Connect with us

UTAMA

Proyek Jalan Putuskan Jaringan PDAM, 200 Pelanggan Protes Air Macet

Published

on

Ilustrasi air PDAM macet (NET)

Kupang, penatimor.com – Penjabat Direktur Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang Romy Seran, mengaku, pihaknya banyak mendapat komplain dari banyak pelanggan, pasca dimulainya pekerjaan jalan di empat titik, yaitu Jalan S.K. Lerik, Jalan R.A. Kartini, Jalan Sam Ratulangi, dan Jalan R.W. Monginsidi Kota Kupang.

Pasalnya, pekerjaan jalan itu menyebabkan 200 lebih pelanggan tidak bisa mendapat suplai air, karena jaringan utilasi PDAM terputus.

“Memang pekerjaan jalan itu memutus jaringan suplai untuk kurang lebih 200 pelanggan,” Kata Romi saat diwawancarai, Rabu (16/08).

Romi mengaku, pihaknya banyak mendapat komplain dari para pelanggan soal distribusi air. Namun karena pembangunan jalan itu juga untuk kepentingan umum, pihaknya selalu memberikan pengertian kepada para pelanggan yang tiap kali melakukan komplain.

“Memang butuh kesabaran untuk menghadapi para pelanggan. Kami selalu memberikan pengertian kepada mereka bahwa pemutusan hanya bersifat sementara, karena ada pekerjaan jalan. Setelah memberikan penjelasan soal pemutusan sementara, kami mengharapkan pelanggan mau mengerti sebab pembangunan jalan demi kepentingan bersama,” ujarnya.

Romi mengaku sebelum perbaikan jalan dilakukan, pihak PUPR juga sudah mengundang pihaknya dan menjelaskan dampak dari pekerjaan tersebut, dan pihaknnya memahami nya, apalagi jaringan utilasi lainnya seperti, jaringan telepon, listrik juga terkena dampak dari pekerjaan itu.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan (PUPR) Kota Kupang Beni Sain, membenarkan adanya jaringan utilasi seperti jaringan Telkom, PDAM, Listrik yang terganggu.

Untuk itu dirinya meminta pengertian masyarakat, sebab pekerjaan jalan juga untuk kepentingan masyarakat umum.

Beni mengaku, saat ini sudah ada beberapa jaringan baik itu, jaringan listrik, PDAM, maupun telekomunikasi sudah diperbaiki, sebab sebagian besar pekerjaan sudah sampai pada proses pemadatan lapisan sebelum dilanjutkan dengan pengaspalan.

“Nah, sebelum pengaspalan dilakukan, jaringan utilasi sudah harus dikerjakan, setelah itu baru pengaspalan dilakukan. Jadi saya minta maaf dan berharap masyarakat di sekitarnya memahami kondisi sebenarnya,” kata Beni.

Ketika disinggung soal kapan rampungnya proyek tersebut, Beni mengaku sesuai jadwal dalam kalender kerja, proyek tersebut sudah harus rampung awal bulan November mendatang. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Seorang Karyawati SPBU di Kupang Ditemukan Tak Bernyawa, Diduga Dibunuh

Published

on

Berdy Susanti Gabriel (30), karyawati salah satu SPBU di Kota Kupang ditemukan tidak bernyawa di pinggir jalan, Senin (26/10).
Continue Reading

HUKRIM

Jonas Salean ‘Bebas’

Published

on

Jonas Salean saat meninggalkan kantor Kejati NTT, Selasa (27/10/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Kajati NTT jangan Campuradukkan Wewenang Administrasi Negara dan Wewenang Penuntutan Jaksa

Published

on

Petrus Salestinus (NET)
Continue Reading
loading...