Connect with us

HUKRIM

Korban Tewas dari Bentrok Warga Tanah Merah Bertambah

Published

on

Aparat kepolisian dan TNI tampak mengamankan lokasi bentrokan warga di Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Jumat (24/8)

Kupang, penatimor.com – Korban tewas akibat bentrokan antar warga di Desa Tanah Merah dan Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, bertambah.

Pada bentrokan lanjutan hari kedua, Jumat (24/8), menewaskan seorang warga setempat. Ada juga seorang korban luka-luka.

Kapolres Kupang AKBP Indera Gunawan, SIK., saat dihubungi membenarkan kejadian bentrokan dan penambahan korban jiwa akibat serangan yang dilakukan oleh dua kelompok massa ke Desa Tanah Merah.

“Iya hari ini kembali bentrok dan ada satu lagi korban meninggal dunia akibat dibacok menggunakan parang, diketahui atas nama Kamarudin (60), sementara korban luka satu orang atas nama Baltasar Ndun. Insiden berdarah tersebut terjadi sekitar pukul 14.00. Korban meninggal dan luka langsung dibawa ke RS Bayakara,” jelas Indera Gunawan.

Ditambahkan penyerangan dari kelompok warga Oebelo dilakukan dari kampung yang tidak dijaga petugas karena petugas melakukan penjagaan di lokasi konflik pertama.

“Korban meninggal tadi di kampung seberang sedangkan aparat kepolisian melakukan siaga di lokasi pertama,” ujar Indera Gunawan.

Suasana kembali kondusif setelah mendapat bantuan penambahan personel dari Polres Kupang Kota, Polda NTT dan TNI. “Suasana sementara ini sudah kondusif dengan menambah 450 personel gabungan TNI dan Polri,” kata Indera.

Sebelumnya, kejadian berawal dari seorang penggembala sapi yang berinisial DM alias Danker, 25, di Desa Tanah Merah sekitar pukul 15.00 mengembalakan ternaknya disawa namun ada sekelompok pemuda mengejar sapi miliknya Danker. Danker yang melihat ternaknya dikejar langsung menegur para pemuda tersebut.

Tidak terima ditegur para pemuda itu langsung melakukan penganiayaan dengan mengunakan kayu sehingga mengakibatkan korban terluka pada pelipis dan perut.

Setelah mendapat penganiayaan korban melaporkan kejadian itu kepada dua orang rekannya dan terjadi bentrok hingga 1 orang meninggal dunia 5 orang lainnya luka-luka. (R5)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Seorang Karyawati SPBU di Kupang Ditemukan Tak Bernyawa, Diduga Dibunuh

Published

on

Berdy Susanti Gabriel (30), karyawati salah satu SPBU di Kota Kupang ditemukan tidak bernyawa di pinggir jalan, Senin (26/10).
Continue Reading

HUKRIM

Jonas Salean ‘Bebas’

Published

on

Jonas Salean saat meninggalkan kantor Kejati NTT, Selasa (27/10/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Kajati NTT jangan Campuradukkan Wewenang Administrasi Negara dan Wewenang Penuntutan Jaksa

Published

on

Petrus Salestinus (NET)
Continue Reading
loading...