Connect with us

HUKRIM

Bentrok Warga di Tanah Merah, 1 Tewas

Published

on

Para korban bentrokan warga sedang dirawat intensif di rumah sakit, Kamis (23/8).

Kupang, penatimor.com – Bentrok antar warga eks Timor Timur dan warga lokal kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kupang, tepatnya di wilayah RT 001/RW 001, Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules Abast yang dikonfirmasi via ponsel tadi malam, Kamis (23/8), membenarkan.

Menurut Jules, sesuai informasi yang diterima, insiden berdarah tersebut terjadi sekira pukul 16.00, Kamis (23/8).

Kasus tersebut, urai Jules, berawal dari seorang pengembala sapi yang juga warga lokal berinisial DM (Daniel Mbatu) alias Danker, 25, di Desa Tanah Merah yang sekira pukul 15.00 menggembalakan ternaknya di sawah.

Selanjutnya, pada pukul 15.30, sekelompok pemuda warga eks Timor Timur mengejar sapi milik Danker.

Danker yang melihat sapinya dikejar kemudian menegur para pemuda tersebut.

“Tidak terima ditegur, pemuda eks Timor Timur tersebut menganiaya Danker dengan kayu, sehingga mengakibatkan korban terluka pada pelipis dan perut,” jelas Kabid Humas.

Dia melanjutkan, Danker yang dianiaya kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada warga masyarakat lokal di Desa Tanah Merah.

Mendapat laporan itu, warga lokal berinisial ZK (Zed Kleing) dan MP (Mikael Pandie) mendatangi para pelaku penganiayaan terhadap korban Danker.

“Akan tetapi kedua orang tersebut dianiaya oleh para pelaku. Akibat kejadian ini warga lokal dan warga eks Timor Timur bentrok yang mengakibatkan korban luka luka,” sebut Kombes Jules.

Jules juga menyebutkan bentrokan tersebut juga menimbulkan satu korban tewas berinsial JD, 17 (Jensio Dakrus).

“Kita masih mendalami penyebab kematian korban,” kata Jules lagi.

Ditambahkan, selain satu korban tewas, terdapat juga lima korban luka-luka yang hingga saat ini masih dirawat intensif di rumah sakit.

Sementara itu, Jules sampaikan Polres Kupang dibantu Polda NTT telah menurunkan personel ke tempat kejadian perkara untuk melakukan pengamanan sehingga bentrokan tersebut tidak berlanjut.

Akibat kejadian ini warga lokal dan warga eks Timor Timur bentrok yang mengakibatkan korban luka luka.

Korban Mikael Pandie, 25, warga RT 020/010 Desa Tanah Merah terluka pada dada dan paha terkena panah.

Sedangkan Zed Kleing, 30, warga RT 015/RW 008 Desa Tanah Merah mengalami luka potong pada tangan kanan.

Adapula korban Dedi Djami, 38, warga RT 007/004 Desa Tanah Merah mengalami luka pada kaki karena terkena panah, sementara Julius Messakh, 45 , warga RT 019/010 Desa Tanah Merah mengalami luka pada hidung.

Korban lainnya dari kelompok warga eks Timor Timur adalah Markus Dakrus,23, warga RT 12/RW 05 Desa Oebelo yang mengalami luka tembak di pinggang.

Sementara korban Juviano, 23, mengalami luka tembak di samping telinga dan peluru masih bersarang.

Korban Antonio da Silva, 17, juga mengalami luka tembak dengan senapan angin di bagian atas pinggang.

Sedangkan korban Jensio Dakrus, 20, warga RT 10/RW 05 Desa Oebelo menderita luka tembak di dada kanan atas dan meninggal dunia.

Ada juga korban Ambrosius Ndama Oka, 56, warga RT 22/ RW 8 Desa Oebelo yang adalah pekerja buruh bangunan juga terkena tembakan di tangan.

Sementara, korban Gilber Gomes,50, warga RT 22/RW 08 yang adalah seorang petani di Oebelo juga mengalami luka di bahu akibat pengoroyokan.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian belum kondusif.

Semua warga masih berjaga-jaga setiap gang dan jalan karena dikhawatirkan adanya serangan balasan dari warga Desa Tanah Merah.

Informasi lain menyebutkan korban meninggal Ajensio Da Cruz, 17, merupakan putra dari Antonio Da Cruz yang adalah seorang purnawirawan TNI AD pada Kodim 1604/Kupang.

Bahwa korban meninggal Ajensio Da Cruz, saat ini dibawa menuju RS Bayangkara menggunakan mobil ambulance untuk dioutopsi. Untuk sementara penyebab meninggalnya masih dalam penyelidikan.

Dari pihak korban warga eks Timor Timur meminta agar jenazah Ajensio Da Cruz divisum di bagian luar yang terkena proyektil peluru. Pihak keluarga tidak mengizinkan jenazah tersebut untuk dioutopsi. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Jonas Salean ‘Bebas’

Published

on

Jonas Salean saat meninggalkan kantor Kejati NTT, Selasa (27/10/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Kajati NTT jangan Campuradukkan Wewenang Administrasi Negara dan Wewenang Penuntutan Jaksa

Published

on

Petrus Salestinus (NET)
Continue Reading

HUKRIM

Polisi Ciduk Pelaku Penganiayaan di Kupang, Gunakan Parang, Korban Pegawai Navigasi

Published

on

Jeskial Lodo Ndilu alias Eky alias Bartex (29), warga Jalan Banteng, Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja.
Continue Reading
loading...