Connect with us

UTAMA

200 Warga Kota Kupang Pengguna Narkoba

Published

on

Ilustrasi pengguna narkoba (NET)

Kupang, penatimor.com – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kupang Felisberto Amaral mengatakan saat ini sudah ada 200 warga Kota Kupang yang terindikasi menjadi pengguna narkotika, psikotropika dan zat adiktif (Napza).

“Sesuai data yang kami miliki ada 200 orang warga Kota Kupang yang menjadi korban Napza, dan kini sedang dalam proses rehabilitasi oleh beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kota Kupang,” kata Felisberto saat diwawancarai di Balai Kota Kupang, Selasa (28/8).

Felisberto mengatakan, pengguna Napza di Kota Kupang pada umumnya merupakan orang dewasa dan anak-anak usia sekolah, sehingga pendampingan yang intensif terus dilakukan.

Melihat angka ini kata dia, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang harus segera mencarikan solusi yamg didukung oleh anggaran yang mencukupi untuk penanganannya.

“Kami memiliki enam orang pendamping dari Kementerian Sosial yang secara rutin melakukan pendampingan terhadap para korban Napza di Kota Kupang. Dan jumlah pendamping atau konselor ini bisa ditambah, melihat dari angka orang yang direhabilitasi, semua kewenangannya ada di Kementerian Sosial,” jelas dia.

Menurut Felisberto, pengguna Napza di Kota Kupang yang telah melaporkan diri pada institusi penerima wajib lapor (IPWL) tidak dapat dipidanakan, namun akan menjalani proses pengobatan dan rehabilitasi agar meninggalkan kebiasaan memakai narkoba.

“Jadi para pengguna ini sudah melapor ke IPWL, maka aparat kepolisian tidak bisa menangkap lagi, karena IPWL akan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, bahwa yang terkait telah menerima rehabilitas, ” ujarnya.

Dia melanjutkan, penanganan terhadap korban Napza penting dilakukan agar ketergantungan terhadap narkoba maupun zat adiktif yang digunakan sebelumnya dapat dihentikan.

“Proses pendampingan terhadap korban Napza dilakukan atas pembiayaan Kementerian Sosial,” ujarnya.

Ditambahkan, Pemkot Kupang belum pernah mengalokasikan anggaran karena keterbatasan anggaran yang dimiliki daerah ini, namun ke depan sangat dibutuhkan anggaran untuk penanganan para korban Napza. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Alor Meningkat

Published

on

Dialog bersama di Aula Bahra Daksa Polres Alor, Kamis (21/1/2021) siang.
Continue Reading

HUKRIM

Notaris Dijadikan Tersangka oleh Kejati NTT, INI dan IPPAT Sepakat Mogok Kerja

Published

on

Pengurus dan anggota Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Wilayah NTT berpose bersama usai jumpa pers di Kupang, Rabu (20/1/2021).
Continue Reading

HUKRIM

Polisi Dalami Kasus Penganiayaan Wartawan di Flores Timur

Published

on

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto, SH., SIK., MH., saat dikonfirmasi wartawan di Kupang, Selasa (19/1/2021).
Continue Reading