Connect with us

HUKRIM

Berkas P-21, Polisi Limpah Hendrikus Djawa ke Jaksa

Published

on

Hendrikus Djawa (tengah) hendak dlimpahkan ke Kejari Kota Kupang, Senin (1/10).

Kupang, penatimor.com – Berkas perkara kasus dugaan penipuan dengan tersangka Hendrikus Djawa dinyatakan lengkap (P-21) oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang.

Senin (1/10), penyidik Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Sat Reskrim Polres Kupang Kota melimpahkan tersangka dan berkas pemeriksaan bersama barang bukti ke Kejari Kota Kupang.

Pelimpahan dan penyerahan dilakukan Bripka Marthen Lenggu, penyidik Unit Tipiter Sat Reskrim Polres Kupang Kota yang menangani kasus ini bersama sejumlah rekan penyidik.

Di Mapolres Kupang Kota, tersangka Hendrikus Djawa digiring ke mobil Rantis sekira pukul 09.30 dan selanjutnya melakukan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara kemudian diserahkan ke kejaksaan untuk proses lebih lanjut.

Saat dilimpahkan, tersangka Hendrikus Djawa hanya mengenakan celana pendek jeans dan kaus loreng warna gelap. Ia menenteng tas plastik putih berisi pakaian dan perlengkapannya.

Tersangka Hendrikus Djawa ditangkap atas dugaan tindak pidana penyelenggaraan perguruan tinggi dan memberikan ijazah atau gelar akademik tanpa hak pada Universitas PGRI NTT di Kupang.

Penangkapan Hendrikus Djawa yang mengatasnamakan dirinya sebagai Ketua Yayasan Pembina Perguruan Tinggi atau YPLP pada perguruan tinggi/Universitas PGRI NTT ini dilakukan pada 25 Juni 2018 di BP3TKI Kota Kupang.

Tersangka yang mengatasnamakan dirinya sebagai ketua Yayasan Pembina Pendidikan Perguruan Tinggi atau YPLP pada perguruan Tinggi PGRI NTT ini telah mengambil langkah-langkah untuk mengangkat atau melantik rektor, wakil rektor, dan dekan fakultas pada Universitas PGRI NTT dan melaksanakan wisuda pada 263 orang mahasiswa.

Padahal, berdasarkan Surat Keputusan Menristekdikkti telah dilakukan pencabutan izin pendirian dan pembukaan program studi pada Universitas PGRI NTT di kota kupang dengan nomor 208/M/KPT/2017 pada tanggal 31 Mei 2017, sehingga berimplikasi pada status Universitas PGRI menjadi tidak legal.

Dengan modus operandi yang mengatasnamakan diri sebagai ketua pembina, tersangka melantik rektor, wakil rektor, dekan serta membuat kesepakatan. Setelah itu tersangka mengumumkan bahwa pendaftaran wisuda dapat dilaksanakan dengan pungutan biaya wisuda memungit biaya Rp 4, 5 juta per mahasiswa.

Pasca ditutup oleh Kemenristekditi dengan pencabutan ijin Universitas PGRI NTT, tersangka mewisuda mahasiswa dalam lima tahapan atau sebanyak 263 orang.

Periode bulan Oktober 2017 di Hotel Aston Kupang, tersangka mewisuda 185 orang wisudawan. Pada periode bulan November 2017, juga di Hotel Aston, tersangka kembali mewisudakan 64 orang wisudawan.

Selanjutnya pada periode Desember 2017 tersangka mewisuda tiga orang wisudawan di Hotel Olive. Kemudian pada bulan April 2018, tersangka kembali mewisuda lima orang wisudawan di Restoran Phoenix dan terakhir pada tanggal 31 Mei 2017 mewisuda empat orang wisudawan juga di Restoran Phoenix Kupang.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa surat keputusan pengangkatan rektor, ijazah sarjana dan transkrip nilai, fotokopi ijazah, surat keterangan, penghargaan strata 1, biodata lulusan Universitas PGRI, surat pendaftaran wisuda, daftar alumni Universitas PGRI NTT, slip setoran bank BRI, bukti pendaftaran wisuda dan stempel rektor dan dekan panitia wisuda yang dilegalisir.

Dari rangkaian tindakan tersebut maka tersangka diduga melanggar pasal 67 ayat 1 UU nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional.

Status mahasiswa yang telah diwisuda sendiri karena pada penyelenggaraannya dinyatakan tidak sah, maka dalam rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan Universitas PGRI pasca keputusan pencabutan izin oleh Kemenristekdikti juga menjadi tidak sah. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Anggota Tim Game Free Fire di Kupang Adu Jotos

Published

on

Ilustrasi perkelahian.
Continue Reading

HUKRIM

Tingkatkan Pelayanan, Polresta Kupang Siapkan Aplikasi Peduli Lindungi

Published

on

Personel Polres Kupang Kota membantu warga pengunjung menginstal aplikasi Peduli Lindungi di ponsel.
Continue Reading

HUKRIM

Seorang Pria Muda di Kupang Ditemukan Tak Bernyawa di Tempat Penjualan Bunga

Published

on

Tempat penjualan bunga Heco Garden Kupang.
Continue Reading
error: Content is protected !!