Connect with us

PENDIDIKAN & SASTRA

Siswa TK Koinonia Dapat Imunisasi Campak dan MR

Published

on

Petugas medis sedang menyuntikkan vaksin campak dan rubella kepada salah seorang siswi TK Koinonia Kupang, Sabtu (18/8/2018)

Kupang, Penatimor.com – Puluhan siswa TK Koinonia Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), hari ini mengikuti imunisasi measles rubella (MR) dan campak, Sabtu (18/8/2018).

Terpantau, para murid yang sudah dikumpulkan dalam sebuah ruangan di sekolah tersebut, kemudian satu per satu nama siswa dipanggil oleh guru wali kelas agar masuk ke ruangan lain yang sudah disiapkan.

Selanjutnya, langsung diimunisasi oleh tenaga medis atau petugas kesehatan dari Puskesmas Bakunase, Kota Kupang.

Sebagian besar siswa yang berusia rata-rata lima tahunan itu, terlihat santai tetapi beberapa terlihat ketakutan saat dipanggil untuk proses penyuntikan vaksin. Bahkan, beberapa siswa sampai menangis histeris saat disuntik.

Petugas medis Puskesmas Bakunase Kupang, Carolina Mboi mengatakan, guna mengatasi measles rubella (MR) atau campak dan rubella, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memasukkan vaksin MR dalam program imunisasi nasional.

“Pemberian vaksin ini dijadwalkan dimulai pada Agustus hingga September 2017 untuk Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa pada tahun 2018 ini di bulan Agustus dan September,” ungkapnya.

Menurut Carolina, imunisasi MR diperuntukkan bagi anak-anak usia 9 bulan sampai 15 tahun. Pemberian imunisasi ini juga dilakukan dalam dua fase. Fase pertama, Agustus untuk TK, SD, SMP atau sederajat.

Sedangkan fase kedua dilakukan di posyandu, puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya untuk bayi dan anak yang belum bersekolah serta anak usia sekolah, namun tidak bersekolah.

“Saat ini kami fokus melakukan imunisasi di sekolah-sekolah, dan sejauh ini kurang lebih sudah 30 sekolah TK dan SD yang kami layani. Mulai minggu depan kami akan lakukan untuk tingkat SMP,” jelasnya.

Frida Tiran, salah seorang guru TK Koinonia Kupang mengatakan, jumlah siswa dan siswi pada sekolah TK tersebut sebanyak 53 orang. Meski begitu, tidak semuanya mendapatkan imunisasi dimaksud.

“Ada sejumlah murid yang sedang sakit sehingga belum diizinkan untuk imunisasi, nanti kalau sudah sehat, disarankan untuk dibawa ke posyandu atau puskesmas untuk mendapatkan vaksinasi,” ujarnya. (R2)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI

Program Peduli TJSL, BRI Cabang Kalabahi Bantu Renovasi Ruang Kelas di Dua Sekolah

Published

on

BRI Cabang Kalabahi menyerahkan bantuan TJSL untuk renovasi ruang kelas sekolah di Kabupaten Alor.
Continue Reading

KOTA KUPANG

Buka Kegiatan Pelatihan Jurnalis, Ketua AJI Kupang: Menulis adalah Kunci Keabadian

Published

on

Penyelenggara, pemateri dan peserta pelatihan jurnalis untuk generasi milinial di era digital berpose bersama.
Continue Reading

PENDIDIKAN & SASTRA

Alumni Smantiq Kupang Bergerak Memajukan Sekolah dan Saling Mendukung

Published

on

Roberth Jimmy Lambila berpose bersama beberapa alumni Smantiq Kupang beserta keluarga. Diabadikan di Cafe Ambuja Kupang, Jumat (22/9/2023) malam.
Continue Reading