Connect with us

UTAMA

September, Pemkot Mutasi Eselon II

Published

on

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore didampingi Wawali Hermanus Man, Asisten I Yos Rera Beka, Penjabat Asisten II Thom Gah dan Asisten III J.L. Tokoh sedang memberikan penjelasan kepada wartawan di Balai Kota, Jumat (24/8).

Kupang, penatimor.com – Mutasi di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang sampai saat ini belum juga dilaksanakan, sejak pelantikan Wali Kota Jefri Riwu Kore dan Wakil Wali Kota Hermanus Man, tahun lalu.

Dalam koferensi pers 1 tahun menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang yang digelar Pemkot Kupang, Jumat (24/8), Jefri Riwu Kore didampingi Hermanus Man, Asisten I Yos Rera Beka, Penjabat Asisten II Thom Gah dan Asisten III J.L. Tokoh, mengatakan proses mutasi akan dilakukan sebelum tanggal 15 September 2018.

Wali Kota mengungkapkan proses mutasi akan dilakukan pada pejabat Esalon II terlebih dahulu, setelah itu barulah dilaksanakan mutasi untuk staf lainnya.

“Proses mutasi ini masih belum bisa dilaksanakan beberapa bulan terakhir dikarenakan Pemkot tidak mempunyai dana mutasi,” kata Wali Kota.

Dana mutasi ini menurut dia, digunakan untuk membayar para asesor profesional.

“Kita lakukan sesuai aturan. Tidak asal mutasikan orang. Harus ada asesor profesional yang ikut terlibat supaya mutasi yang dilakukan benar-benar bisa meningkatkan kinerja seseorang. Mutasi dilakukan agar tugas dan fungsi pelayanan itu bisa berjalan maksimal,” ujar orang nomor satu di Pemkot Kupang itu.

Memang, diakui Wali Kota, belum adanya mutasi ini mengurangi tingkat pelayanan terhadap masyarakat di lapangan, akan tetapi pihaknya terus akan mempercepat mutasi, sehingga urusan pemerintahan lainnya bisa segera berjalan secara baik dan efektif.

Jefri mengatakan, berkat kerja sama dengan DPRD Kota Kupang, Pemkot sudah mendapat lampu hijau mengenai dana mutasi. Sehingga dalam waktu dekat pihaknya akan segera melakukan mutasi.

Dia juga mengungkapkan bukan soal berani atau tidaknya pihaknya melakukan mutasi, tetapi beberapa faktor di atas yang membuat pihaknya belum melakukan mutasi hingga saat ini.

Tapi Jefri memastikan sebelum 15 September nanti, pihaknya akan melakukan mutasi.

“Tidak semua dimutasi. Ada yang dimutasi, ada yang tidak dimutasi. Kalau kita lihat kerjanya baik dan disiplin, kita pertahankan dan tidak mutasi,” ujarnya.

Mantan anggota DPR RI dua periode itu menambahkan, mutasi memang harus dilakukan.

Diakuinya sejak menjabat sebagai Wali Kota Kupang, pihaknya terus fokus pada berbagai hal pembangunan kota, termasuk pelayanan kepada masyarakat.

Hal ini menurut dia, tentu harus didukung dengan kinerja semua pimpinan OPD yang ada.

“Yang jelas mutasi akan dilakukan. Tetapi tidak semua pimpinan OPD akan dimutasi. Kinerja baik dan disiplin, maka akan tetap dipertahankan,” terangnya.

Di lingkup Pemkot Kupang sendiri, ada beberapa jabatan Eselon II yang kosong karena pejabatnya telah berakhir masa jabatan atau pensiun.

Di antaranya, Dinas Perhubungan, Pariwisata, Badan Kepegawaian Daerah, Sekretaris Daerah, Asisten II, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Kesbangpol.

Kupang, penatimor.com – Mutasi di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang sampai saat ini belum juga dilaksanakan, sejak pelantikan Wali Kota Jefri Riwu Kore dan Wakil Wali Kota Hermanus Man, tahun lalu.

