-teman yang telah melaksanakan program IFAD, sehingga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Wali Kota Jefri berharap, cerita sukses yang sudah diukir selama pelaksanaan berbagai program dan kegiatan IFAD di Kota Kupang dapat ditingkatkan lagi dan terus dirawat oleh warga penerima program, sehingga manfaat tersebut terus bertumbuh dan dirasakan oleh semua pemangku kepentingan.

Jefri juga meminta kepada Presiden IFAD supaya program yang sudah dihentikan sejak tahun 2017 lalu bisa ditinjau kembali dan bisa dilanjutkan untuk tahap berikutnya. Karena tidak bisa dipungkiri, masyarakat Kota Kupang penerima manfaat program IFAD masih menanti sentuhan IFAD dalam upaya bangkit menuju peningkatan kesejahteraan.

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang Orson Nawa, mengatakan, alokasi dana dari IFAD untuk Kota Kupang selama tahun 2013-2015 sebesar Rp 22.141.920.000.

Dana ini mendukung dana pendamping dari APBD Kota Kupang sebesar Rp 2.141.920.000.

Di Kota Kupang IFAD masuk di 16 kelurahan yakni Alak, Namosain, Nunbaun Sabu, Nunbaun Delha, Nunhila, Fatufeto, Airmata, Solor, Todekisar, Fatubesi, Oeba, Pasir Panjang, Kelapa Lima, Oesapa, Oesapa Barat dan Lasiana.

Melalui kegiatan Coastal Community Development Project International Fund For Agliculture Development (CCDP-IFAD) di masyarakat, jelas Orson, telah terbentuk 209 kelompok masyarakat yang terdiri dari 16 kelompok kerja kelurahan, dan 16 kelompok prasarana infrastruktur.

“Ada 16 kelompok pengelola sumber daya alam, 33 kelompok penangkapan, 56 kelompok pengelohan, 52 kelompok pemasaran dan 20 kelompok budidaya,” sebut Orson Nawa.

Untuk infrastruktur sudah dibangun skala kelurahan, demi menunjang aktivitas usaha nelayan seperti tambat labuh perahu, shelter, jalan setapak akses nelayan, bak air bersih, rumah asap ikan, kolam budidaya dan lainnya.

Dijelaskan, IFAD adalah lembaga keuangan internasional dan badan khusus PBB yang berbasis di Roma. Fokus utama IFAD adalah menangani masalah pangan dan pertanian.

Sejak tahun 1978, IFAD telah menyediakan 18,5 miliar dolar AS yang dibagikan baik dalam bentuk hibah maupun pinjaman berbunga rendah, guna membangun proyek infrastruktur yang berhubungan dengan memperkuat ketahanan pangan, pertanian hingga mengurangi kemiskinan. Program ini setidaknya sudah memberikan manfaat bagi sekitar 464 juta orang di seluruh dunia. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Jonas Salean ‘Bebas’

Published

on

Jonas Salean saat meninggalkan kantor Kejati NTT, Selasa (27/10/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Kajati NTT jangan Campuradukkan Wewenang Administrasi Negara dan Wewenang Penuntutan Jaksa

Published

on

Petrus Salestinus (NET)
Continue Reading

UTAMA

VIRAL! Video Seorang Pria di NTT Digantung Kepala di Bawah, Ibu Korban Minta Keadilan

Published

on

Seorang pria dihukum dengan cara digantung kepala di bawah.
Continue Reading
loading...