Connect with us

EKONOMI

20 Orang Ikut Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

Published

on

Sekretaris Daerah Kota Kupang Bernadus Benu, anggota DPRD Kota Kupang Theodora Ewalde Taek, Ketua Majelis Jemaat Bet'El Maulafa Pdt. Lorine Lena-Foeh, pose bersama peserta pelatihan pangan organik, Selasa (14/8).

Kupang, penatimor.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kota Kupang menggelar kegiatan pemberdayaan tenaga kerja mandiri, untuk pembuatan pupuk organik, program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja tingkat Kota Kupang.

Pelatihan ini dilaksanakan Dinas Nakertrans Kota Kupang bekerja sama dengan GMIT Bet’El Maulafa, belum lama ini.

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Bernadus Benu, didampingi Kepala Dinas Nakertrans Gosa Yohanes.

Turut hadir, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang Theodora Ewalde Taek.

Sekretaris Daerah Kota Kupang Bernadus Benu, pada kesempatan itu, mengatakan, pemerintah sangat mengapresiasi dan memberi pengahargaan kepada Ketua Majelis Jemaat Bet’el Maulafa dalam upaya peningkatkan ekonomi jemaat.

Menurut Bernadus, hal tersebut merupakan bentuk kepedulian gereja untuk berperan dalam membantu masyatakat dan jemaat.

“Dinas Nakertrans juga banyak program untuk peningkatan kualitas tenaga kerja. Seperti yang diketahui, di Kota Kupang angka pengangguran masih sangat tinggi. Untuk itu, pelatihan peningkatan kualitas dan keterampilan sangat diperlukan,” katanya.

Sekda mengaku, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang juga berupaya agar kedepan Kota Kupang bisa memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) sendiri.

Pasalnya, cara untuk menjawab masalah tenaga kerja, maka harus diselesaikan dengan peningkatan kompetensi dengan pelatihan. Minimal masyarakat bisa menbuka usaha sendiri untuk menghidupi dirinya.

“Diharapkan agar peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik, agar bisa mendapat keterampilan, dan bisa digunakan untuk membuka lapangan kerja baru dan menyerap tenaga kerja lainnya,” harap Bernadus.

Kepala Dinas Nakertrans Gosa Yohanes, mengatakan, tujuan pelatihan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan tenaga kerja penganggur dan setengah penganggur, agar menjadi tenaga kerja mandiri dan terampil yang mampu menciptakan lapangan kerja baru secara bertahap serta mengurangi pengangguran di Kota Kupang.

“Tujuannya agar tenaga penganggur bisa menjadi tenaga produktif yang dapat membuka lapangan kerja baru untuk menyerap tenaga kerja lainnya,” kata Gosa.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Kupang Theodora Ewalde Taek, mengaku sangat mengapresiasi kelompok tani organik yang telah mengembangkan semua potensi yang ada dan menciptakan suatu perubahan.

“Ini menjadi langkah maju, terutama bagi kaum perempuan. Agar bisa mengembangkan kompetensi di bidang pertanian. Apalagi semua berbau organik. Seperti yang dikatahui, sayuran organik sudah sangat mahal di pasaran. Dengan pengembangan dan pelatihan ini diharapkan dapat berdampak pada masyarakat luas,” ujar Ewalde.

Dia mendorong Pemerintah Kota (Pemkok) Kupang agar bisa mendukung program ini. Terutama dinas terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Nakertrans dan lainnya.

“Pemerintah harus mendukung program ini, dan bisa dilaksanakan di semua wilayah. Ajak semua masyarakat untuk bisa memanfaatkan lahan dan beri pelatihan, juga bibit tanaman. DPRD Kota Kupang terus mendukung program-program peningkatan ekonomi masyarakat seperti ini,” ungkap politisi PKB itu.

Ketua panitia pelaksana, mengatakan, kegiatan ini akan berlangsung selama 15 hari, dimulai pada 14 Agustus sampai 1 September mendatang, dengan peserta sebanyak 20 orang. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI

Bantu Korban Badai Seroja di Kupang, Bank NTT Beri 6.000 Lembar Seng

Published

on

Penyerahan secara simbolis bantuan 6.000 lembar seng pada warga Kota Kupang.
Continue Reading

EKONOMI

Jasa Raharja NTT Beri Santunan Rp 50 Juta kepada Ahli Waris Mahasiswa yang Tewas Digilas Tronton

Published

on

Penyerahan santunan kepada ahli waris korban yaitu ibu kandung korban.
Continue Reading

EKONOMI

NTT Punya Kampus Bambu Pertama di Indonesia

Published

on

Kampus Bambu diresmikan langsung oleh Gubernur NTT Victor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada Senin (24/5) pagi.
Continue Reading