Connect with us

HUKRIM

Sang Ayah Ungkap Bocah Malang Berto Bire Tidak Bisa Berenang

Published

on

Tim SAR mengevakuasi jasad Berto Bire dari dalam air usai ditemukan di cekdam II Kelurahan Manutapen, Kelurahan Alak, Minggu (19/8).

Kupang, penatimor.com – Pasca menghilang sejak Sabtu (18/8) sekira pukul 14.00, tim gabungan SAR dan kepolisian baru berhasil menemukan jasad Berto Bire, 11, pada Minggu (19/8), sekira pukul 08.55, di RT 07/RW 05, Kelurahan Manutapen, Kelurahan Alak.

Saat ditemukan, bocah Kelas V SD Negeri Palsatu Manutapen ini berada di dalam Cekdam II yang berjarak 5 meter dari tepi cekdam dengan kedalaman sekira 3 meter.

Korban dalam posisi telungkup dengan tangan kanan tertancap pada lumpur di dasar cekdam, pada posisi korban saat tenggelam dan menghilang dari atas cekdam.

Adapun pencarian terhadap jasad korban berlangsung selama 15 jam lamanya oleh tim gabungan antara lain SAR Kupang, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Polairud, dan Polsek Alak bersama warga setempat.

Kapolsek Alak Kompol I Gede Sucitra melalui Kanit Reskrim Ipda Dirk Y. Hendrik kepada wartawan, Minggu (19/8) di lokasi kejadian, mengatakan, pihaknya melakukan pencarian awal pada Sabtu (18/8) sekitar pukul 14.00, setelah mendapatkan laporan dari warga bahwa korban tenggelam.

“Pencarian berlangsung hingga Minggu (19/08) pukul 01.00, kemudian tim beristirahat, dan melanjutkan pencarian pada pukul 06.00 hingga menemukan korban pada pukul 08.55,” kata Hendrik.

Pasca menemukan jasad korban, tim gabungan SAR bersama aparat Polsek Alak langsung mengevakuasi jasad korban menuju rumah orangtuanya yang terletak di RT 15/RW 05, Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Saat jenazah korban tiba di rumahnya, kedua orangtuanya bersama keluarga telah menunggu dengan isak tangis.

Pihak kepolisian langsung menyerahkan jenazah korban kepada keluarganya, disertai penandatanganan berita acara penolakan otopsi dari keluarga.

Bendelina Ludjihaba, saksi mata yang diwawancarai, mengisahkan, awalnya korban bersama adik kandung dan dua orang teman lainnya sementara mandi di pinggir cekdam, namun mereka saling mengajak untuk berenang ke seberang.

Lanjut Bendelina, saat kejadian dirinya sementara mencuci pakaian dan tiba-tiba kedua teman korban, yakni Minto Taifa dan Rio Rais’Uf Selfi Bire, meminta tolong karena Berto sudah tidak ada lagi.

“Saat itu juga saya langsung berenang ke arah jerigen yang sementara terapung untuk mencari korban, tapi tidak ketemu. Kami langsung meminta tolong kepada warga sekitar untuk membantu mencari Berto,” ujar Bendelina.

Selang beberapa menit kemudian paman korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Alak. Aparat kepolisian yang datang juga tidak berhasil menemukan korban. “Polisi dibantu warga cari tapi tidak dapat,” papar Bendelina.

Simon Bire, ayah kandung korban, saat ditemui di rumah duka mengatakan, ia mendapat informasi anaknya tenggelam dari salah satu keluarganya via telpon, karena saat kejadian ia sementara berada di tempat kerja.

Dikatakan, saat korban pulang sekolah, ibunya meminta korban dan adiknya Selfi Bire untuk menjaga rumah, karena ibunya Dina Boimau hendak mencari kayu api.

Namun setelah ibunya pamit keluar rumah, Berto dan teman-temannya saling mengajak untuk mandi di cekdam.

“Selama ini anak-anak tidak diizinkan untuk berenang. Jangankan berenang di cekdam, mandi air hujan saja tidak diizinkan, karena Berto tidak tau berenang. Tapi ibunya pamit, mereka saling ajak untuk mandi, jadi mereka ada bawa sikat pakaian, shampo dan jerigen berukuran 5 liter,” ungkap Simon Bire.

Usai menemukan jasad korban, pihak keluarga ikhlas menerima kejadian tersebut sebagai musibah, untuk itu keluarga menolak untuk diotopsi.

“Saya menolak untuk otopsi dan menerima musibah ini karena diyakini Tuhan sementara merencanakan sesuatu untuk keluarga kami. Selain itu Berto juga tidak tau berenang sehingga tidak ada unsur yang mencurigakan dalam kejadian ini,” imbuh Simon Bire didampinggi ibu kandung korban, Dina Boimau, sambil menitikan air mata karena merasa kehilangan. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Kejari Kota Kupang Musnahkan Barang Bukti 31 Perkara

Published

on

Sejumlah barang bukti dimusnahkan secara bersama-sama dengan cara dibakar pada dua buah wadah drum oleh Kajari Kota Kupang, perwakilan BNN, Polres Kupang Kota, Wakil Ketua PN Kelas IA Kupang dan Balai POM Kota Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Kapolda NTT Akan Proses Hukum Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19

Published

on

Kapolda NTT, Irjen Pol Lotharia Latif.
Continue Reading

HUKRIM

SADIS! Bocah 4 Tahun di Sabu Raijua Tewas Tertimpa Batang Pohon Kelapa, Kepala Pecah

Published

on

Eksavator dan batang pohon kelapa dipasang police line sebagai barang bukti.
Continue Reading
error: Content is protected !!