Connect with us

HUKRIM

Polisi Amankan Pelaku Aborsi di Oebufu

Published

on

Ilustrasi aborsi (NET)

Kupang, penatimor.com – Polres Kupang Kota, melalui penyidik Unit Pidum Satreskrim, saat ini tengah menangani kasus dugaan tindak pidana aborsi.

Pelakunya adalah Meliana Seu, 42, warga RT 21/RW 05, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Tim penyidik yang dipimpin Kanit Pidum Ipda Yance Kadiaman telah melakukan olah TKP dan penggalian di lokasi kejadian untuk mengambil jasad bayi yang dikuburkan, Sabtu (18/8) siang.

“Kita sudah lakukan penggalian bayi yang ditanam pelaku di TKP,” kata Yance.

Menurut perwira dengan pangkat satu balok di pundak itu, pihaknya telah mengamankan dan memeriksa pelaku, dan melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap sejumlah saksi terkait.

“Kita terus lakukan pengembangan kasus ini. Masih mendalami keterangan saksi-saksi,” singkat Yance.

Kasus aborsi tersebut terungkap setelah ada laporan Wili Mataus selaku Ketua RT 21/RW 05, Kelurahan Oebufu, bahwa ada warganya bernama Meliana Seu, yang mengalami pendarahan.

“Saya langsung ke rumah Maria Losana yang adalah ibu pelaku, dan langsung membawa pelaku ke Puskesmas Oepoi. Kami tidak bisa langsung membawa ke Rumah Sakit S.K. Lerik karena pelaku tidak memiliki KTP Kota Kupang, dan masih menggunakan KTP Makassar,” kata Wili.

Setelah dibawa ke Puskesmas Oepoi, lanjut Wili, oleh petugas disampaikan bahwa pelaku harus dirujuk ke Rumah Sakit S.K. Lerik.

Mendengar hal ini, Wili langsung ke rumah pelaku dan meminta ibu pelaku untuk menyiapkan pakaian dan semua perlengkapan di rumah sakit.

“Waktu saya menyampaikan ini, ibu pelaku langsung menunjuk ke arah bawah tempat tidur dan memang ada bekas galian. Melihat ini, saya langsung telepon ke pak lurah, dan pak lurah langsung menelpon Bhabinkantibmas Oebufu,” katanya.

Dia melanjutkan, selama ini memang pelaku terlihat seperti orang hamil, dimana perutnya besar, tetapi jika ada tetangga yang mengatakannya hamil, dia marah dan membantah, dengan alibi bahwa perutnya besar karena sedang sakit.

“Pelaku baru tinggal di Kota Kupang 2 atau 3 tahun lalu. Selama ini tinggal di Makassar bersama suaminya. Beberapa tahun terakhir pulang ke Kupang dengan membawa keempat anaknya, sementara suaminya bekerja di Makassar,” jelas Wili.

Selama ini menurut dia, pelaku tinggal bersama ibunya yang bekerja sebagai pemulung, dan pelaku sendiri sebagai tukang urut. Kesehariannya memang baik, bersosialisasi baik dengan tetangga sekitar.

“Saat di Puskesmas juga saya masih tanya, tetapi pelaku tidak menjawab apapun dan tetap mengatakan bahwa dia sakit bukan hamil,” terangnya.

Sementara itu, Lurah Oebufu Zer Batmalo, mengatakan, setelah ketua RT menghubunginya, dialangsung menghubungi Babinkantibmas Oebufu.

“Kami mencoba menggali tanah di permukaan dan ternyata ditemukan kain dengan bercak darah. Kami langsung menghubungi Polres Kupang Kota dan langsung melakukan olah TKP juga mengamankan pelaku di Puskesmas Oepoi,” jelasnya.

Sekadar tahu, polisi setelah melakukan penggalian dan mengambil jasad bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut, kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Titus Uly untuk dilakukan outopsi.

Terpantau di Mapolres Kupang Kota, Sabtu (18/7), tim buru sergap (Buser) telah mengamankan seorang pria yang diduga pria idaman lain dari pelaku aborsi. Pria tersebut diamankan di wilayah Kelurahan Naimata dan kemudian diperiksa secara intensif bersama pelaku. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Tikam Tuan Pesta di Kupang hingga Tewas, Pemuda Ini Terancam 15 Tahun Penjara

Published

on

Kapolsek Kelapa Lima Kompol Sepuh Siregar dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (26/11/2021) petang.
Continue Reading

HUKRIM

PN Kupang Eksekusi Lahan di Oebobo, 6 Rumah Dirobohkan

Published

on

Proses eksekusi lahan oleh PN Kupang di Jalan W.J. Lalamentik RT 27/RW 08, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Jumat (26/11/2021).
Continue Reading

HUKRIM

Dugaan Perzinahan, Polisi Periksa Pemilik Stikes Nusantara Kupang dan WIL-nya

Published

on

Rudy Doko Pati (50) dan Endang Prahasti Hasubranti (49).
Continue Reading
error: Content is protected !!