Connect with us

HUKRIM

Korupsi PLTS Rote, Daniel Zacharias dan Johanes Mesah Segera Diadili

Published

on

Ilustrasi Korupsi (NET)

Kupang, penatimor.com– Jaksa peneliti pada Bidang Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT menetapkan telah lengkap (P-21) berkas perkara dugaan korupsi proyek pengadaan dan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat 15 KWP di Desa Dodaek, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao.

Penetapan berkas perkara P-21 tersebut dilakukan jaksa peneliti, setelah penyidik Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda NTT melengkapi semua petunjuk yang diberikan sebelumnya.

Berkas perkara tersebut pernah dikembalikan dengan petunjuk oleh jaksa, setelah dalam penelitiannya, menemukan adanya kekurangan yang harus segera dilengkapi.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT Iwan Kurniawan yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (7/9), membenarkan.

“Ya, kemarin sudah ditetapkan P-21, untuk tersangka Daniel Zacharias dan Johanes Mesah,” kata Iwan.

Dengan penetapan berkas perkara P-21 tersebut, selanjutkan akan dilakukan pelimpahan tersangka dan barang bukti atau pelimpahan tahap kedua.

“Setelah pelimpahan tahap kedua, tentu kita akan segera menunjuk jaksa penuntut umum (JPU) untuk merampungkan dakwaan dan melimpahkan perkara ke Pengadilan Tipikor untuk disidangkan,” jelas Iwan Kurniawan.

Sebelumnya, Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman, mengatakan, kasus korupsi yang menjadi tunggakan tahun 2017, yakni kasus dugaan korupsi proyek PLTS Kabupaten Rote Ndao dan pungli di PT. Pelni Cabang Kupang.

“Berkas perkara masih bolak-balik dan saat ini penyidik telah mengirim balik berkas perkara ke JPU,” kata Kapolda.

Jaksa Penuntut Umum Kejati NTT sebelumnya juga memperpanjang masa penahanan 2 tersangka kasus dugaan korupsi proyek PLTS Terpusat 15 KWP di Kabupaten Rote Ndao.

Kedua tersangka adalah Daniel Zacharias selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Johanes Mesah sebagai kontraktor pelaksana.
Kedua tersangka sudah menjalani masa penahanan 20 hari pertama di tahanan Mapolres Kupang Kota, kemudian masa penahanan 40 hari kedua, dan perpanjang lagi.

Perpanjangan penahanan dilakukan setelah tim penyidik Subdit Tipidkor Ditreskrimsus yang menangani kasus tersebut mengajukan permohonan ke Kajati NTT selaku pihak JPU. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Guru Penganiaya Siswa hingga Meninggal di Alor Dipecat, Polisi Tetapkan Tersangka

Published

on

Kapolres Alor, AKBP Agustinus Christmas.
Continue Reading

HUKRIM

Korupsi Dana Desa Makun, Kades dan Berdahara Segera Diadili, Kejari TTU Sita Uang dan Aset Ratusan Juta

Published

on

Kajari Kabupaten TTU, Roberth Jimmy Lambila, SH.,MH.
Continue Reading

HUKRIM

SADIS! Siswa SMP di Alor Meninggal Dunia Setelah Dianiaya Gurunya

Published

on

Jenazah korban saat berada di RSUD Kalabahi.
Continue Reading
error: Content is protected !!