Connect with us

UTAMA

Rayakan HUT Ke-24, GMIT Benyamin Oebufu Gelar Aneka Lomba

Published

on

Para peserta lomba fashion show busana daur ulang berpose bersama para juri di halaman gereja GMIT Benyamin Oebufu, Rabu (22/8) malam.

Kupang, penatimor.com – Merayakan HUT ke-24 Jemaat GMIT Benyamin Oebufu pada Selasa (24/8), ada aneka kegiatan yang digelar untuk merayakan momentum tersebut.

Semua jemaat tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan yang digelar.

Beberapa kegiatan yang digelar, diantaranya jalan sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, sosialisasi tentang jantung, lomba berpacu dalam kidung dan kitab suci yang diikuti oleh anak-anak PAR dari 16 rayon, tarian kreasi yang digelar pada Selasa (21/8), dan fashion show busana daur ulang pada Rabu (22/8).

Juri dalam lomba busana daur ulang, yaitu Roy Octovianus Bulan, Frans Ady Tiran dan Margarita Batmalo.

Puncak perayaan HUT ke-24 GMIT Benyamin Oebufu akan digelar pada Minggu (26/8), dengan ibadah syukur bersama, sekaligus penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba, juga makan bersama seluruh jemaat.

Ketua Majelis Jemaat Benyamin Oebufu, Pdt. Samuel B. Pandie, mengatakan, ada tiga kata kunci dalam perayaan HUT gereja, pertama, masa lalu. Masa lalu gereja dirintis atas inisiatif dan semangat pelayanan untuk mendekatkan partisipasi pelayanan dalam gereja.

“Kedua dalam perjalanan, tidak terasa gereja sudah berusia ke-24 tahun. Sekarang bagaimana kita memaknai pelayanan untuk meningkatkan persaudaraan dalam pelayanan gereja,” kata Samuel.

Dia mengatakan, usia 24 tahun ini, ada banyak kebutuhan dan fasilitas pelayanan. Tetapi 5 tahun terakhir ini, Benyamin Oebufu lebih fokuskan pada pengembangan dalam berbagai hal, salah satunya untuk pengembangan ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

“Selain itu, sekarang juga maraknya isu perpindahan agama, karena itu, bagaimana kita mengembangkan pemahaman teologis kita bersama dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Dia mengaku, ada beberapa kegiatan yang digelar dan semuanya untuk mengingatkan dan meningkatkan makna persaudaraan.

Selain itu ada masa depan, dimana menurut Pdt. Samuel, yaitu jemaat memahami panggilan bersama untuk bagaimana gereja memiliki kecerdasan sosial, juga benturan budaya kota, dimana semua harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan di sinilah gereja hadir untuk melayani.

Dia melanjutkan, tahun ini juga, GMIT Benyamin Oebufu juga melihat dan memfokuskan bagaimana gereja hadir bagi generasi-generasi milenial, pemanfaatan teknologi, dan melibatkan generasi muda menjadi pelaku, agar mereka juga bisa berkreasi dalam peningkatan nilai-nilai iman.

Ketua Panitia Pelaksana Zam Takaeb, mengatakan, di usia gereja ke-24, dirasakan persekutuan dalam jemaat semakin kuat dan terus berkembang.

Hal itu terlihat dari antusias jemaat yang mengikuti berbagai kegiatan lomba yang digelar.

“Kami panitia melihat antusias jemaat sangat luar biasa. Gereja Benyamin Oebufu dengan 16 rayon ini semunya ikut terlibat. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Semua mengambil bagian untuk bersama merayakan Hut gereja ini,” kata Zam Takaeb.

Dia menyebutkan, Juara I untuk lomba berpacu dalam kidung dan kitab suci adalah Rayon 11, diikuti Juara II Rayon 8, dan Juara III Rayon 1.

Sementara Juara I lomba tarian kreasi adalah Rayon 8, Juara II Rayon 16 dan Juara III Rayon 10.

“Juara I lomba fashion show busana daur ulang adalah Rayon 16, Juara II Rayon 10, dan Juara III Rayon 12,” pungkas Zam Takaeb. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UTAMA

Kejari Lembata Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Alam

Published

on

Kajari Lembata, Ridwan Sujana Angsar, SH.,MH., dan jajarannya berpose bersama sebelum menyalurkan bantuan kepada korban bencana alam di Kabupaten Lembata.
Continue Reading

POLKAM

Anita Gah Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kupang

Published

on

Anggota Komisi X DPR RI asal Dapil NTT 2, Anita Jacoba Gah, melakukan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan kepada masyarakat Desa Kuenheum, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Petani di Malaka Tewas Diterkam Buaya di Sungai Benanain

Published

on

Waka Polres Malaka, Kompol Ketut Saba.
Continue Reading