Connect with us

UTAMA

Pembersihan Pantai Oesapa Libatkan Ribuan Orang, Dipimpin Penjabat Gubernur

Published

on

Penjabat Gubernur NTT Robert Simbolon dan Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore saat membuka kegiatan pembersihan Pantai Oesapa, Minggu (19/8).

Kupang, penatimor.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia menyelenggarakan aksi bersih pantai dan laut di 73 titik, sepanjang pesisir pantai di seluruh Indonesia.

Termasuk di pesisir Pantai Warna Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, melalui Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) dengan melibatkan sekira 1.000 orang yang berasal dari komponen terkait, baik tingkat Provinsi NTT maupun Kota Kupang.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Penjabat Gubernur NTT Robert Simbolon, bertempat di Pantai Warna Oesapa, Minggu (19/8) petang.

Robert Simbolon pada kesempatan itu, mengatakan, aksi bersih pantai ini merupakan inisiasi dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti, dengan tujuan untuk menjaga ekosistem kebersihan laut, dan bermanfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Menurut Robert, bangsa Indonesia dikarunai Tuhan keanekaragaman hayati yang tinggi, dimana memiliki pantai terpanjang di dunia ke dua dengan bentangan 99.000 km.

“Presiden RI Joko Widodo mengemukakan bahwa laut adalah peradaban masa depan bangsa,” kata Robert.

Dijelaskan, Provinsi NTT merupakan provinsi kepulauan yang memiliki 566 pulau.

Di samping itu laut di Provinsi NTT memiliki 532 spesis terumbu karang dan memiliki spesis ikan Paus langka, yakni Paus Hiu dan Paus sperma.

Terkait permasalahan sampah, menurut Robert, merupakan isu global yang mesti diselesaikan secara bersama-sama dengan seluruh stakeholder di Provinsi NTT.

Dengan demikian tidak ada kerusakan yang terjadi di laut yang diakibatkan banyaknya sampah.

“Oleh sebab itu pada kesempatan ini, ada beberapa pesan yang ingin disampaikan. Pertama, perlu dukungan dan komitmen semua pihak dalam penanganan sampah di Provinsi NTT. Kedua, pemberdayaan dan kelestarian alam yang merupakan sumber kekayaan alam hayati. Ketiga, tidak boleh ada lagi sampah di pesisir dan laut. Marilah kita bersatu untuk menjaga laut demi masa depan bangsa,’ tandas Robert.

Sementara, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore dalam sambutannya, mengatakan kegiatan pandu laut ini sebagai wujud mencintai lingkungan.

Dia sampaikan, Kota Kupang merupakan kota pesisir yang memiliki sumber daya laut yang dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat melalui usaha pariwisata.

“Oleh sebab itu, kami sangat mendukung penuh kegiatan aksi bersih pantai, karena memberikan dampak positif kepada masyarakat,” ungkap Wali Kota.

Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, melalui Kasi Ter Korem 161/Wira Sakti Kolonel Inf Jemz Ratu Edo, di sela sela kegiatan ini, menjelaskan, aksi ini selain dalam rangka mendukung kegiatan nasional aksi bersih pantai dan laut yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia di 73 titik, salah satunya di Pantai Oesapa, juga dalam rangka memperingati HUT ke-73 Kemerdekaan RI.

Untuk itu, pihaknya ikut serta dalam kegiatan ini untuk mendukung program pemerintah, dalam hal ini Menteri Kelautan dan Perikanan RI, guna menjaga dan memelihara kebersihan pantai.

“Sampah di pantai dan laut tentunya menjadi permasalahan bersama. Untuk itu tentunya menjadi tanggung jawab bersama pula, untuk menjaga dan memelihara kebersihannya,” ungkap Danrem 161/Wira Sakti.

Terpantau, ratusan personel TNI dan elemen terkait lainnya tampak begitu antusias melaksanakan kegiatan pembersihan pantai, pada titik titik pantai yang telah dibagi sektornya oleh panitia penyelenggara kegiatan ini.

Turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, peserta dari Korem 161/Wira Sakti, Lantamal VII Kupang, Lanud El Tari Kupang, Polda NTT, UPT BKKBN Kupang, PLN Kupang, BNI Kupang, BBKSDA Kupang, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Politeknik Kelautan dan Perikanan, Pelajar Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Kupang, serta masyarakat yang tinggal di sekitar Pantai Oesapa. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Seorang Karyawati SPBU di Kupang Ditemukan Tak Bernyawa, Diduga Dibunuh

Published

on

Berdy Susanti Gabriel (30), karyawati salah satu SPBU di Kota Kupang ditemukan tidak bernyawa di pinggir jalan, Senin (26/10).
Continue Reading

HUKRIM

Jonas Salean ‘Bebas’

Published

on

Jonas Salean saat meninggalkan kantor Kejati NTT, Selasa (27/10/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Kajati NTT jangan Campuradukkan Wewenang Administrasi Negara dan Wewenang Penuntutan Jaksa

Published

on

Petrus Salestinus (NET)
Continue Reading
loading...