Connect with us

UTAMA

Pekan ASI, Yasatu – AAH Gelar Seminar Bagi Tenaga Kesehatan

Published

on

Seminar tentang Pekan ASI digelar Yasatu dan Action Against Hunger-Indonesia di Aula Dinkes Provinsi NTT, Kamis (16/8).

Kupang, penatimor.com – Yayasan Satukan Aksi Tunas Utama (Yasatu) dan Action Against Hunger (AAH)-Indonesia bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTT menggelar seminar tentang pekan Air Susu Ibu (ASI).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinkes Provinsi NTT, Kamis (16/8).

Seminar ini juga dimeriahkan oleh pertunjukan musik dan lagu dari Yasatu.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh perwakilan dari rumah sakit se-Kota Kupang, Puskesmas dan Pustu.

Pekan ASI diperingati setiap tahun, mulai 1 hingga 7 Agustus untuk mendorong pemberian ASI dan meningkatkan kesehatan bayi di seluruh dunia.

Pakar Laktasi Indonesia dr. Utami Roseli, mengatakan, berdasarkan konvensi hak-hak anak, mendapatkan ASI merupakan salah satu hak asasi bayi yang harus dipenuhi, karena setiap bayi mempunyai hak dasar atas asupan makanan dan kesehatan yang terbaik untuk memenuhi tumbuh kembangnya yang optimal.

Dia mengatakan, ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi, karena mengandung zat gizi yang paling sesuai dengan kebutuhan bayi yang sedang dalam tahap percepatan tumbuh kembang, terutama pada dua tahun pertama dalam kehidupan anak.

Hal ini, lanjut dia, telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden (PP) No. 42/2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi dengan tujuan meningkatkan penanganan masalah gizi, dengan fokus pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), yaitu sejak janin dalam kandungan, bayi dan anak usia 6-23 bulan, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.

Dikatakan, angka cakupan pemberian ASI dipengaruhi beberapa hal terutama masih terbatasnya tenaga konselor menyusui di fasilitas pelayanan kesehatan, PP No. 33/2012 tentang pemberian ASI belum tersosialisasikan secara merata, gencarnya promosi susu formula yang dilakukan secara terselubung serta belum maksimalnya kegiatan edukasi, advokasi, kampanye terkait pemberian ASI maupun Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), kurangnya ketersediaan sarana-prasarana komunikasi.

“Informasi, Edukasi ASI (KIE ASI) dan MP-ASI, belum optimalnya pembinaan kelompok pendukung ASI dan MP-ASI dan masih belum dilaksanakannya 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (10 LMKM) dari layanan kesehatan tempat dimana ibu dan bayi mendapatkan pelayanan kesehatan,” katanya.

Tahun ini kata dia, memperingati Pekan ASI 2018 dengan tema, “ASI adalah fondasi kehidupan”. Pesan yang ingin disampaikan adalah ASI sesungguhnya bukan hanya milik bayi dan ibunya tetapi milik kita semua.

Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat mendukung para ibu dan bayi yang sedang berjuang menyusui, supaya kualitas kesehatan dan kehidupan sejak dari layanan kesehatan tempat ibu melahirkan bayinya dimana 10 LMKM dilaksanakan dengan mendapatkan dukungan dan supervisi yang baik sesuai standar yang berlaku.

Dia mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan 10 LMKM kepada tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit, khususnya RSIA, RB, dan Puskesmas pada ruangan persalinan dan ruang bayi.

Utami Roseli melanjutkan, pihaknya terus membangun pemahaman dan meningkatkan kesadaran dari para pemangku kepentingan maupun masyarakat umum tentang pentingnya pemberian ASI sejak 0-6 Bulan ASI Eksklusif dan lanjut ASI sampai 2 tahun dan mulai pemberian MPASI.

“Kami terus membangun komitmen untuk pelayanan kesehatan, melaksanakan 10 LMKM di rumash sakit, dan fasilitas kesehatan lainnya,” pungkas Utami Roseli. (R2)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Hakim Tolak Eksepsi 7 Terdakwa Kasus Tanah Labuan Bajo

Published

on

Sidang virtual perkara dugaan korupsi pengalihan aset tanah Pemkab Manggarai Barat.
Continue Reading

HUKRIM

Polda NTT Tetapkan Pembeli Tanah Milik Ferdinand Konay sebagai Tersangka

Published

on

SP2HP Penetapan tersangka Pada Melkior oleh Polda NTT. (Screenshot SP2HP)
Continue Reading

HUKRIM

Curi Perhiasan Senilai Rp 50 Miliar, Dua Pelaku Ditangkap di Alor

Published

on

Tim Jatanras Polres Alor mengamankan dua DPO kasus pencurian perhiasan di pelabuhan Kalabahi, Alor.
Continue Reading