Dalam koferensi pers 1 tahun menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang yang digelar Pemkot Kupang, Jumat (24/8), Jefri Riwu Kore didampingi Hermanus Man, Asisten I Yos Rera Beka, Penjabat Asisten II Thom Gah dan Asisten III J.L. Tokoh, mengatakan proses mutasi akan dilakukan sebelum tanggal 15 September 2018.

Wali Kota mengungkapkan proses mutasi akan dilakukan pada pejabat Esalon II terlebih dahulu, setelah itu barulah dilaksanakan mutasi untuk staf lainnya.

“Proses mutasi ini masih belum bisa dilaksanakan beberapa bulan terakhir dikarenakan Pemkot tidak mempunyai dana mutasi,” kata Wali Kota.

Dana mutasi ini menurut dia, digunakan untuk membayar para asesor profesional.

“Kita lakukan sesuai aturan. Tidak asal mutasikan orang. Harus ada asesor profesional yang ikut terlibat supaya mutasi yang dilakukan benar-benar bisa meningkatkan kinerja seseorang. Mutasi dilakukan agar tugas dan fungsi pelayanan itu bisa berjalan maksimal,” ujar orang nomor satu di Pemkot Kupang itu.

Memang, diakui Wali Kota, belum adanya mutasi ini mengurangi tingkat pelayanan terhadap masyarakat di lapangan, akan tetapi pihaknya terus akan mempercepat mutasi, sehingga urusan pemerintahan lainnya bisa segera berjalan secara baik dan efektif.

Jefri mengatakan, berkat kerja sama dengan DPRD Kota Kupang, Pemkot sudah mendapat lampu hijau mengenai dana mutasi. Sehingga dalam waktu dekat pihaknya akan segera melakukan mutasi.

Dia juga mengungkapkan bukan soal berani atau tidaknya pihaknya melakukan mutasi, tetapi beberapa faktor di atas yang membuat pihaknya belum melakukan mutasi hingga saat ini.

Tapi Jefri memastikan sebelum 15 September nanti, pihaknya akan melakukan mutasi.

“Tidak semua dimutasi. Ada yang dimutasi, ada yang tidak dimutasi. Kalau kita lihat kerjanya baik dan disiplin, kita pertahankan dan tidak mutasi,” ujarnya.

Mantan anggota DPR RI dua periode itu menambahkan, mutasi memang harus dilakukan.

Diakuinya sejak menjabat sebagai Wali Kota Kupang, pihaknya terus fokus pada berbagai hal pembangunan kota, termasuk pelayanan kepada masyarakat.

Hal ini menurut dia, tentu harus didukung dengan kinerja semua pimpinan OPD yang ada.

“Yang jelas mutasi akan dilakukan. Tetapi tidak semua pimpinan OPD akan dimutasi. Kinerja baik dan disiplin, maka akan tetap dipertahankan,” terangnya.

Di lingkup Pemkot Kupang sendiri, ada beberapa jabatan Eselon II yang kosong karena pejabatnya telah berakhir masa jabatan atau pensiun.

Di antaranya, Dinas Perhubungan, Pariwisata, Badan Kepegawaian Daerah, Sekretaris Daerah, Asisten II, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Kesbangpol. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Kejati NTT Tangkap Mafia Tanah Labuan Bajo, Ajukan Izin Penahanan Bupati Mabar ke Mendagri

Published

on

Abrijal alias Unyil.
Continue Reading

HUKRIM

Buronan Kasus TPPO Sejak 2016 Ditangkap Tim Tabur Kejati NTT

Published

on

Terpidana kasus TPPO, Stefen Agustinus Bin Oei Kim Kong alias Ko Aven alias Roro.
Continue Reading

HUKRIM

Tim Buser Polresta Kupang Bekuk DPO Penganiayaan Karyawan Bengkel Raja Motor

Published

on

Tim Buser Polres Kupang Kota berhasil membekuk DPO tindak pidana penganiayaan karyawan bengkel Raja Motor Kupang.
Continue Reading