Connect with us

UTAMA

Jumat, Kantor Klasis GMIT Kota Kupang Diresmikan

Published

on

Ketua Majelis Klasis Kota Kupang, EV Manu-Nalle pose bersama ketua dan jajaran pengurus Klasis Kota Kupang di Kantor Klasis, Senin (20/8).

Kupang, penatimor.com – Setelah 71 tahun, akhirnya Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Klasis Kota Kupang memiliki kantor yang representatif untuk mengatur administrasi pelayanan sebagai sebuah organisasi gereja yang modern dan maju.

Kantor GMIT Klasis Kota Kupang yang terletak di Jalan R.A. Kartini, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang tersebut rencananya akan diresmikan, Jumat (24/8) mendatang.

Saat ini kantor yang dibangun atas swadana jemaat dan pendeta serta sumbangan para donatur tersebut tinggal pekerjaan akhir.

Hal tersebut diungkapkan dalam jumpa pers yang digelar panitia peresmian kantor Klasis Kota Kupang di belakang Jemaat GMIT Kota Baru di Kupang, Senin (20/8).

Hadir dalam jumpa pers tersebut, Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Pdt E.V. Manu-Nalle, Ketua dan Sekretaris Panitia Peresmian Kantor Klasis Kota Kupang Erenst Blegur dan Ernest Ludji, serta Sekretaris Pembangunan Kantor GMIT Klasis Kota Kupang Pnt. S.A. Pandie.

Ketua Klasis GMIT Kota Kupang Pdt EV Manu-Nalle, menjelaskan, melalui perjalanan dan pergumulan yang panjang, akhirnya GMIT Klasis Kota Kupang memiliki kantor defenitif untuk menjalankan roda organisasi dan mengatur pelayanan.

Semua itu kata dia, terjadi karena penyertaan Tuhan Yesus, Sang Kepala Gereja dan partisipasi semua jemaat maupun pendeta yang ada dalam Klasis Kota Kupang.

Perjalanan majelis klasis sebagai bagian dari Majelis Sinode GMIT, jelas Pdt Manu-Nalle, cukup panjang dan memiliki cerita sendiri khususnya Klasis Kota Kupang.

Sebelum berubah nama menjadi Majelis Klasis, nama sebelumnya adalah Badan Pekerja Klasis yang kemudian berubah menjadi KPWK lalu berubah menjadi Majelis Klasis.

Hadirnya kantor Klasis ini, jelas Pdt Manu-Nalle, merupakan rumah bersama untuk seluruh jemaat Klasis Kota Kupang.

Di rumah bersama ini akan terus dibangun koordinasi dan terus menggumuli panca pelayanan GMIT yakni Liturgia (Ibadah),
Koinonia (Persekutuan), Marturia (Kesaksian), Diakonia (Pelayanan Kasih) dan Oikonomia (Penata layanan).

Dalam kesempatan tersebut, Pdt Manu-Nalle juga berterima kasih kepada mantan Wali Kota Kupang Daniel Adoe dan Jonas Salean karena sebagai mitra kerja Klasis Kota Kupang, telah memberikan sungbangsih yang sangat strategis. Hal yang sama pun disampaikan kepada Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore.

“Sesuai Firman Tuhan, ada yang menabur, ada yang menyiram dan ada yang menuai, tapi pertumbuhan dan perkembangan semua itu karena campur tangan Tuhan,” kata Pdt Manu-Nalle.

Sementara itu, Ketua Panitia Peresmian Kantor Klasis Kota Kupang Erenst Blegur, menjelaskan, dalam tata ibadah dan peresmian gedung kantor Klasis Kota Kupang yang rencananya akan dilaksanakan Jumat (24/8) mendatang, akan dihadiri kurang lebih 1.000 jemaat dari 47 mata jemaat yang ada di kota Kupang.

Selain itu, jelas Erenst, panitia juga telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, sehingga pelaksanaan ibadah syukur dan peresmian gedung kantor Majelis Klasis Kota Kupang dapat berlangsung dalam suasana damai dan penuh sukacita. Karena itu, keterlibatan semua elemen masyarakat sangat dibutuhkan.

Sekretaris Pembangunan Kantor Majelis Klasis Kota Kupang S.A. Pandie menambahkan, walau melalui pergumulan yang panjang dan berbagai persoalan yang ditemui tapi karena penyertaan Tuhan, akhirnya bangunan kantor Majelis Klasis GMIT Kota Kupang siap diresmikan.

Saat ini kantor Majelis Klasis GMIT Kota Kupang, kata Pandie, mempergunakan rumah milik keluarga Bale yang dihibahkan untuk gereja. Setelah peresmian gedung baru, tentunya akan diperbaiki dan dikembalikan kepada keluarga Bale.

Bangunan dua lantai yang akan menjadi kantor Majelis Klasis GMIT Kota Kupang, jelas dia, dibangun di atas lahan seluas 491 meter per segi, sementara luas bangunan 315 meter persegi. Saat ini tinggal pemasangan AC dan CCTV serta penataan pagar dan halaman. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Jonas Salean ‘Bebas’

Published

on

Jonas Salean saat meninggalkan kantor Kejati NTT, Selasa (27/10/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Kajati NTT jangan Campuradukkan Wewenang Administrasi Negara dan Wewenang Penuntutan Jaksa

Published

on

Petrus Salestinus (NET)
Continue Reading

UTAMA

VIRAL! Video Seorang Pria di NTT Digantung Kepala di Bawah, Ibu Korban Minta Keadilan

Published

on

Seorang pria dihukum dengan cara digantung kepala di bawah.
Continue Reading
loading...