Connect with us

UTAMA

Stok Obat di Puskesmas Berkurang

Published

on

Ilustrasi obat-obatan (NET)

Kupang, penatimor.com – Beberapa Puskesmas dan Pustu di Kota Kupang mengalami kekurangan stok obat.

Hal ini dikarenakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang memesan obat menggunakan e-catalog di salah satu rekanan pada bulan Maret lalu, ternyata tidak bisa memenuhi permintaan.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Ari Wijana, saat diwawancarai di Balai Kota Kupang, belum lama ini.

Ari menjelaskan, untuk menjawab persoalan kekurangan persediaan obat, maka pihaknya sudah memanggil seluruh kepala Puskesmas untuk menggunakan dana cadangan kapitasi untuk membelanjakan obat.

“Kami sudah panggil seluruh kepala Puskesmas dan rapat. Jadi seluruh Puskesmas kami instruksikan untuk belanja obat menggunakan dana kapitasi Puskesmas,” kata Ari.

Dia mengungkapkan, sekarang ini pihaknya sementara berkonsultasi karena dana yang semula digunakan untuk membelanjakan obat adalah dana DAK Farmasi.

Sehingga perlu dikonsultasi apakah bisa ditender lagi atau tidak. Pasalnya, berdasarkan informasi dari Kementerian Keuangan, pada 21 Juli, semua resume kontrak sudah harus masuk ke Kementerian.

“Kalau kita tender lagi, otomatis akan ada kontrak susulan lagi. Untuk itu, kami perlu konsultasi apakah masih berlaku atau tidak, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” terang Ari.

Untuk itu, lanjut dia, jika memang ditender lagi dan akan ada kontrak susulan, maka ditakutkan rekanan sudah mendatangkan obat, lalu Dinkes tidak bisa membayar karena dana tersebut tidak turun.

Oleh karena itu, menurut Ari, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) harus berkonsultasi ke Kementerian Keuangan terlebih dahulu.

Dia mengatakan, untuk menjawab masalah persediaan obat, Puskesmas menggunakan dana cadangan yang bersumber dari kapitasi.

Dana kapitasi 30 persennya dibelanjakan untuk operasional Puskesmas, salah satunya bisa belanja obat.

“Jadi sekarang Puskesmas belanja obat juga menggunakan harga reguler, bukan menggunakan harga e-catalog. Prinsipnya pelayanan kesehatan masyarakat dapat berjalan baik. Kami terus lakukan upaya agar bisa segera menyelesaikan masalah ini. Memang persediaan obat yang kurang itu sederhana, seperti obat penurun panas dan lainnya,” pungkas Ari Wijana. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Penemuan Mayat Gadis 18 Tahun di Kupang, Banyak Luka Tusuk

Published

on

Penemuan mayat gadis di Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.
Continue Reading

UTAMA

Dimutasi, Jaksa Roy Riyadi: Terima Kasih Kejati NTT

Published

on

Roy Riyadi saat bertugas di Labuan Bajo.
Continue Reading

UTAMA

Polsek Kelapa Lima Amankan Bocah 5 Tahun

Published

on

Aparat kepolisian di Polsek Kelapa Lima, Polres Kupang Kota, mengamankan seorang bocah perempuan bernama Adelia (5).
Continue Reading