Connect with us

UTAMA

Luhut Pandjaitan Ingin Joni jadi Kopassus

Published

on

Joni Kala pose bersama Menko Polkam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat pembukaan Asean Games 2018 di GBK Jakarta, Sabtu (18/8).

Jakarta, penatimor.com – Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan pertemuannya dengan Joni si bocah heroik asal NTT lewat postingan di akun facebook miliknya pada Selasa (21/8).

Berikut kutipan postingan Luhut.

Kemarin saya ketemu lagi dengan Joni di Istana Negara. Masih dengan gayanya yang ketawa-ketawa, sama seperti waktu kami ngobrol di opening ceremony Asian Games Sabtu lalu di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Waktu itu saya tanya dia, “Kamu Jon pengen jadi apa?”

Jawabnya, “Pengen jadi tentara.”

Kemudian saya bilang lagi, “Kamu jadi Kopassus aja, pasukan Baret Merah.”

“Oh ya boleh, saya mau jadi Baret Merah,” timpal anak kecil pemanjat tiang bendera ini.

Menurut saya dia memang cocok menjadi anggota Komando Pasukan Khusus. Karena yang lolos seleksi biasanya adalah orang-orang pemberani, penuh inisiatif, dan mampu membuat keputusan dengan cepat dan tepat.

Selain memenuhi kriteria di atas, saya kira Joni juga anak yang cerdas. Kalau dia tidak cerdas, dia tidak mungkin membuat keputusan yang cepat dengan perhitungannya sendiri.

Bayangkan saja situasi saat itu. Upacara bendera sedang berlangsung, semua orang sikap sempurna. Tiba-tiba ada insiden tali putus. Kalau tidak segera diatasi, upacara tidak akan bisa dilanjutkan.

Lalu dicarilah siapa yang mau memanjat naik ke atas tiang. Melihat kejadian itu, Joni terpanggil. Dengan cepat dia berlari, lalu membuka sepatu, dan langsung naik ke atas tanpa pengaman. Padahal Joni juga sedang sakit perut, diare katanya kepada saya.

Semua dilakukannya tanpa memikirkan bahayanya buat dia sendiri.

Tapi panggilannya itu tadi membuat dia jadi kuat.

Kisah Joni ini menunjukkan satu spirit seorang anak bagaimana melihat satu upacara 17 Agustus dan tidak mau Bendera Merah Putih gagal berkibar, sampai dia melakukan kegiatan yang terus terang menurut saya berbahaya. Karena kondisinya yang sedang sakit bisa membuat Joni lemas dan jatuh dari atas.

Tidak heran kalau kemudian Joni sempat berhenti setengah tiang karena kelelahan. Tapi hebatnya ketika ditanya Presiden Jokowi kenapa memutuskan lanjut memanjat, jawabnya singkat, “Saya mau menyelesaikan itu.”

Cerita Joni ini, anak dari kampung yang mempunyai jiwa nasionalisme dan heroisme yang tinggi, bisa menjadi contoh buat kita khususnya orang-orang kota. Karena kita yang hidup sudah makmur atau relatif bagus, masih kadang-kadang tidak lebih baik dari Joni.

Akhir cerita, lalu mau jadi apa Joni dewasa nanti?

Menurut saya boleh saja jadi tentara. Kita lihat nanti bagaimana perjalan waktu dan hidupnya nanti.

Yang penting janganlah kita, orang-orang dewasa, memaksakan masa depan anak. Kasihan kalau dipaksakan untuk jadi tentara atau jadi apapun, karena anak seperti Joni malah tidak akan menjadi pribadi yang optimal.

Yang penting anak-anak harus dididik tidak hanya menjadi pintar, tapi juga punya karakter dan spiritualitas yang baik. Itulah tanggung jawab kita para orang tua.

Saya berharap akan banyak lahir Joni-Joni kecil lainnya. Yakni generasi Indonesia yang tidak pernah rela jika Merah Putih tidak berkibar tegak di angkasa. Merdeka!

Hingga pukul 08.17, postingan itu sudah direspon 13.896 warga facebook dan 372 komentar dan 374 yang membagikan postingan itu. (R3)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Kejati NTT Tangkap Mafia Tanah Labuan Bajo, Ajukan Izin Penahanan Bupati Mabar ke Mendagri

Published

on

Abrijal alias Unyil.
Continue Reading

HUKRIM

Buronan Kasus TPPO Sejak 2016 Ditangkap Tim Tabur Kejati NTT

Published

on

Terpidana kasus TPPO, Stefen Agustinus Bin Oei Kim Kong alias Ko Aven alias Roro.
Continue Reading

HUKRIM

Tim Buser Polresta Kupang Bekuk DPO Penganiayaan Karyawan Bengkel Raja Motor

Published

on

Tim Buser Polres Kupang Kota berhasil membekuk DPO tindak pidana penganiayaan karyawan bengkel Raja Motor Kupang.
Continue Reading